-part 1-

210 8 0
                                        

Ayya memasuki gedung sekolah barunya, dia berjalan menyusuri koridor sekolah menuju ruang kepala sekolah.
    Sepertinya  masih terlalu awal sekolah masih cukup sepi, Ayya masih  menyusuri tiap tanda untuk memeriksa  dimana letak  ruang  guru berada, ternyata  tidak jauh dari tempat Ayya berdiri sekrang .

Ayya melangkah  menuju  ruang yang pintu nya sedikit terbuka Ayya mengetuk  pelan untuk memastikan ada orang di dalam .
  
"Silahkan masuk" seseorang menjawab setelah Ayya mengetuk pintu .
    Ayya memasuki  ruangan setelah di persilakan masuk.
  "  Kamu murid baru ya?
    dari SMP Raya Jogja"
"iya, pak" jawab Ayya sambil tersenyum.
Ayya dan Pak Budi berbincang seputar pendidikan sambil menunggu guru walikelas yang akan menjemput Ayya.
"Ayya nanti kamu masuk kelas 8-b yang akan dibimbing Bu Sari sebagai walikelasmu, saat bel masuk kelas Bu Sari akan membawa kamu ke dalam ruang kelas", ucap Pak Budi memberi tahu yang harusnya pasti Ayya sudah mengerti 
"Oh iya saya lupa nanti seragam baru kamu ambil ditempat bu Sari".

"Iya pak".
"Semoga kamu betah disekolah ini".
"Iya pak semoga saja".
"Kamu pindah karena apa?" Tanya pak Budi.
"Karena pekerjaan orangtua pak".
" begitu,semoga Ayya betah disini sampai lulus".
"Iya pak Budi,
Bu Sari masih agak lama ya pak?"
"Iya masih 30 menit lagi"


"Iya,kamu mau sarapan dulu kekantin atau mau jalan-jalan keliling sekolah dulu juga boleh".
"Kalau begitu Ayya mau jalan-jalan lihat sekitar dulu pak".
"Silakan,nanti jangan lupa keruangan saya lagi".
"Iya pak makasih".

Ayya keluar dari ruangan kepala sekolah,dan berjalan melihat-lihat sekitar.
Ayya berjalan mengelilingi sekolah melihat dan mengingat-ingat setiap ruangan yang di lewati  termasuk gedung terbengkalai di belakang  sekolah dan juga tempat pembuangan sampah di ujung gedung  itu ,ia mulai bosan sendirian dan berjalan di sekolah barunya tidak ada siapapun yang di kenal hanya tersenyum saja ketika bertemu  para siswa yang lewat .

     "Sepertinya disini menyenangkan  pindah sekolah tak seburuk itu"  gumam Ayya saat berjalan menuju kembali ke ruang pak Budi   , pintunya sudah tidak seperti tadi yang terbuka sedikit kali ini sudah terbuka  penuh menandakan sebentar lagi pasti  bel masuk kelas
     

"Kok udah balik lagi cepet banget".
"Hehehe iya pak sendirian jadi nggak ada yang diajak bicara dijalan".
"Ya,udah nanti sama teman-teman baru pasti diajak keliling lagi".

Ayya masih setia menunggu kedatangan guru yang akan membawanya masuk kelas dalam ruangan itu hanya  ada Ayya dan pak Budi kali ini ruangan terasa sepi Ayya dan pak Budi  sama sekali tidak kembali mengobrol.

     Tidak lama di kesunyian ruangan pintu kembali di ketuk perlahan

"Silakan masuk"
"Mau jemput anak baru pak"
"Iya itu anaknya udah dari tadi nungguin"
"Maaf lama ya 😊 "
 

            Bu sari menatap Ayya dengan tenang

"Nggakpapa kok bu"
"Ayukk kita kekelas udah mau mulai pelajarannya"
"Iya bu"
"Makasih pak Budi"ucap Ayya.
"Sama-sama"

Diperjalanan menuju kelas bu Sari memberi tahu Ayya
"Ayya nanti sepulang sekolah atau saat istirahat kamu keruang guru cari meja saya untuk ambil seragam"
"Baik bu"
"Jangan lupa mulai besok kamu harus sudah pakai seragamnya,jadi nanti kamu harus keruang guru"
"Iya bu Sari siap"
😊😊😊

     Pintu kelas paling ujung masih terbuka lebar menandakan itu lah kelas yang akan di tempati  Ayya , Kelas paling ujung yang siswanya terlihat rapi patuh  dengan segala aturan berprestasi  tapi itu hanya kedok saja mereka semua tidak sebaik sesempurna yang terlihat oleh para guru dan anak-anak  lain
    
   " kelas ini yang akan menjadi kelas kamu di sekolah ini "
    Bu Sari memecah keheningan  saat berjalan bersama Ayya menuju  kelas
     "Baik bu"

    Bu Sari masuk kedalam kelas di ikuti Ayya berjalan di belakangnya.

   "Selamat pagi anak-anak hari ini kita kedatangan murid baru "
      Bu Sari berkedip memberi tanda untuk Ayya memperkenalkan diri
   " pagi semua perkenalkan aku Ayya "

    " haiiiiii Ayya salam kenal "
   bersamaan  siswa  di kelas  menjawab dengan  kompak
           tidak terlihat aneh dengan siswa-siswi  di kelas  tapi rumor yang beredar saat Ayya berjalan keliling sekolah itu sungguh tidak mengenakkan

    "cukup silakan duduk perkenalan detail kita lanjut nanti"
      Ayya memilih tempat duduk dimana ada dua bangku kosong

    " Ayya  kamu bisa duduk di belakang bangku nomor dua dari belakang didepan sudah ada pemiliknya " ucap seorang  yang belum Ayya  kenali

   " ya makasih "

" sekarang  kita berdoa untuk memulai pagi agar belajar kita bermanfaat  dan fokus"
    Semua  memulai berdoa dengan khidmat ,belajar pun dimulai seperti pada umumnya tanpa hambatan malah terlampau  tenang sekali di dalam kelas  tidak ada keributan  semua hanya fokus masing-masing pada buku di atas meja yang mereka miliki .

   Jam sudah menunjukkan  pukul 09.00  WIB tepat bel istirahat  berbunyi , kompak siswa-siswi di kelas meletakkan alat tulis  dan juga membereskan  buku-buku di atas meja  , seorang anak menghampiri Ayya mengajaknya untuk  ikut ke kantin .
    
    " hai Ayya ke kantin yuk"
" hai ,ayo jauh nggak kantin  nya dari  sini?"
" dekat kok ayo cepat keburu antri  nanti kalau lama"

  gadis itu menarik pergelangan tangan Ayya pelan menuntunnya ke kantin tempat yang di tuju , sampai di kantin  benar saja apa yang di katakan sangat ramai sekali bahkan tidak terlihat ada tempat duduk tersisa untuk mereka duduk dan memesan makanan di kantin .

"bener kan apa yang aku bilang ramai banget " yang tadinya  senang jam istirahat sudah di mulai tidak merasa senang 

   " ya udah nggak papa kita antri aja"
     " nggak usah kita balik  kelas aja ,kamu bawa bekal makan atau tidak ?"
    " untung nya  aku bawa "
Ayya dan gadis yang belum di kenalnya itu berjalan  kembali  menuju  ruang kelas  untuk makan siang dengan  bekal yang masing-masing mereka bawa

   " oh iya kita belum kenalan ya ? namaku Verra  "  sambil mengulurkan  tangannya untuk berjabat tangan
    " salam kenal Verra " senyum  Ayya manis sampai ke matanya , mereka lanjut berbincang sambil terus melangkah menuju ruang kelas
    
         " gimana hari pertama di sekolah ini kamu suka?"
    " ya....untuk sekarang  sepertinya  lumayan "
" kamu harus   suka sebentar lagi kita kelas  9 dan nggak lama pasti lulus jadi harus bisa cepat adaptasi dengan sekolah ini"
    Ayya berpikir  sejenak "hmm ya pasti"

   " yang terpenting  tidak membuat masalah atau menarik perhatian"  ucap Verra memperingatkan Ayya
   " loh kenapa ra?"
" kamu pasti udah dengar  kan rumor tentang  Bullying ?"
    Verra menatap sekitar agar suaranya tidak terdengar siswa-siswi lain
   "ya aku dengar tadi pagi, emang  itu fakta ya bukan cuma rumor aja?"
    Ayya menunduk mengecilkan suaranya 
    "fakta cuma terpencar aja pelakunya di kelas kita dan di kelas sebelah ,semoga saja di  kelas 9 kita satu kelas dan para pelaku di jadikan satu di kelas  lain "

   Ayya terdiam tanpa reaksi
" kamu nggak bohong kan ra?"
  "buat apa aku bohong bahkan di kelas  kita aja ada korbannya cuma si korban tidak terkena  serangan fisik dan sepertinya sekarang sudah berhenti dirundung jadi ya tidak ada  masalah  apapun dan kelas pun terlampau  tenang "
    " iya sih ra emang kelas tenang  sekali tertib juga "
"inget kamu nggak boleh tertipu sama anak-anak kelas kita dan kelas sebelah selain pintar membalikkan fakta mereka juga kebal hukum sekolah"
      
mendengar perkataan temannya itu tangan Ayya mulai berkeringat
    " udah lah ra ayo lanjut masuk kelas aja jangan bahas hal itu lagi "
  " kamu takut ya ?" Verra menggoda Ayya dengan  senyum ala seringai yang tidak lucu ataupun mencekam, Ia hanya  diam sambil menarik pergelangan tangan Verra tanpa mengucap sepatah kata pun.

 









  

Part 2-30 sudah dihapus
    Cerita Different tidak berlanjut.
  Terimakasih  yang sudah membaca dan memberi vote 🤗

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: a day ago ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

DIFFERENT (Hiatus)Where stories live. Discover now