Chapter 2

338 4 0

Aku menoleh pada Justin. "What else?"

Justin menatapku kemudian tertawa kecil. "Your shoelaces, baby."

Aku menundukkan kepalaku untuk melihat sepatuku.

"Gotcha! HAHAHAHA!!!" Justin tertawa lalu menutup pintu apartmentnya. Sial! Aku dikerjai Justin! Aku mengerang kesal lalu segera pergi dari apartment Justin.

***

Aku membanting tubuhku ke sofa. Ah hari yang melelahkan. Aku memasuki kamarku dan meraih laptop yang tergeletak di meja belajar. Aku berbaring di kasur lalu segera membuka skype. Demi Lovato is online! Aku segera mengajaknya untuk video call.

"Hey dem!" Sapaku begitu Demi menerima panggilan video call-ku.

"Hey, sel! How's today?" Tanya Demi.

"Yea like usual. Where are you?" Tanyaku pada Demi.

"USA. I had a showcase yesterday. Tomorrow I'll be back to Canada." Jelas Demi.

"Okay I see. Hey do you know that Justin Bieber?" Aku bertanya dengan nada malas.

"Of course! Why? Do you fall in love with him?" Goda Demi. Aku hanya memutar bola mataku.

"Like seriouslyyyy dem? He's my junior, okay? And he's soooo soooo soooo annoyinggggg!" Aku menggulingkan tubuhku ke samping kanan kasur.

"Hey why not? He's cute, isn't he?" Demi tersenyum menggoda (lagi).

"Ewh. Okay just stop talking about him or I will end this call." Ancamku.

Demi tertawa terbahak-bahak. Aku hanya merengut kesal.

*JustinPOV*

"Hey Justin, who's coming?" Tanya Scooter Braun. Aku melangkah gontai ke arah kamarku.

"I don't know. Maybe a prankster. When I open the door, nobody was there." Jawabku tersenyum sendiri.

"Don't lying" Dan Kanter duduk di sofa depan TV. "I saw her."

"Saw who?" Aku berpura-pura tidak tahu dan berbaring di kasur.

"That girl." Dan meminum coke nya.

"Girl who?" Tanyaku lagi. Dan memang paling sulit dibohongi.

"Oh c'mon Justin! That girl named Selena Gomez, right? Do you fall in love with her?"

To be continued.... ;)

Be alrightRead this story for FREE!