_Part 1_

10 3 0
                                        

Della membuang nafas kasar saat mengetahui Anna tak jadi pergi, Della membuang ponselnya sembarangan bersamaan dengan merebahkan tubuhnya diatas kasur berseprai coklat miliknya.

Della sudah siap dengan outfitnya, namun Anna malah membatalkan jalan mereka. Della tidak dapat menyalahkan anna sepenuhnya, karena Anna sendiri juga terpaksa. Kedua orang tuanya tiba-tiba menyuruh Anna untuk dirumah seharian, entah untuk apa? Mereka tidak tau. Tapi sepertinya Della punya insting yang buruk tentang nasip sahabat dari zaman purbanya itu.

'drrrttt ddrrrtt'

Getaran yang berasal dari ponsel mengalihkan perhatian Della. Gadis itu mengambil ponselnya dan nama Dea tertera dilayar itu. Della mengangkat telpon dari Dea.

"Apaan Lo nelpon gue" sewot della.

"Kenapa Lo ngegas euh?" Suara Dea terdengar bingung diseberang sana.

"Bad mood"

"Pas banget, jalan yok"

"Males"

"Yoklah, gabut gue dirumah nih"

"Otw 5 menit Lo harus siap"

Tut Tut Tut..

'ga jadi jalan sama Anna, Dea pun jadi'

Della tersenyum sumringah. Gadis itu dengan cepat membenarkan jilbabnya yang sangat berantakan, memakai sedikit bedak my baby dan lip blam. Mengambil kunci motor dan langsung keluar dari kamar.

"Bunda Della izin jalan bentar" teriak Della. Sang bunda yang tengah menonton sinetron suara hati istri hanya mengangguk tanpa melihat kearah putri sulungnya itu. Della mendengus, bundanya memang seperti itu jika sudah berhadapan dengan sinetron yang sedang marak didunia ibu-ibu.

"Ka beliin aku cilok" kali ini Bella yang berteriak dari dapur.

"Ga janji"

"Pokoknya kalau pulang aku tagih"

"Serah lu"

Della keluar dari rumah tanpa Salim dengan bundanya. Yah memang tidak pernah kecuali sebelum berangkat sekolah. Katanya gengsi dan malu-malu gimana gitu. Memeluk bunda dan abinya saja Della tidak pernah. Terakhir saat dirinya masih kecil. Bahkan dulu jika Della berani memeluk sang bunda, Della dikasih jajan 2 rebu oleh bundanya. Tentu saja dia mau. 2 rebu dimasa dulu itu banyak woi bagi anak kecil.

Della meninggalkan rumahnya dengan motor maticnya. Della yang memang agak bar-bar selalu ngebut dijalan raya tanpa peduli dengan sumpah serapah netizen. Della dengan santai menyalip motor dan mobil yang dilewatinya. Hanya membutuhkan waktu kurang dari 5 menit, Della Sampai dirumah Dea.

Tanpa tau malu, Della berteriak didepan rumah Della. Padahal dia hanya perlu turun dan berjalan 2 langkah langsung berhadapan dengan bel.

"DEA!!!"

"WOI INI RUMAH GUE BUKAN UTAN JANGAN TREAK" suara Dea menyambut telinga Della.

"LO JUGA TREAK BEGO"

"ya kan Lo yang mulai"balas Dea sembari membuka pintu gerbang rumahnya dan menatap Della sewot.

"Udahlah yok cabut"

"DELLA JANGAN NGEBUT-NGEBUT YA, KASIAN ANAK TANTE" suara teriakan yang 3 kali lebih besar dari suara Della tadi terdengar cukup memekakkan telinga. Suara itu berasal dari Tante Hana, mamanya Dea.

"IYA TANTE!!!Astaghfirullah emak Lo"

"Emak gue perhatian banget" Dea memegang kedua pipinya sok-sokan haru.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Feb 10, 2021 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

One I GuessTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang