Tring...
Suara notif dari handphone ku terdengar begitu kencang.
"Itu handphone siapa yang tidak di silence?"
Sial, kenapa handphone ku lupa di silence disaat dosen killer ini masuk kelas
"Sekali lagi saya tanya, handphone siapa? Jika tidak ada yang mengakui saya akan kasih nilai E, 1 kelas!!!"
"Rey, itu handphone lu kan?" ujar dika
"Anjir iyah ini handphone gue, gimana dong dik? Gue takut nih"
"Lu sih Rey bisa-bisa nya lupa silence handphone, yaudah gue aja yang ngaku"
Tiba-tiba seorang yang duduk di belakang berdiri
"Bu maaf itu handphone saya" ujar laki-laki yang duduk paling belakang
Gila siapa itu tiba-tiba aja mengakui kesalahan padahal bukan handphone dia yang berbunyi
"Kamu tidak tau aturan di kelas saya? Kan sudah saya jelaskan dari awal masuk, bahwa tidak boleh ada handphone yang berbunyi atau apapun itu ketika matkul saya?"
"maaf bu saya mahasiswi pindahan, saya baru masuk perhari ini di kelas ibu"
"kali ini saya maafkan karena kamu belum tau aturan di kelas saya, sekarang akan saya jelaskan ulang bagaimana aturan di kelas saya"
Dosen killer itu pun menjelaskan kembali bagaimana aturan main di kelasnya, oh iyah dia dosen biomedik di kelasku namanya bu Dini, seorang dosen yang hidupnya ingin perfect layaknya tuan putri di kerajaan.
Mata kuliah bu dina pun selesai, akhirnya kami bergegas keluar kelas, karena kebetulan hari ini hanya 1 matkul.
Aku bergegas mencari laki-laki yang menolongku tadi, aku berjalan mengelilingi kampus dan bertanya kepada teman kelas tidak ada 1 orang pun yang melihat dan tahu keberadaannya.
"Rey, ayolah sudah lama nih kita keliling kampus, lagian besok kita ke kampus lagi kan Rey"
"Aduh Dik, bentar gue ga enak nih. Gue mau bilang makasih doang"
"Haduuh Rey ribet banget sih lu jadi orang, udah lah gue lapar mau ke kantin dulu, lu cari aja sendiri manusia misterius itu"
Akhinya akupun mencari laki-laki itu sendirian sedangkan Dika yang memang tidak tahan dan rese kalau lapar bergegas pergi ke kantin untuk mengisi amunisi.
"Rey...!!!"
Suara teriakan yang memanggilku dari arah jauh, aku tidak mengubrisnya
"Reyfinaaa...!!!"
Tiba-tiba bola basket mengenai punggunku dari belakang, aku sontak terjatuh kedepan karena hantaman bola yang sangat keras itu.
"aduuuhhh"
"Rey, makanya lu kalau gue panggil tuh nyaut bukannya diem aja, lu punya kupingkan?" ujar Alif sambil jalan kearah ku bersama teman-teman genk nya
Sial kenapa aku harus ketemu si penggagu ini di saat situasi seperti ini.
"aduh Al gue gaada waktu buat ngegubris lu, gue sibuk"
"ohhh jadi kamu sibuk? Berani-berani nya ya lu gamau gue gangguin, mana si Dika malaikat lu? Kebetulan sekali dia hari ini terlepas dari lu hahaha"
Tiba-tiba Alif mengambil bola dan akan melemparkan kepada ku, aku memejamkan mata karena takut sekali dengan apa yang akan di lakuin Alif, di saat seperti ini biasanya ada dika yang selalu lindungin aku, karena Alif dan teman-temannya takut oleh Dika.
ESTÁS LEYENDO
Ken dan Rey
Novela JuvenilRey bertemu dengan seorang laki-laki yang diam-diam selalu membatunya ketika dia susah, hingga akhirnya Rey mengetahuin namanya tetapi laki-laki itu tetap dingin dan biasa saja, penasaran? yuk baca sekarang!
