Kebahagiaan itu ada saat kita bersyukur atas apa yang telah kita miliki.
Suparmi22
🌹 🌹 🌹
Seorang gadis masuk ke sekolah dengan membawa sebuah bakul kue.
"Hai Dinda"
"Pagi Rara" sapanya.
"Ica...pinjem buku PR fisika lo dong. Gue belum siap nih." Panggil sahabatnya yang bernama Indira.
Gadis yang di panggil pun menoleh ke sumber suara.
"Enak aja. Ngerjain sendiri dong, gue ngerjain fisika ini sampe gak tidur satu malem tau gak." Ica menyombongkan diri.
"Gak percaya gue. Palingan lo gak tidur karena buat kue-kue ini semaleman kan! Pinjem ya. Pliss.." Indira menangkupkan tangannya seraya memohon.
Ica tidak peduli dan berjalan menuju kantin.
Eitss. Ica ke kantin bukan untuk makan. Tetapi dia akan menitipkan kuenya di kantin untuk dijual kembali.
Nama gadis itu Ica. Annisa Sriyanti Wiratama. Seorang gadis ceria, ramah, rajin, dan cerdas. Sehingga dia mempunyai banyak teman.
"Eh. Kalian berdua pagi-pagi udah pada ngantin aja ya." Lagi-lagi Indira bersuara.
Indira Asyifa, gadis cantik yang sangat cerewet. Dia adalah salah satu play girl di sekolah. Dia juga pernah pacaran dengan kakak kelas yg cukup terkenal. Jangan lupakan Dika mantan pacarnya yang masih terus di kejar oleh Indira.
"Enak aja lo. Gue lagi nemenin Naila nih." ujar Melati sambil memakan mie goreng.
Dia Melati Putri Astuti. Gadis yang paling perhatian pada semua orang. Sangking perhatiannya, dia pernah menangis karena salah satu temannya terkena duri mawar.
Bayangkan gaess.. Hanya sebuah duri.
"Ih.. kan kamu makan juga." Kata Naila Firdausy. Gadis berhijab itu menampilkan raut tidak suka.
"Ya tapikan emang bener gue nemenin lo."
Tiba-tiba Indira langsung duduk disebelah Melati dan menyeruput minumannya.
"Woi minuman gue" teriak Melati.
Dengan tanpa berdosa Indira hanya tersenyum sambil menampilkan deretan gigi putihnya.
Ica hanya geleng-geleng kepala melihatnya. Dia mengeluarkan sebuah buku dan diberikan kepada Indira. Indira menerimanya dengan senang hati.
"Makasih Ica sayang... Kalian berdua gak mau nih." Indira menyodorkan buku itu.
"Ogah," jawab Melati dengan muka tidak suka.
"Ngambek nih ceritanya. Udah ah, gue mau ke kelas." Indira langsung pergi ke kelas meninggalkan ketiga temannya.
"Oh iya gue lupa." Tiba-tiba Ica mengingat sesuatu.
"BU.. INI KUENYA." Ica meletakkan kue yang dia bawa dimeja.
"IRA... TUNGGUIN GUE." Ica langsung berlari menyusul Ira - Indira.
"Eh buset, ini kantin neng bukan hutan." Melati menutup kedua telinganya.
Naila hanya tersenyum sambil melanjutkan makan.
***
Ica berlari di lorong sekolah. Secara tidak sengaja dia menabrak seseorang yang tiba-tiba muncul.
Bruk...
" Maaf gue gak sengaja."
______________________________________
Hai...
Ini adalah cerita pertamaku.
Jangan lupa tinggalkan jejak.
Vote dan comen teman-teman sangat berarti.
Terimakasih sudah membaca ceritaku.
BẠN ĐANG ĐỌC
Takdir Untuk Ica
Teen FictionMenceritakan takdir seorang gadis ceria, baik, cerdas, rajin, dan juga ramah. Namun tidak ada yang spesial dalam hidupnya. Bahkan hidupnya dipenuhi dengan ujian. Tapi dia tidak akan pernah menyerah. Dia Akan melakukan yang terbaik demi orang yang di...
