00 - Beginning

21K 783 4
                                        

Jangan lupa vote atau komen ya temen-temen. Terima kasih!

*

“Ayahmu dibunuh,” ujar seorang pria dengan setelan jas lengkap. Jaehyun mengerenyitkan alisnya bingung dengan pernyataan tiba-tiba dari orang yang bahkan tidak dia kenal. “Kecelakaan pesawat itu disengaja. Pesawat itu di sabotase.”

“Tuan, aku tidak mengenal anda dan anda tiba-tiba menghampiriku lalu mengatakan hal aneh seperti ini. Bagaimana bisa aku percaya?” ujar Jaehyun yang saat itu masih terlalu muda.

Pria itu mengeluarkan selembar foto usang dan memperlihatkannya pada Jaehyun. Jaehyun menyipitkan matanya dan menatap empat orang yang ada di foto.

“Itu.. Ayahku..” lirih Jaehyun.

“Park Jungsoo, Jung Yunho, Lee Eunhyuk dan aku, Shin Changmin,” ujar pria itu sambil menunjuk satu persatu orang-orang yang ada di foto. “Pelakunya adalah dia, Park Jungsoo.”

Jaehyun mengepalkan tangannya kuat. Berusaha menahan emosi yang ingin meluap. Napasnya memburu.

“Tapi kenapa? Kenapa anda memberitahuku?”

“Kau harus tahu kebenarannya. Ayahmu dan Jungsoo adalah kandidat untuk CEO JS Group yang dulu bernama Glory Group. Semuanya berubah saat Jungsoo yang memenangkan suara dengan telak karena ayahmu meninggal. Tapi semua itu sudah terencana dengan jelas. Seminggu sebelum pemilihan, ayahmu mendapat tugas oleh Jungsoo untuk menghadiri acara di Jepang. Bahkan Jungsoo menyarankan agar ibumu ikut supaya mereka bisa liburan sebentar.” Changmin menjelaskan dengan detail kejadian delapan belas tahun silam pada Jaehyun.

“Jadi, itu bukan murni kecelakaan pesawat. Tapi itu adalah pembunuhan berencana? Haha, gila, dia mengorbankan banyak nyawa hanya untuk memenangkan tempat,” ujar Jaehyun dengan senyum miris.

Suasana sempat hening karena Jaehyun menitikkan air mata. Dia menunduk lesu setelah mendengar kebenaran dibalik kematian orang tuanya yang selama ini dia yakini adalah murni kecelakan pesawat.

“Terima kasih sudah memberitahuku, Tuan,” ujar Jaehyun setelah merasa lebih tenang.

“Panggil aku Paman. Aku dan ayahmu sangat dekat dulu. Jadi anggap saja aku Pamanmu.”

“Ya, Paman.”

Changmin mengulas senyum tipis. Semoga ini adalah tindakan yang benar karena selama bertahun-tahun perasaan bersalah selalu menghantuinya.

Dia dan Yunho sudah berteman sejak SMP dan Yunho lah yang membawanya untuk bekerja di Glory Group. Bisa dibilang, Yunho menyelamatkan hidupnya. Jadi, sudah saatnya dia membalas kebaikan temannya dengan memberitahu Jaehyun tentang kematian Yunho.

Changmin mengeluarkan sebuah kartu memori dari dalam sakunya dan menyodorkannya di depan Jaehyun.

“Simpanlah. Mungkin suatu saat kau membutuhkannya.” Changmin tersenyum tipis. “Setelah ini, jangan cari Paman lagi, ya.”

“Kenapa? Memangnya Paman mau ke mana?” tanya Jaehyun.

“Paman hanya ingin hidup dengan tenang mulai sekarang. Karena beban yang paman tanggung selama bertahun-tahun sudah Paman keluarkan di hadapanmu,” jawab Changmin.

“Apa Paman masih bekerja di JS Group sekarang?”

“Sehari setelah pemilihan CEO, Jungsoo langsung memecatku. Dia memecat semua pegawai yang direkrut oleh ayahmu. Lucu bukan, padahal mereka sama-sama merintis perusahaan itu.” Changmin tersenyum miris.

“Lalu, bagaimana Paman bisa menemukanku?”

“Selama ini Paman selalu mengawasimu. Tapi Paman terlalu takut untuk bertemu denganmu. Jadilah CEO yang baik bagi karyawanmu. Suatu saat jika kau memang mau membalas perbuatan Jungsoo, Paman tidak akan mendukung ataupun melarangmu. Semua terserah dirimu, Jaehyun,” ujar Changmin lalu menyeruput habis kopinya kemudian beranjak pergi.

REVENGE [JAEROSE✔️]Historias para obsesionarse. Descúbrelo ahora