p r o l o g u e

589 44 5
                                        

@xenillatte presented angst story from BrightWin fanfiction

Entitled "Lilin"

This is a snippet of the story

🕯️

December 26th at 17.30, five hours before the incident

Bright mendatangi Win yang tengah terduduk di balkon kamar, menikmati matahari yang sebentar lagi tenggelam dan berganti menjadi bulan. Ia menghirup ceruk leher Win dalam-dalam.

Win hanya memejamkan kedua matanya ketika Bright mengendus-endus lehernya. Ada sedikit sensasi geli yang membuat Win sedikit menggeliat.

Tidak hanya mengendus, ia juga mengecup leher Win lembut. Perlahan, bibirnya naik dan berhenti di spot favoritnya, bibir manis Win.

Bongkahan kenyal yang selalu membuatnya tergoda dan candu.

Bright mencium bibir Win lembut tanpa ada lumatan kasar. Bright melepaskan pangutan mereka dan menatap Win.

"Tidak biasanya kau seperti ini, ada apa?" suara Win mengalun lembut di indera pendengaran Bright.

"Aku hanya merindukanmu" jawab Bright disertai senyuman tipis.

Win menghela nafas, "Bright, jika kau adalah cahayaku, maka aku sebagai apa?"

Bright berpikir sejenak, "Kau akan menjadi lilinku"

"Apa tugasku?"

"Membantu cahaya ini menerangi kehidupan yang gelap gulita"

Win tersenyum pedih, "Jika cahaya itu redup, maka apa yang akan terjadi pada lilin?"

Bright sempat terdiam, lalu menjawab pertanyaan Win. "Maka lilin itu tidak akan ada guna nya lagi karena cahaya nya telah pergi" ujarnya.

"Kenapa kau tiba-tiba bertanya seperti itu? Apakah aku ada salah padamu? Jika iya, katakan agar aku bisa meminta maaf kepadamu"

"Kau tidak memiliki kesalahan apapun"

Bright tersenyum mendengar jawaban dari istri nya, kedua matanya berbinar ketika melihat perut Win yang mulai membuncit. "Sudah berapa bulan jagoan Daddy berada di dalam perut Papa?"

Win tersenyum, "Lima bulan, Daddy. Doakan agar aku sehat selalu dan proses melahirkan Papa berjalan lancar" ujarnya dengan suaranya yang dibuat seperti anak kecil.

Ponsel Bright berdering, Bright segera menghampiri dan mengangkat telepon nya.

Setelah sambungan diputus, ia kembali ke balkon untuk duduk bersama Win.

"Siapa, Bright?" tanya Win yang sudah duduk dipangkuan Bright.

"Sekretaris ku menelepon, ada yang harus kukerjakan di kantor. Aku akan berangkat pukul tujuh, mungkin aku pulang pukul dua belas. Satu kantor akan lembur"

Win mengangguk. Sebuah ide terlintas diotaknya. Ia akan memberikan kejutan untuk suami tercinta.

🕯️

19.50, two hours to ten minutes before the incident

Win sedang menghias kue black forest kesukaan Bright dengan telaten. Saat hendak memasukkannya ke dalam freezer, seseorang menghubungi nya.

"Hei Win, kau sedang apa?"

"Aku sedang membuat kue untuk suamiku, Film"

"Yah, padahal aku ingin berkunjung ke rumahmu. Baiklah, kalau begitu kapan kapan aku berkunjungnya. Maaf mengganggumu, selamat berjuang Nyonya Chiva-aree"

Lilin • BrightWin [SLOW UPDATE]Stories to obsess over. Discover now