Amplop cokelat tanpa nama pengirim dan penerima, hanya ada seutas tali rami mengikatnya. Entah apa yang tersimpan di dalam, bisa narkoba, bisa juga surat cinta.
Start: April 1, 2021
End: January 1, 2022
Video di atas adalah cuplikan trailer yang aku kompilasi sendiri. Mungkin kalian akan mengenal beberapa wajah mereka, dan aku ingin mengingatkan bahwa mereka BUKAN visualisasi resmi dari ceritaku. Aku bikin video ini murni karena tujuan estetika, jadi jangan merasa imajinasi kalian hancur setelah menonton video ini.
Cerita ini fiksi, kalian mungkin akan jarang menemukan hal-hal menyentuh batin yang berkaitan langsung di kehidupan nyata. Cerita ini fiksi, aku sengaja mendeskripsikan karakternya memiliki visual yang cantik dan tampan.Cerita ini fiksi, jika kalian berpikir alurnya terasa kurang realistis, maka tidak perlu repot-repot untuk membaca. Tujuanku menulis cerita ini juga demi menyenangkan hati sendiri, karena banyak sekali karakter-karakter idaman yang mungkin tidak akan pernah kutemui.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Kisah ini menceritakan tentang tiga penghuni angkasa, yaitu matahari, bulan, dan bintang. Matahari mencintai bulan, maka dia mengirimkan seberkas cahaya untuknya. Suatu hari, bulan bertanya pada matahari.
"Apakah kita bisa hidup berdekatan?"
Matahari menggeleng.
"Jika begitu, kamu tidak mencintaiku."
Lagi-lagi matahari menggeleng.
"Lalu kenapa tidak boleh?"
Matahari menjawab, "Gerhana, dan mungkin kamu akan menghilang selamanya."
Bulan murka, dia lantas berlari menjauhi orbit, berharap matahari akan mengejarnya terbirit-birit. Namun kemudian bulan sadar, tanpa dirinya pun matahari masih sanggup menyinari semesta.
Suatu malam yang panjang, bulan bertemu dengan bintang. Bukan cahaya yang dia berikan, melainkan kehadiran yang dapat mengobati rasa kesepian. Hanya satu kekurangannya, kadang datang, dan kadang pula menghilang.
Kini bulan terlena dalam permainan petak umpet bersama bintang. Semakin lama dia malah melupakan matahari, sang pemberi kehidupan.
(Posted: April 1, 2021)
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Halo kenalin aku Dirori Mochi, selamat datang buat kalian yang baru aja baca sekelumit bagian awal dari ceritaku.
Jangan tanya ke author apakah cerita ini happy atau sad ending, kalau kalian baru sampai di prolog menurutku pertanyaan itu masih terlalu dini.
Setiap cerita pasti ada dinamikanya, daripada kalian pusing atau takut memikirkan akhir dari sebuah cerita, lebih baik kalian pakai waktunya untuk menikmati setiap chapter dengan perasaan tenang. Tapi ya kalau kalian masih penasaran, silakan tanya sama pembacaku.^^)
Aku ingin menekankan sejak awal, cerita ini mungkin berjalan agak lambat, kurang cocok bagi kalian yang bahagia jika diajak berlari cepat dengan segala plot twist yang tersembunyi.
Saat ini mungkin belum ada yang membaca curahan singkat di chapterku, tapi aku harap suatu saat kalian bersedia untuk meninggalkan jejak agar aku dapat berterima kasih sama kalian!⸜( ˙˘˙)⸝