O.O | Target

20 6 0
                                        

ATTENTION PLEASE!

100% Fiksi 》
《 Visual hanya u/ kepentingan cerita 》
《 Hasil mikir, hasil halu sendiri 》
PLAGIAT = MALING
mikir sendiri dong kalo mau berkarya:^
Aki yakin kok kalian bisa lebih baguss
《 Harus Happy Reading Pokoknya
《 Gak Boleh Nangisss karena ayangnya fiksi

RAMEIN DENGAN KOMEN!

SIAPIN MENTAL,

SEMOGA HUJAN DUIT MENIMPAMU!

SELAMAT BERLAYAR!

•●•

-O.O | Target-

Suasana malam begitu sunyi dari atas rooftop gedung setinggi 18 lantai. Para pekerja kantoran yang lembur di gedung ini berbondong-bondong pulang ke rumah masing-masing. Berbeda dengan gue, yang baru mulai pekerjaan larut malam gini. Ditemani permen karet favorit rasa melon, gue mantau keadaan bawah gedung sambil masang sniper di tempat yang aman dari pengintaian CCTV.

"Sniper siap, peluru siap, tinggal jedor,"

Gue nguncir rambut pendek gue yang berwarna dark blue ini. Biar nanti pas mau bidik orang berjalan dengan mulus kaya pantat bayi.

Kenalin besti,

Nama gue Maharani Almahera, pacar Haechan NCT Dream (upit hehe). Orang-orang biasa panggil gue Mahaa aja, huruf a di belakang h harus dua ya!

Umur gue masih dedek-dedek, jangan dipanggil noona, eonni, apalagi tante. Gue baru naik ke kelas 11 IPA 3 di SMA Triangga. Tau gak? Itu SMA swasta yang baru berdiri sekitar 4 tahunan, letaknya ada di ujung JakSel berbatasan dengan kota Depok. Sekolah elit tuh! Bayaran SPPnya aja ampun-ampunan. Kalau gue jadi murid normal yang kegiatannya cuman belajar-main-main-main-main-lagi sepertinya gue akan ditendang sampai keluar planet ini.

Karena kurang mampu buat bayar SPP, maka dari itu selain sekolah gue juga ambil kerja part time. Ya... selain buat bayar SPP tambah-tambah buat jajan di keranjang oren juga lah.

Dan inilah kerjaan gue. Mantau keadaan dari atas gedung sambil pegang sniper. Gak usah kaget deh ya, soalnya gue sudah terlatih bar-bar sejak dini.

Belum lama ini, gue kerja sebagai pembunuh bayaran.

Iya bener!

Yang kalo udah bunuh orang dapet duit tu.

Buat lo, lo pada, gak usah sok-sok-an bunuh orang ya kalo bukan profesional kaya gue.

"Apakah kamu melihat targetnya?" Ujar seseorang di seberang sana. Itu bos gue, besti.

Dari kriteria yang bos gue sebutin waktu rekrut gue jadi pembunuh bayaran, bandit yang diincarnya suka masuk ke kedai teh jepang yang ada di perempatan jalan ini tepat jam sepuluh malam.

Dan sekarang, tepat jam sepuluh malam gue lihat seorang cowok muda dengan rambut agak gondong sampai nyentuh kerah belakang jaket bombernya. Di tangan kanannya banyak gelang tali, sedangkan tangan kirinya yang megangin tas selempang, melingkar sebuah jam tangan tangan yang kelihatannya sangat mahal.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Aug 02, 2022 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

ANKĒWhere stories live. Discover now