BAB I

35 1 0
                                        


Mas Bos!!!

Visesa Claf !!

Masuk kantor jam 08.00 WIB

Kamu udah telat kemarin

Ini bukan kantor kamu

Gaji kamu saya potong bulan ini

Saya tau kamu masih mageran

Apa perlu saya telepon orang tua kamu?

Iya mas bos :)

Nyebelin banget sih

Nyebeliinnnn!!!!! Parah, manusia satu ini enggak bisa apa bedain hubungan antar manusia? Pacar kok diperlakukan sama kayak bawahan yang lain. Eh? emang karyawan lain di chat personal juga ya? Ntahlaaah, yang pasti aku kesal pake banget liat kelakuan bos satu ini. Bawaanya pengen doain yang nggak bener, tapi nggak tega. Kalau dia kenapa-kenapa kan yang repot aku juga selaku pacarnya. Iyaaa, aku ini pacar dari seorang bos di sebuah kantor penerbitan tempatku bekerja selama dua tahun belakangan ini. Dan kami telah memulai hubungan ini selama kurang lebih tiga bulan terakhir. Namun, jangan berharap ada kisah romantisme di kantor seperti kebanyakan cerita yang ku baca.

Di perhatikan saat aku bekerja di balik kubikel?? Nggak mungkin.

Di panggil untuk masuk ke ruangannya, dan melakukan kegiatan yang biasa orang pacaran lakukan?? Mustahil!!

Di perlakukan istimewa dibanding karyawan lain?? Jangan harap deh.

Pergi dan pulang ke kantor selalu bareng? Mimpi!!!

Mas bos satu itu tidak akan melakukan semua hal tersebut. Alasannya sih simpel, selama dia tahu kalau aku tidak macam-macam, maka dia akan diam. Iya diam, sehingga lebih tepat dikatakan tidak perduli. Asli deh, kalau sudah menyangkut mas bos selalu bikin emosi. Tapi gimana pun juga yang namanya cinta ya harus terima apa adanya. Jangan bilang aku bucin, karena emang itu adanya. Aku cinta mas bos yang nyebelin.

***

Tepat pukul 08.00 WIB Kafkha Danantya keluar dari ruangannya. Menapakkan kaki dengan pasti menuju kubikel-kubikel yang berada satu lantai dengannya. Setelah beberapa langkah dari pintu ruangannya, Kafkha menghentikan langkahnya. Berdiri dengan tegap di tengah ruangan. Mengedarkan pandangan ke seluruh kubikel yang ada. Matanya terhenti pada satu titik, lebih tepatnya pada satu kubikel yang kosong. Kafkha mengalihkan pandangannya, dan meneruskan langkahnya ke kubikel terdekat.

"Suruh Eca ke ruangan saya kalau sudah sampai."

"Baik Pak, nanti saya sampaikan ke Eca."

"Pastikan dia langsung ke ruangan saya."

"Iya Pak."

Kafkha bergegas meninggalkan ruangan para bawahannya berkerja dan menuju ke ruangan pribadinya. Tiba di depan pintu ruangannya, Kafkha dihentikan oleh suara berisik hak sepatu yang beradu dengan lantai. Melihat sekitar dan menemukan sumber keributan berasal. Seorang gadis dengan cross over top berwarna peach yang dipadukan dengan A-line skirt berwarna hitam. Stiletto hitam yang menjadi sumber keributan dilantai ini berhenti melangkah digantikan dengan tarikan napas yang terdengar buru-buru. Kafkha melangkah mendekati gadis tersebut. Sekitar empat langkah lagi mencapai gadis tersebut Kafkha menghentikan langkahnya dan memandang gadis itu dengan mata tajamnya.

"Kamu!! Ke ruangan saya sekarang!!" Suara Kafkha memang tidak kuat namun tetap saja membuat siapa pun yang mendengar perintah tersebut ketakutan. Kafkha melangkah menjauhi gadis tersebut dan langsung memasuki ruangannya. Dan dengan langkah lesu gadis tersebut mengikuti Kafkha.

MAS BOSS!!Opowieści tętniące życiem. Odkryj je teraz