part 1

10 3 0
                                        

 

   Choco berhenti saat memasuki gerbang sekolah yang megah yaitu SMA Styvoni Vederan, Ia menarik napas panjang  dan menghembuskan-
nya. Memegang tasnya dengan erat meyakinkan kembali dirinya. Tidak ada yang berubah semuanya masih sama seperti seminggu yang lalu. Memang Choco sudah seminggu tidak masuk sekolah karena masalah kesehatan.

   Choco melangkah melihat sekeliling lorong sekolah, kenapa sekarang lorong terlihat ramai? Semua anak perempuan berkumpul di depan kelas mereka masing-masing. Hmm, Choco tidak peduli, Ia tetap melangkah menuju kelasnya.

"Permisi" Saat Choco sampai di kelasnya dan berkata 'permisi',  tiba-tiba ada suara 2 orang siswi yang lantang memanggil namanya.

"Choco-!" Mereka berdua langsung memeluk Choco seperti seorang anak yang berpisah dengan ibunya dan baru bertemu. Siapa lagi kalau bukan Rose Arsella Luthien dan Astrinda Syara carlotha.

"Lepas, napas gw jadi bengek" Choco berusaha melepas pelukkan mereka yang sangat erat.

"Hehe, maaf ya cho, abisnya gw udah lama ga ketemu lu" Astrin minta maaf kepada Choco, karena pelukkan terlalu erat.

   Choco pun berjalan menuju mejanya dan duduk, Choco duduk sendirian, karena membuatnya lebih nyaman.
"Gw mau nanya, kenapa semua siswi berkumpul di depan kelas?" Choco bertanya kepada sahabatnya, karena Ia daritadi merasa heran.

"Oh, biasa mereka lagi nungguin 'pangeran sekolah' lewat" Rose menjawab pertanyaan Choco.

"Pangeran sekolah? Maksudnya?" Choco menjadi bertambah bingung.

"Tenang nanti lu juga tau, ok?" jawab Rose.

  Jam pelajaran pun dimulai, dan semua siswa masuk ke kelasnya masing-masing. Semua orang kabar menanyakan Choco.

Kring-!!!

Jam istirahat pun datang, semua siswa terlihat senang dan membereskan semua buku dan alat tulis, pergi berhamburan keluar kelas.
"Cho, nda. Kalian duluan aja gw mau ke perpus" kata Rose menyuruh mereka duluan.
"Ok gw sama nda, lu ga papa sendirian ke perpustakaan?" Tanya Choco, apakah Rose mau diantar atau tidak.

"Ga papa, gw ke perpus ya, kalian duluan aja, nanti gw nyusul" Jawab Rose, sambil memegang buku, dan pergi untuk menuju ke perpustakaan.

  Astrin menarik tangan Choco, dan pergi menuju kantin. Kantin tampak ramai seperti biasanya. Dan Astri dan Choco duduk, sambil menunggu Rose.

"Tumben Rose lama ya cho?  Biasanya dia ga selama ini, kalo ngebalikin buku." Astrin mulai khawatir dengan Rose, karena Ia tak selama ini untuk mengembalikan buku.

"Ia juga sih" Choco juga mulai khawatir.

  Akhirnya yang ditunggu datang,  Rose menghampiri Choco dan Astrin yang sudah lama menunggunya.

"Maafin ya gw lama, tadi ada kendala" Rose meminta maaf, karena merasa tak enak kepada sahabatnya.

" Ga papa, lu kenapa lama? Terus lu kenapa sampe keringetan? Baju seragam lu sampe lusuh? Lu juga kek ketakutan gitu?" Tanya Astrin seperti sedang mengintrogasi. Choco  mulai heran dengan penampilan Rose yang berantakan, tidak seperti biasa.

"Lu kenapa Rose? Kok ga pesen makanan?" Tanya Choco heran.

"Gapapa, gw ga bawa uang" Jawab Rose sambil menyeringai, tetapi ada rasa ketakutan yang muncul di wajahnya. Choco mulai curiga, sepertinya Rose sedang di ganggu.

"Lu lagi di ganggu sama orang? Ga kayak biasanya lu ga bawa uang, apa lu di palakin sama orang?" Tanya Choco yang mulai curiga, Rose kaget mendengar suara Choco sampai tersedak.

"Apa bener lu di palakin orang?" Tanya Astrin kepada Rose, karena mulai curiga. Rose ragu ingin menjawab pertanyaan mereka atau tidak, karena Ia takut jika memberitahu, Choco dan Astrin akan bertindak. Terutama Choco, Ia tidak tahan jika melihat sahabatnya di sakiti oleh orang lain.

"Sebenernya.....gw emang di palakin sama orang, orang itu yang sering disebut 'pangeran sekolah' ". Rose menjawab pertanyaan sahabatnya, dengan nada pelan, Ia memutup mata takut Choco mengamuk, seperti kejadian dulu.

"Pangeran sekolah? Siapa namanya? Kelas berapa?". Dan memang benar Choco mulai mengamuk, Choco menanyakan kepada Rose tentang si 'Pangeran sekolah' itu. Astrin dan Rose juga mulai takut dengan reaksi Choco, karena Ia menanyakan dengan nada yang dingin dan tatapan seperti ingin membunuh.

"Jawab pertanyaan gw-!, siapa orangnya?!" Tanya Choco kepada mereka berdua dengan nada tinggi. Sehingga membuat orang yang ada di sekitar menoleh ke arah mereka.

"Cho, tenang dulu, lu kan abis sembuh dari sakit, jangan kayak gini. Cuman masalah uang, gw masih punya" Rose mencoba menenangkan Choco, tetapi Choco tetaplah dirinya. Ia tidak tahan jika ada orang yang menyakiti sahabatnya.

"Jawab pertanyaan gw,  atau gw akan teriak dan tanyain ke mereka yang ada disini" Choco mulai berbicara dengam nada mengancam, agar Rose menjawab pertanyaannya, namun Rose tetap diam.

Astrin menghela napas dan menjawab pertanyaan Choco.
" Si 'pangeran sekolah' itu Devandra Styvoni, anak baru dari kelas 11 Mipa 5. Dia anak... " Padahal Astrin belum menyelesaikan pembicaraannya, tetapi Choco mulai pergi untuk mencari Devandra Styvoni.

"Kenapa lu kasih tau ke Choco sih? Kalau kek gini jadinya, Ia bisa kena masalah" Rose marah kepada Astrin, karena Ia memberitahu kepada Choco.

"Maaf Rose, gw ga punya pilihan lain lagi." Astrin merasa bodoh karena sudah memberitahukan kepada Choco.

Rose beranjak dari tempat duduk untuk menyusul Choco, begitu juga dengan Astrin. Mereka berdua takut jika kejadian yang dulu akan terulang lagi.

Choco berjalan dengan langkah penuh amarah, menuju kelas 11 Mipa 5, semua orang melihat Choco dengan heran, namun Ia tidak peduli. Choco pun sampai di kelas Devandra Styvoni.

"Dimana yang namanya Devandra Styvoni?!" Choco berteriak, kelas yang mulanya berisik, tiba tiba hening saat mendengar teriakan Choco.

"Lu siapa hah?!  Main teriak aja di kelas orang, ganggu banget" Celetuk salah satu siswi yang merasa terganggu atas teriakan Choco.

"Gw tanya, dimana yang namanya Devandra Styvoni?!" Choco bertanya lagi dengan nada lantang.

"Bisa ga sih, ga usah teriak kita juga punya telinga, emang kenapa lu nanya dimana Devan?" Tanya salah satu siswi yang mulai melangkah ke arah Choco.

"Bukan urusan lu" Jawab Choco dengan nada dingin.

"Gw nanya baik-baik kenapa lu jawabnya kayak gitu" Siswi itu pun mulai kesal atas sikap Choco.

"Gw tanya lagi, dimana yang namanya Devandra Styvoni?!" Tanya Choco yang mulai kehilamgan kesabarannya, karena tidak ada yang menjawab.

"Ada yang nyariin gw?"
Choco mulai menoleh ke arah sumber suara dengan tatapan dingin.

~~~~~~~~~~~~~~



Terima kasih telah membaca cerita ini, semoga kalian suka.

Jangan lupa tinggalkan jejak kalian.
Mohon maaf jika ada kekurangan dalam cerita ini.

Selalu jaga kesehatan.

Salam
Author^^














You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Mar 03, 2021 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

EccedentesiastWhere stories live. Discover now