awal

9 1 0
                                        

januari :
wajahmu mirip temanku

renjana :
berarti kembaranku banyak

Baru kali ini aku bertemu dengan sesosok lelaki yang mengucapkan 'selamat malam' atau sekadar 'hai' pun tidak ketika pertama kali berkenalan. Mengingat umurnya yang lima tahun jauh lebih tua dariku, aku jadi paham ternyata dengannya, aku tidak butuh basa-basi lagi.

Bermula dari dirinya yang me-direct massage ku di Twitter, hingga intensitas chat kami kian dekat. Kami saling cerita tentang keluarga, teman-teman, kisah cinta yang kandas, band favorit, buku yang kami baca, hal yang paling disukai dan tidak disukai, kegiatan rutin yang kami lakukan.

Namanya Januari, singkat saja. Janu. Dari namanya saja, bisa ditebak dia lahir di bulan Januari. Si pelawak yang cukup membuat aku terpingkal-pingkal dengan lawakan anehnya. Hobi sekali tertawa. Padahal hidupnya sudah lebih dulu menertawakannya, katanya.

Bapaknya berpulang lebih dulu, diumur yang harusnya butuh sesosok Bapak yang mengajarinya cara bertahan hidup, cara mencukur kumis, cara mendekati wanita yang dia sukai. Sementara Ibunya berpulang saat mimpinya membahagiakan Ibu sudah berada didepan mata.

Dia memiliki tiga kakak. Ya, dia anak bungsu. Tapi dia bilang semua kakak-kakak nya tidak ada yang peduli dia hidup sekalipun dia dibunuh. Makanya ketika pulang ke rumah, kesepian adalah teman terbaiknya.

Jakarta terpaksa membuatnya jatuh cinta. Kota yang tidak pernah tidur, karena lelah jadi hal yang paling lumrah. Jalanan yang tidak akan sepi walau ditengah malam. Diumurnya yang sudah genap lebih dari dua puluh tahun, Bapak-Ibunya yang sudah lebih dulu berpulang, dia harus kerja banting tulang untuk menghidupi dirinya sendiri.

"Mau di kost-an ataupun pulang ke rumah, cuman kesepian yang ku punya." katanya, ketika kami tengah menelefon.

Aku diam membisu. Karena aku tau kata penenang tidak membuatnya lebih baik. Bagiku, dengan mendengarkan cerita-cerita—yang menurutku—hebat, itu sudah lebih dari cukup.

Senang rasanya memiliki seseorang yang dapat mengertiku, seseorang yang sudah lama ku nantikan kehadirannya. Meski hanya sebatas virtual.

Disini lah, kisah itu bermula.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 22, 2021 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

JanuariCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang