PROLOG

1 1 0
                                        

Hujan deras, aku menghentikan langkah kakiku disebuah halte bus yang ramai dengan orang orang meneduh dan kini halte bus mempunyai dua fungsi untuk menunggu bus dan tempat andalan untuk meneduh.

Seharusnya hari ini matahari bersinar terik seperti prediksi BMKG namun nyatanya salah hari ini hujan mendung awan yang berwarna abu abu gelap serta membawa suara petir yang membuat semua terkejut.

"Prediksi kali ini salah lagi" Ucap ku

"Yang salah kamu nya, kenapa percaya yang bukan tuhan"

Aku menoleh kesamping begitu mendengar suara yang menjawab ucapanku, ah ternyata seorang pria yang berpakaian sangat.., aku tidak bisa menjelaskan yang jelas pria ini terlihat menyukai hal sejarah? hal kuno? itu yang aku tangkap dari penampilanya.

"Kamu siapa?"

Pria itu hanya diam.

"Namaku Thana, nama mu??"

Dan hanya diam lagi.

ah, sial sekali aku didiamkan didepan banyak orang sangat gila, dia masih tidak peduli, sebenarnya dia manusia atau bukan punya kuping atau tidak dan liat sekarang ia pergi menaiki taksi  memasuki gitarnya terlebih dahulu dan menatapku sebentar.

"Pradipta"

•••


vote & kritik saran

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 31, 2021 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

PRADIPTATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang