2. LO LAGI LO LAGI

316 203 251
                                    

"Ishh, mana, sih?!"

Asya bersedekap dada, memandangi para siswa yang berseliweran hendak masuk sekolah. Dirinya kini berada di depan gerbang SMA Kelintang, menunggu seseorang.

Ini hari pembagian kelas. Asya sangat menginginkan sekelas dengan Sandra, sahabat kecilnya.

Asya menghentakkan kaki, mengurangi kepegalannya. Hampir 15 menit ia berdiri menunggu Sandra. Namun gadis itu tak kunjung datang.

"Asyanti!! "

Itu bukan nama Asya. Namun Asya tetap menengok ke sumber suara.

Muka masam Asya tunjukan pada orang yang memanggilnya. Dia Sandra, orang yang ditunggunya.

Sandra melangkah mendekat Asya. Gadis itu sedikit berlari mempercepat jalan.

"Muka lo asem banget. Belum mandi?" tanya Sandra sesampainya.

"Enak aja. Cantik kayak gini dibilang belum mandi," elaknya sok cantik. Eh, tapi emang cantik, sih!

"Dari mana sih San?" tanya Asya.

"Dari rumah lah."

"Semalam mesti lo begadang ngepet makanya datangnya lama?!" tuduh Asya.

"Astagfirullah. Kok tua? "

"Taulah gua kan yang jaga lilin. "

"Assalamu'alaikum sobat Jahanamers." Cowok bersuara bariton itu menyapa. Membuat kedua gadis yang disapanya menoleh.

"Kelek!" Kedua gadis itu berseru, tampaknya sangat terkejut.

Memasang muka masam, cowok itu berkata, "Alex bukan Kelek!" Alex angkat bicara sembari menampol kepala Asya dan Sandra bergantian. Kedua gadis itu meringis pelan.

Sudah puluhan bahkan ratusan kali Alex memperingatkan Asya dan Sandra untuk tak memanggilnya Kelek. Namun namanya sahabat laknat yah gitu, susah dibilangin.

Ngomong-ngomong soal Alex, ia adalah sahabat Asya dan Sandra dari kecil. Tapi Alex selalu menganggap Asya dan Sandra sebagai pacar kalau ditanya orang. Kata Alex mah gengsi gak punya pacar di jaman sekarang.

Asya menelisik wajah Alex, ia masih ragu kalau cowok yang dihadapannya adalah Alex. Pasalnya baru kemarin rasanya mereka bertiga mengadakan perpisahan untuk Alex.

"Lo sekolah di sini juga? Kok gue gak lihat lo pas MOS? " tanya Sandra.

Asya mengangguk setuju. "Bukannya lo mau pindah ke Bandung? "

"Tadinya kayak gitu. Tapi gue kasian sama kalian, nanti bakal rindu berat gak ada gue. "

Uwekhh

Sontak, Asya dan Sandra merespon jijik. Sahabat laki-lakinya itu memiliki tingkat kepedean yang sangat tinggi. Maklum, Alex adalah makhluk adopsi dari planet Mars.

Asya mendecih. "Kenapa gak pindah ke Bandung aja."

"Kalo perlu pindah ke akhirat!" lanjutnya.

"Gue suka gaya lo, sya, " timpal Sandra.

Alex memaksa senyum, bersabar. "Katanya kita sahabat dunia akhirat. Berarti kalo gue ke akhirat kalian harus ngikut. "

"Okeh gue ikut. "

Alex terharu mendengarnya.

"Bego lo ,sya. Lo mau ikut Alex ke akhirat? " tanya Sandra.

"Nggak lah. Maksud gue mau ikut tahlilan kematian Alex, lumayan dapat duit. "

"Ngajak gue, ntar berangkatnya bareng," tambah Sandra.

Alex diam. Maksudnya diam mendoakan semoga Tuhan menurunkan azab untuk Asya dan Sandra.

SAKATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang