ERLANGGA | END

By pawssieshc

3.4M 103K 1.1K

FOLLOW DULU BARU SECROL ! Sesama anak tunggal kaya raya yang di satukan dalam sebuah ikatan sakral? *** "Lo... More

01. Pertemuan Pertama
02. Pulang Bareng
03. Daren Alpheus Zorion
04. Bohong?
05. Keributan
06. From Someone
07. Wedding
08. Awal yang Baru
09. Nonton Bareng
10. Satu Atap
11. Masuk Tim
12. 5 Menit Cukup?
13. Peliharaan Baru
14. Ungkapan
15. Turnamen
16. Kepergok!
17. Omah Sarah
18. Pindah
19. Perasaan
20. Jebakan
21. Milik Sepenuhnya!
22. Kepergian
23. Sendiri
24. Hari Berikutnya
25. Menang or Kalah?
26. Berita Buruk
28. Kembali
29. Belum Membaik
30. Muak
31. Rumah Sakit
32. Terpaksa
33. Masih peduli?
34. Kenyataan
35. Berduka
36. Pemakaman
37. Tiba Saatnya
38. Kesedihan
39. Ujian
40. Pisah Rumah
41. Cek up
42. Study Tour
43. Truth or Dare
44. Pantai
45. Papa Muda
46. Aku Kamu Nih?
47. Bersama Mereka
48. Pulang
49. Bukti
50. Takut Kehilangan
51. Gak Terima?
52. Pengakuan
53. Kelulusan
54. Marah
55. Anin Birthday's
56. Rese
57. Sate Ayam
58. Kebohongan
59. Yang Katanya Rumah
60. Insiden
61. Akhir dari Kisah
62. Bucin
63. Dubai
64. Welcome baby! [END]
ANNOUNCEMENT
OPEN PO!!
CERITA BARU

27. Siapa Salah

41.1K 1.3K 6
By pawssieshc

Cup

Tanpa kesadaran pria berbalut jaket kulit itu memberi kecupan kecil dan di teruskan hingga keciuman yang lebih dalam dan intens. Dia membiarkan tangannya tetap pada pinggul si perempuan.

Secara bersamaan mereka menjatuhkan tubuhnya di atas kasur dengan posisi intim, mulai membuka bajunya masing masing.

Brak.

"NGAPAIN LO SAMA DIA GOBLOK!"

Plak!

Crash!

Bugh!

Dengan sekuat tenaga Daren menarik Erlan, menampar, memukul, dan membabi buta laki-laki itu dengan ganas. Napasnya memburu saat pertama kali melihat laki laki yang dia yakini bisa membahagiakan perempuan yang amat ia cintai ternyata sebejat ini.

"SADAR!"

"SADAR ANJING! LO ITU UDAH PUNYA ANIN! CEWEK LO! ISTRI LO! DIA MASA DEPAN LO! GAK SEHARUSNYA LO KAYA GINI DI SAAT HUBUNGAN KALIAN LAGI HANCUR, BODOH!"

"GUE TAU LO LAGI KECEWA SAMA ANIN! TAPI GAK GINI CARANYA LAN! TANPA SENGAJA LO BISA BIKIN ANIN LEBIH KECEWA SAMA LO, KALO DIA LIHAT KELAKUAN LO DI LUAR KAYAK GINI!"

Napas Daren tersegal segal, matanya memanas, terlebih lagi menatap Syela, sudah seperti mau memakan orang. "Bitch!"

"Akhhhh...." Erlan merintih kesakitan merasakan ngilu di sekujur tubuhnya. "G-gue----- minta ma-af."

"CEMEN!"

Bugh!

Bugh!

Daren pun melayangkan kembali pukulan padanya, tidak memberi ampun. Teman yang di yakini bisa menghargai perempuan ternyata bisa melewati batas seperti ini.

Syela yang sebenarnya sadar langsung marah melihat Erlan di pukuli. "DAREN STOP! Lo apa apaan sih!"

"LO YANG APA APAN BITCH!" bentak Daren.

"Kasian Erlan! Jangan bunuh dia..." mohon Syela.

"Tau apa lo tentang kasian, HAH?! Seharusnya lo sadar diri! Intropeksi diri! Erlan itu udah punya cewek! Gak seharusnya lo goda dia terus menerus SYELA!" Daren berteriak.

Namun Syela malah menggeleng. "ENGGAK! Lo salah, Ren! Seharusnya Anin yang intropeksi diri! Dia yang udah rebut Erlan dari gue! Dia udah rebut kebahagian gue! Kalo aja dia gak datang ke kehidupan Erlan mungkin Erlan bisa kembali sama gue! Dan gue berhak rebut kembali kebagaian gue yang udah dia ambil!"

"Anin ngerebut kebahagian lo lo bilang?" Daren berjalan mendekati Syela, dan Syela reflek mundur.

"IYA! DIA YANG UDAH REBUT KEBAHAGIAAN GUE!"

Daren terkekeh miring menyunggingkan senyuman meremehkan. "NGACA! Muka kaya jamet aja belagu!"

Sret!

"ARKH!! Le-pas!" Syela menahan tangan Daren yang berada di lehernya, Daren mencekiknya.

"Gak akan gue lepasin sebelum lo bersujud minta maaf di kaki Anin!"

"G-gak! S-sam-pai kapan pun g-gue gak akan pernah m-minta ma-af sama dia!"

"Oh gitu...." Daren mengapit leher Syela semakin kencang sampai perempuan itu tidak dapat menapak.

"Da-ren! Turunin g-gue!"

"Ogah! Mager gue lepasin lo! Mending kayak gini aja gak sih sampe pagi! Lumayan kan, lo gak perlu repot repot gantung diri! Gantung di tangan gue aja udah bisa bikin lo menghembuskan napas terakhir."

Suara tawaan Daren menggema di dalam ruangan, kali ini d8q merasa puas dengan apa yang di lakukannya. Meskipun sadar, jika semua ini akan berpengaruh pada dirinya sendiri.

Tiba tiba terdengar suara langkah kaki yang mendekati ruangan.

"Daren berhenti! Lepaskan Syela!" pinta pak Adi.

Ternyata pak Adi, Nando dan Fatur datang bersamaan saat mendengar kabar bahwa Erlan dkk pergi ke club.

"Iya bang lepasin, jangan pake emosi, masih bisa di selesain pake kepala dingin," ucap Fatur.

Daren menghembuskan napas dan melepaskan Syela dalam kungkungannya. "Selamat lo sekarang!"

"Kalian ini sudah membuat saya malu! Kita datang ke sini bukan untuk main main! Tapi dengan cerobohnya kalian mencoreng nama baik sekolah kita sendiri!" kecewa pak Adi.

"Saya pikir kalian bisa bersikap dewasa! Ternyata sama aja kayak anak SD!"

Daren dan Syela menunduk.

"Maaf pak."

"Saya tidak butuh kata maaf! Sekarang juga! Daren, Erlan, Syela! Kalian bertiga ikut saya bersama teman teman kalian yang lain untuk masa rehabilitas!"

"T-tapi pak, besok kita jadi pulang ke indonesia kan?" tanya Syela.

"Tidak jadi! Gara gara kalian semua kepulangan kita di tunda!"

"HAH? Yang bener aja pak! Batas waktu kita kan cuma sampai hari ini! Tiket pesawat saya sia sia dong kalo kaya gitu!" protes Daren mengusap kasar wajahnya.

"Itu bukan urusan saya! Yang jelas kita gak jadi pulang! Kita tunggu sampai keadaan mereda!"

"Ayo! Kalian semua ikut saya!" perintahnya.

Dengan berat hati mereka mengikuti apa kata pak Adi. Mereka semua keluar dari ruangan dengan Erlan yang di papah oleh Fatur dan Nando, adik kelasnya.

°°°°


Gelapnya malam telah terganti, cahaya sinar matahari menyinari ibukota jakarta, semua orang menjalankan aktivitas seperti biasa di gedung gedung tinggi.

"Lo harus makan Nin, gue suapin ya, buka mulut lo, aaaaa." Lexa menyodorkan sendok di depan mulut Anin.

"Enggak Sa! Gue gak mau..." rengek Anin menolak mentah mentah untuk yang kesekian kalinya.

"Tapi lo harus makan Nin! Tadi gue yang suapin, lo gak mau, sekarang sama Lexa gak mau juga, mau lo apa sih," ucap Agnes.

"Ya intinya gue gak mau!" balas Anin.

Lexa sudah menyerah, menaruh kembali mangkuk berisi bubur di atas meja.

"Lo mau makanan yang lain? Gue beliin deh, lo mau apa?" tawar Lexa.

"Nggak Sa, gue gak mau makan apa apa," lirih Anin, Anin menunduk memperhatikan tangannya yang di pasang infus.

"Lo lupa apa kata sepupu lo tadi? Lo harus banyak makan, apalagi kondisi kesehatan lo yang lagi memburuk, udah mah badan kurus kering kayak gini kalo lo gak makan ya udah jelas kaya triplek," ucap Agnes.

Plak

Lexa menggeplak Agnes. "Lo kalo mau ngehina mininal ngaca dulu lah anjir!"

"Dih apaan, gue mah bahenol gini, banyak isinya."

"Iya kaya kudanil!" ketus Lexa.

Anin terkekeh geli menyaksikan sahabatnya yang saling adu mulut, disaat kondisi seperti ini mereka berdua selalu saja ada cara untuk menghiburnya, dan soal ucapan Agnes tadi itu hanya candaan biasa baginya, jadi tidak menganggap serius.

"Nah gitu dong ketawa!" seru Lexa melihat Anin yang diam diam menyunggingkan senyuman.

"Salah lo Nes kalo lo nganggap gue kurus kering kaya triplek! Gue ini body koreah! Cuma salah negara aja," ujar Anin membenarkan ucapan Agnes.

"Hooh bener! Kurus salah, berisi salah, emang paling bener kita pindah negara ajalah," balas Agnes.

Mereka tertawa terbahak bahak. Kalo sudah sefrekuensi gini memang paling seru. Semua rasa sedih bisa mereda.

"Nin, lo udah sarapan?" Agres datang memecahkan keramaian.

"Eh, Res, hehe." Anin menggaruk pipinya.

Agres menaikkan alisnya. "Ngapain lo hehe hehe?"

"Bentaran deh gue makannya, gara gara mereka berdua nih gue gak makan makan," adu Anin.

Seketika Agnes dan Lexa melotot. "Anying! Mana ada! Orang lo sendiri yang ngotot gak mau makan kok!"

"Fintah huuu fitnah.... Gak bener itu Res, mereka berdua kok yang salah, gue mah mau makan, tapi mereka nya aja yang ngajak becanda mulu."

Agres melayangkan tatapan datar. "Gak usah banyak drama! Cepet sarapan! Gue tunggu sepuluh menit lagi! Kalo sampe lo belum sarapan juga, gue terbangin lo ke luar negeri sekarang ya!" ancamnya.

"Ih ko gitu sih ngancemnya? Ah lo mah gak asik!" Anin mengerucutkan bibirnya.

"Gak usah di manyum manyunin gitu bibirnya, lo udah jelek tambah jelek!"

"Bodo amat!"

"Tapi gue gak mau makan bubur Res...."

"Trus mau makan apa?"

"Makan lo aja boleh gak."

"KANIBAL."

Continue Reading

You'll Also Like

775K 52.5K 42
"Enak ya jadi Gibran, apa-apa selalu disiapin sama Istri nya" "Aku ngerasa jadi babu harus ngelakuin apa yang di suruh sama ketua kamu itu! Dan inget...
3.8M 297K 49
AGASKAR-ZEYA AFTER MARRIED [[teen romance rate 18+] ASKARAZEY •••••••••••• "Walaupun status kita nggak diungkap secara terang-terangan, tetep aja gue...
1.1M 50.4K 41
Menjadi istri antagonis tidaklah buruk bukan? Namun apa jadinya jika ternyata tubuh yang ia tepati adalah seorang perusak hubungan rumah tangga sese...
469K 59.1K 45
Melihat mata Rayhan berkaca-kaca Salsa semakin heran, ada apa dengan cowok didepannya itu? Ada yang tahu? "Kenapa sih? Lo ada masalah?" "Kamu Salsa...