"Sayang, kamu udah makan belum?"
Pop up notifikasi chat menyalakan layar kunci Citra. Pesan dari Mamat, pacarnya. Merasa pertanyaan itu tidak terlalu penting, Citra mengabaikannya. Melanjutkan makan siangnya yang tinggal sepotong roti lagi. Kemudian menyelesaikannya dengan segelas air putih.
Citra membuka aplikasi pembayaran online untuk membayar tagihannya, kemudian keluar dari kedai untuk melanjutkan pekerjaannya.
Sementara di ujung sana, Mamat masih setia menatap layar ponselnya, menunggu jawaban dari Citra. Tapi Mamat hanya menunggu untuk kesia-siaan.
Mamat tahu itu.
Senyumnya perlahan memudar menyadari hubungan mereka yang semakin dan semakin merenggang setiap harinya. Jika dilihat sekilas, memang Mamat yang suka memberi perhatian-perhatian kecil pada Citra. Namun Mamat lah sebenarnya yang memerlukan perhatian itu. Citra akan baik-baik saja tanpa Mamat, namun Mamat... ia merasa begitu lembek tanpa Citra. Mamat lemah, tidak tahan banting jika tidak dilabeli stiker "pacar Citra". Jika masalah dalam hidup Mamat menghujam seperti hujan yang lebat, Citra bagaikan payung yang menaunginya. Citra juga selembar sweater rajut yang menghangatkan hatinya. Citra juga secangkir minuman panas yang membawa senyum di hari-harinya yang mendung.
Sedang Mamat hanya seperti hantu gentayangan yang terus memenuhi ruangan chat Citra dengan spam. Ia adalah pengganggu, dan tidak dibutuhkan.
Tapi segera ia usir pikiran itu agar senyumannya tetap bertahan.
Ia kembali membaca riwayat chatting mereka berdua. Kemarin Mamat juga mengirim pesan yang sama, menanyakan perihal makan siang Citra. Dan Citra menjawabnya dengan satu kata: Y
Well, maksudnya satu huruf.
Dan hari sebelum kemarin, Citra membalas pesannya (yang juga sama) dengan: Udah.
Hari sebelum kemarennya kemaren, Citra membalasnya dengan: udh. Kamu?
Pffttt..
Mamat harap urutan hari di ruang chat mereka dibalik. Ia harap Citra membalas pesannya dengan huruf yang semakin banyak, kata yang semakin banyak, dan perhatian yang sedikit lebih banyak.
Kembali ia menatap pesannya hari ini, yang terkirim tepat jam dua belas, namun sampai sekarang belum terbalas.
_________________________________________
note: iya, tahu. Cerita yg satunya belum dilanjut, malah publish cerita yg baru lagi. Ingat ya, penulisnya goblok, sehingga sulit menyusun bahan cerita secara logis dan believable. Makanya kalau ada yang gak sesuai sama realita, anggap aja realita dan logika di universe cerita ini agak beda sama dunia nyata. Fantasy based on reality lah. Makasih ya, dah mau baca.
YOU ARE READING
Anniversary Tale
Teen FictionApakah cerita ini akan terlihat lebih menarik kalo gak ada sinopsis sama spoiler dialog ya? Tapi karena gak mau kalian kena tipu (oleh imajinasi kalian sendiri terhadap covernya dan judulnya), gue tetep cantuman sedikit, sedikittttt sinopsisnya. . ...
