"Maaf, kita temenan aja, ya."
Entah mengapa, kalimat itu selalu membuntutiku kemanapun aku pergi. Aku, Erik Garcia, dikenal sebagai lelaki paling sial dalam urusan percintaan. Bagaimana tidak? Aku sudah ditolak sebanyak delapan kali oleh perempuan yang sama! Ada dua kemungkinan: aku terlalu percaya diri, atau urat maluku yang sudah putus. Tapi sepertinya kemungkinan kedua lebih masuk akal.
Hari ini adalah hari pertama pantatku bersentuhan dengan bangku Sekolah Menengah Atas. Hari yang selalu kunantikan sepanjang hidupku. Kuselipkan harapan di setiap doaku, "Ya, Tuhan, semoga genre SMA hamba romansa-komedi!"
Aku harus tampan maksimal demi merebut hati para siswi. Setelah membasahi rambut dengan air keran di toilet siswa, aku melangkah dengan mantap di koridor. Sebenarnya aku agak gugup saat melakukannya. Aku tidak terbiasa dengan tatapan-tatapan itu. Ya, aku menjadi pusat perhatian semua orang yang ada di koridor!
"Ih, ganteng banget!"
Jantungku berdegup kencang tatkala mendengar suara renyah seorang perempuan yang berada tidak jauh di depanku. Dia begitu cantik. Pandangannya tertuju padaku. Apakah ia menyukaiku?
"Hm ... makasih." Aku berusaha bersikap keren layaknya aktor yang kutonton di film beberapa hari lalu.
"Hah, apaan sih?!"
Aku mengerutkan kening.
"Aku bicara sama yang di belakang kamu."
Sakit! Hatiku hancur berkeping-keping! Aku harus mengambil sapu untuk membersihkannya agar tidak ada yang terluka saat menapakkan kaki di sini.
Ini baru hari pertama, tapi aku sudah mengalami penolakan yang teramat pahit. Masih ada 1.094 hari lagi yang harus kujalani sebagai siswa di SMA ini. Sepertinya aku harus mengubur 'mimpi'-ku dalam-dalam.
YOU ARE READING
Cara Menjadi Fuckboy yang Baik dan Benar
Teen Fiction[TAMAT] Erik yang ingin menjadi fuckboy di bangku SMA malah terjerumus ke pergaulan bebas dan terlibat dalam masalah besar! Sementara itu, Angga-siswa tampan yang bodoh dalam cinta-hendak berubah menjadi lelaki yang piawai soal asmara. Kedengaranny...
