Roda kehidupan akan selalu berputar, benar bukan?. Kadang kala senang, juga kadang kala sedih. Serupa dengan cinta, cinta memang tak selamanya akan baik-baik saja, akan ada batu ditengah perjalanan. Memang sudah hukum cinta, akan ada satu pihak yang...
bismillah, typo bertebaran jan lupa tinggalin votement
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
*anjay keren
[ Phrincelyn ] . . . . . cinta memang begitu ya? aku sebenarnya tidak mau tahu jauh lebih dalam tentang masa lalu kamu, tapi.. kenapa keadaan selalu memaksaku untuk mengerti lebih dalam lagi. untuk kesekian kalinya aku sakit, haha. tapi anehnya, aku masih mencintaimu.
"Cel, gue boleh cinta sama lo ga?" Ujar seorang lelaki yang sedang duduk dibawah sebuah pohon apel.
"Ngapain lo pake ijin segala?" Sahut seorang wanita yang mulai mendaratkan pantatnya disamping lelaki tersebut.
Setelah mendengar jawaban dari wanita tersebut, lelaki itu terdiam. Menatap langit biru yang dihiasi awan bak bola-bola kapas yang sangat cantik. Menghirup nafas kemudian menghembuskannya. Setelah kejadian itu, mereka memang sedikit canggung untuk saling berbicara, jangankan untuk berbicara bertegur sapa pun mereka harus berpikir berulang kali.
Lelaki itu menatap wanita cantik disampingnya. Wajahnya masih sama seperti dahulu terakhir kali saat melihatnya di bandara kala itu. Rambut sebahunya kali ini sudah semakin panjang, sepertinya dia tidak memiliki niatan untuk mewarnainya. Lelaki itu tersenyum.
"Kenapa senyum?" Sontak pertanyaan itu terlontar dari bibir wanita berambut se pinggang yang kini sudah menghadap ke arah lelaki itu.
"S-siapa? G-gue?" Lelaki itu terkejut, namun sebisa mungkin menetralkan raut wajahnya.
"Gak, itu pohon yang disebelah sono tuh" Wanita itu menunjuk pohon apel lain yang berada di seberang sana. "Ya lo lah, siapa lagi"
"Lagi mengagumi ciptaan tuhan Cel" Jawabnya.
"Dih, apa banget sih lo. Ayo kesana, mama uda manggil" Ujarnya sambil mengarahkan pandangan ke sisi lain. Benar adanya seorang wanita yang sudah cukup dibilang tua itu melambai kepada kedua anaknya.
"Sini nak, ayo makan bareng" Teriaknya dari kejauhan. Wanita dan lelaki itu berdiri dari posisinya lalu menghampiri ibunya yang berada tidak terlalu jauh dari tempatnya berdiri.
Keluarga kecil ini sedang mengadakan makan pagi di kebun apel milik seorang Pengusaha bernama Jhonny Elvarette. Merayakan kepulangan putranya selepas kuliah di New York City. Mereka saling bertukar cerita, sesekali diiringi gelak tawa kebahagiaan diantara mereka mengikis sebuah rasa canggung dari seorang wanita dan lelaki tersebut.
.....
hallow readers yang cakep' , sabi lah kalo ninggalin jejak dengan cara votement+comment.
xixi, ini masi prolog. maaf jika masih ada bahasa yang campur aduk kek gado-gado. sarannya saya tunggu