{you better read this with the audio!}
/// ///
"P-paman, l-lepas ku mohon" ucap gadis ini terisak. Pria kekar yg disebut paman ini menyeringai melihat gadisnya ketakutan. Seakan rasa takutnya adalah energi paman setiap hari. Ia mendekatkan pisau yang tadi ia gunakan untuk menyayat tangan gadis malang ini pada wajahnya
"P-paman" Velerie semakin ketakutan saat darahnya dari pisau menetes pada pipinya
"Kamu tahu akibatnya kalau kaburkan?" Ia mengangguk takut "Lalu kenapa berusaha kabur? Kamu ingin aku melakukan ini setiap hari?" Velerie menggeleng cepat
"E-engga" Sang paman menyayat kecil pipi Velerie malang ini
"A-aah paman c-cukup" ringisnya, paman tertawa lepas, tawanya menggema di ruangan ini
Seketika tawanya terhenti, ia menatap Velerie tajam dengan mata elangnya
"Kalau kamu melakukannya lagi, maka ini yang akan jadi gantinya" pria ini menunjuk ke arah jantung, lalu melepaskan satu persatu talinya. Tak lama ia pergi meninggalkan ruangan berkayu ini. Tidak lupa untuk menguncinya
"A-arghh" ringis Velerie. Ia memegangi tangannya yang penuh darah
. . .
Hari ini aku harus berhasil kabur, jika tidak berati malam ini aku akan mati. Tetapi hujan malah merusak suasana. Rasa takut ku pada paman semakin menjadi jadi. Membuat nyali ku menciut untuk kabur. Dan di tambah lagi aku belum tahu bagaimana rencananya untuk lari dari sini
Dua cara kemarin gagal total, hingga tangan ku menjadi korban sayatnya. Padahal cara kemarin adalah cara paling bagus untuk kabur. Tapi paman terlalu pintar untuk aku yang bodoh ini
Aku membentur benturkan kepala pada tembok kayu ini, berharap sebuah ide muncul di otakku.
Tiba tiba kupu kupu muncul dari ventilasi. Aku menatapnya, ia berputar putar mengelilingi kamar ku seperti orang tersesat. Padahal tidak jarang ia keluar masuk dari kamar ku
"What are you doing.." gumam ku pada si kupu kupu. Tak lama ia hinggap pada knop pintu. Yang lebih tepat nya lagi, pada lubang kunci
Seketika aku termenung melihat lubang kunci. Aku beranjak dari kasur dan mengintip pada lubang itu. Di luar ada lemari, tingginya kira kira satu meter, dan di sebelahnya ada tongkat base ball. Seketika aku tersenyum karena mendapat ide.
CRATTTTTT
"Aarghhh!!"
Samar samar aku mendengar seseorang meringis
"Hahhh hahhh stop please! This hurt- ARGHHHHHHHHH!!!!!"
PRANGGGG
Hening.
Tukk
Tukk
Tukk
Suara langkah kaki
Cepat cepat aku kembali ke atas ranjang. Jantung ku berdegup kencang. Sepertinya paman membunuh orang lagi
Suara membuka kunci terdengar sebelum akhirnya paman masuk ke dalam kamar ku. Seperti biasa paman masuk tanpa berbicara.
Aneh
Tidak ada sedikit pun noda darah
Ia membawa nampan berisi makanan dan satu gelas air putih. Aku melirik ke arah pintu.
Kunci itu menggantung
"Kamu masih ingat akibatnya kalau kaburkan?" seakan ada hantaman, aku terkejut ketika sadar paman sedang menatap ku tajam dengan mata elangnya
Aku menunduk dan mengangguk takut. Jantung ku berdebar kencang, paman mendekatkan wajahnya pada ku, jarinya mengangkat dagu ku agar aku menatapnya
Lalu Ia menyeringai
. . .
Ku lihat di televisi, sekarang sudah pukul setengah delapan. Sepuluh menit lagi paman akan datang untuk mengantar makan malam. Semoga kali ini rencana ku berhasil. Kalau tidak, berati 7 tahun ku akan sia sia hidup di dunia. Jantung ku berdegup kencang. Aku sangat gugup hingga rasanya aku seperti mengidap penyakit tremor
Lima menit berlalu, aku masih belum tenang. Karena ini ketentuan hidup ku antara hidup dan mati. Perkataan paman terus terngiang di kepala ku. Aku membentur benturkan kepala pada tembok. Berusaha menghilangkan suara paman di kepala ku. Besar kemungkinannya aku akan mati malam ini. Siapa yang bisa tenang di saat saat seperti ini?
Takut. Itu yang ku rasakan sekarang. Membantah paman, berarti sama saja seperti bunuh diri. Tapi jika tidak, empat hari lagi aku akan menjadi salah satu korban mutilasi-jualnya
Tak lama suara kunci membuka pintu tedengar.
Ini saatnya rencana ku dijalankan
Paman membuka pintu dan masuk ke kamar ku
Seakan ketakutan aku tiba tiba berdiri di atas ranjang "Paman! Ada binatang di bawah ranjang ku!"
Ia menatap ku lama, lalu menyimpan nampan itu dan berlutut untuk melihat ke bawah ranjang
Tak mau menunggu lama lagi aku melompat dan berlari ke arah pintu
"HEI!"
Paman bangkit hendak mengejar ku. Tapi pergerakkan ku menutup dan mengunci pintu kamar dari luar lebih cepat dari pada paman. Lemari di depan pintu ku jatuhkan hingga menghalangi pintu. Dan untuk berjaga jaga aku membawa tongkat base ball itu
DUGGG
DUGGG
DUGGG
Aku menuruni anak tangga. Di atas, paman berusaha mendobrak pintu
Tapi, Seketika rasanya jantung ku berhenti melihat pemandangan di depan ku. Ada tubuh seseorang tergeletak dengan darah dimana mana, dan lebih parahnya lagi, jantungnya berada di luar. Apa paman benar benar akan membuat ku seperti itu?
Aku mengingat ngingat wajahnya untuk berjaga jaga-
"Hey, mau kemana?"
Orang yang berbicara menepuk pundakku. Aku menengok untuk melihat wajahnya. Dia,,,
BRAKKK
Sialnya, paman yang ada di kamar ku berhasil mendobrak pintu
tbc. ngomong ngomong part selanjutnya di private 🙏🏻
KAMU SEDANG MEMBACA
No one cares
HororJika dalam cerita Rapunzel, sang nenek berparas muda itu mengurus Rapunzel dengan baik, dan mengaku sebagai ibu kandungnya, bagaimana jika ini bukan seorang nenek nenek? Melainkan pria berbadan kekar , namun hobinya memegang pisau dengan darah di uj...
