"Mungkin kita belum yakin satu sama lain, tapi tidak ada yang tahu masa depan bukan?"
GIBRAN ANDRENSON
Seluruh murid SMA GARUDA berada dilapangan, dan para majelis guru berbaris rapi menghadap murid. Sedangkan kepala sekolah sedang berceramah didepan murid untuk memberikan amanat kepada seluruh murid.
Terik matahari yang semakin muncul dibalik awan membuat para murid dan guru kepanasan, bagaimana tidak sudah hampir 30 menit kepala sekolah berceramah didepan.
Namun tetap saja murid memperhatikan kepala sekolah, walau dalam hati murid sedang mengutuk kepala sekolah.
Dan salah satunya Ayana, yang sedang berbaris paling depan. Walau dia tampak memperhatikan, tetap saja ia mengutuki kepala sekolah yang ada didepannya itu.
"San, gue capek ni." bisik Ayana, namun tetap memperhatikan kepala sekolah yang masih belum selesai dengan amanat yang diberikannya.
"Bukan cuman lo aja, gue juga. Apalagi gue belum sarapan." bisiknya.sama seperti Ayana , Sandra juga tetap memperhatikan kepala sekolah, karena Sandra berbaris dibelakang Ayana.
"Pura-pura pingsan aja yuk. Gimana?"
"Gila lo, kalau ketahuan gimana?"
"Yah, tinggal masuk ruang BK. Kan selesai urusan."
"Masalahnya, nama kita jadi buruk disekolah ini."kata sandra, hampir saja ia kehilangan keseimbangan tubuhnya. Ia sedang menahan agar tidak pingsan. Karena sedari tadi pemandangannya mulai menggelap dan tangannya berkeringat.
"Iya deh, iya. Tapi dimana Vi--
Bughkk...
Dengan cepat Ayana berbalik, ia melihat Sandra terbaring dipangkuan murid lain.
Dengan segera Ayana berusaha mengangkat Sandra namun tidak bisa, mungkin karena berat badan sandra meningkat saat tidak sadarkan diri.
Dan semua para murid dan para guru tampak panik. Serta kepala sekolah berhenti berceramah.
"ANGGOTA PMR TOLONG BANTU!!" perintah Kepala sekolah dengan suara lantang.
Ketua PMR langsung menghampiri Sandra dan sebagain Anggota PMR lainya menyuruh para murid yang mengkerumuni Sandra untuk tetap ditempat agar upacara dilaksanakan.
Namun, saat Angga ketua PMR ingin menggendongnya, ia sudah kalah cepat dengan Gibran yang sudah langsung menggendong sandra menuju UKS. Langsung saja perlakuan Gibran itu mendapat siulan dari beberapa murid. Gibran tidak menghiraukan itu, ia tetap berjalan ke uks dan diikuti oleh Ayana dan Angga dari belakang.
Dan beberapa anggota PMR mengamankan murid agar tidak panik supaya upacara berjalan dengan lancar.
"Baik anak-anak kita lanjut." Ucap kepala sekolah yang kembali ditempat ia semula memberi amanat.
Semua murid langsung diam dan memperhatikan kepala sekolah.
*
*
Sandra terbaring dibangsal uks, sudah 15 menit ia berada diuks dan juga belum sadar. Didalam ruangan uks yang kecil itu terdapat P3K serta dua bangsal,dua kursi, meja disamping bangsal, gambar-gambar medis yang ditempel didinding serta peringatan dan lainnya.
Dan ada dua pria yang saling memandang tak suka satu sama lainnya. Ya, sekarang Gibran duduk didekat sandra sambil memegang telapak tangan sandra, sedangkan Angga duduk dibangsal dengan kaki jenjangnya lurus dan tangannya dilipat diatas dada, ya tak sepenuhnya duduk.
Sedari tadi Angga dan Gibran tak ada satupun dari mereka yang membuka mulut untuk berbicara, mereka hanya saling memandang tak suka satu sama lainnya.
YOU ARE READING
SAVAGARA
RandomCerita persahabatan anak SMA. Dimana mereka membentuk sebuah CIRCLE agar persahabatan mereka utuh selamanya. Dalam persahabatan mereka ada suka dan duka yang harus dijalani. Mulai post 8 mei 2021 (Terlalu lama didraft.)
