[ lumpuhkan ingatanku ]

807 73 32
                                        

Ohayo Minna..
Yeps, judulnya kayak lirik lagu hhe
Lagi terngiang-ngiang diotak

Selamat menikmati<3







Isak tangis yang memenuhi ruangan, lembabnya pipi bulat milik Izuku.

Langit-langit yang redup, sesuai dengan suasana hati Izuku saat ini,

Usaha melupakan Katsuki tidak membuah hasil sedikitpun,
walau bisa dibilang perlu banyak waktu.

Berbulan-bulan melupakan, berbulan-bulan pun bulir-bulir air mata Izuku turun, itu sangat berturut-turut.

Seperti mendaki gunung tanpa bakat.
Tersorot jatuh bertubi-tubi, menyakitkan.

Dari usaha mendapatkan hingga melupakan. Itu selalu gagal.

Seburuk itukah takdirku?
Kenapa cinta pertamaku sangat menyusahkan?
Yaa..untuk meredakan hati ini, aku harus membuang sampah dan tentu mencurahkan isi hatiku pada tumpukan sampah.

Berharap membantu, Izuku mulai menepakkan kakinya untuk beranjak dari ranjang. Sembari menghapus tangis konyol ini,

Melewati tangga-tangga, dan sampai kedapur.

Segera ia ikatkan plastik sampah agar tidak berserakan saat ia bawa, dan tentu menuju sang ibu untuk meminta izin keluar rumah.

"Baa-san, aku akan membuang sampah ini sembari berjalan-jalan sebentar keliling apartemen" izin Izuku.

"Aah??jangan kelamaan karna hujan sebentar lagi akan turun" inko-san memperingati sang anak.

Hanya membalas anggukan singkat, ia langsung beranjak keluar rumah. Walau pastinya akan dilupakan peringatan inko-san kepadanya.

Setelah melangkah beberapa meter, ia melihat rumah Bakugou yang hanya bersebelahan dengannya.

Dulu mereka selalu bermain bersama dari jendela sebelahan, namun sekarang Bakugou terus menutup jendela itu, tak ingin melihat apartemen disebelahnya.

Memang benar, aku hanya kerikil jalanan bagi kacchan.

Berhenti sejenak melihat keatas, dimana kamar Bakugou berada. Tersenyum tipis mengingat momen masa kecil,
Lalu melanjutkan jalan menuju penumpukan sampah.

[]

Sesampainya Izuku langsung melempar satu plastik sampah yang sedari tadi ia tenteng menuju tempat ini, dan mulai duduk dibagian bersih dari tempat sampah ini.

Mulai memaksa dirinya meresapi sakit yang ia rasakan, seraya menenggelamkan wajahnya kebawah menutupi air mata yang mulai berjatuhan.

Tanpa disadari, Bakugou Katsuki melihatnya dari luar tempat tumpukan sampah itu, dan membatin 'orang itu sehat?ia seperti orang bodoh yang tidak mempunyai rumah, cih' hanya itu. Dan melanjutkan jalannya, namun seketika berhenti mendengar Isak tangisan yang lumayan keras, membuatnya mendelik sebentar memperhatikan Izuku tajam.

Bakugou mendekatinya sedikit, tidak sampai Izuku bisa melihatnya. Cuma berada dibelakang lumayan dekat.

Dia menangisi siapa?
Bakugou bodoh, dasar lelaki budek.

Dengan cepat Izuku melihat kebelakang, karna ia akan bergegas pulang. Jika ia kelamaan menangis kebodohan ditempat sampah itu hanya akan membuatnya seperti orang konyol.

Karna Bakugou benar-benar dibelakangnya, berada di sebelah lehernya. Membuat ia terkekeh kaget dan akhirnya membuat mereka bertemu antara mata.

"Sedang apa kau, bajingan?"dengan nada serak khasnya Bakugou memecahkan keheningan dan tatapan itu, dia menatap kerah baju Izuku yang sudah basah akan air mata.

suki desu, kacchan ꒱Stories to obsess over. Discover now