Pasca perang dunia shinobi ke
empat. Kondisi desa Konoha berangsur - angsur membaik. Tepat dua pekan yang lalu, perang berakhir. Kedamaian telah kembali dirasakan oleh seluruh warga desa dan para shinobi. Banyak shinobi Konoha yang gugur akibat perang. Pun pasien yang masih dalam masa penyembuhan pasca perang juga banyak.
Dua pekan Sakura wara - wiri kerumah sakit untuk mengecek setiap pasien. Pemulihan kesehatan para shinobi yang terluka, bukan perkara mudah. Warga sipil pun banyak yang terluka. Wajar, selama dua minggu ini rumah sakit Konoha ramai banyak pasien.
Kepemimpinan Konoha pun telah berganti dari Tsunade kepada Hatake Kakashi. Satu minggu Hatake Kakashi memimpin Konoha. Karena dia memimpin dimasa - masa pemulihan desa. Banyak shinobi yang berbakat telah kehilangan gaungnya, seperti Maito Guy. Karir sebagai shinobi harus berakhir. Pun dengan Hyuga Neji yang mati dalam perang.
Hatake Kakashi memerintahkan kepada shinobi - shinobi yang ada di desa untuk bahu membahu membantu pemulihan desa. Haruno Sakura ditunjuk sebagai kepala divisi bidang kesehatan. Karena memang kemampuan Sakura banyak berkembang pesat saat perang. Segel byakugou telah diperoleh. Kekuatan Sakura sepadan dengan hokage kelima.
Hatake Kakashi menerima laporan dari Nara Shikamaru. Asisten barunya namun masih dalam tahap magang. Karena asisten resmi hokage keenam tetaplah Shizune. Kakashi manggut - manggut sambil membuka lembaran demi lembaran laporan.
"Jadi tiga hari lagi Sasuke akan diadili di pengadilan" ucap Kakashi diakhir sebelum menutup laporan
"Iya, begitulah yang aku tahu dari kantor pengadilan" sahut Shikamaru
"Yosh. Kosongkan jadwalku setelah ini. Aku ada perlu dengan seseorang" kata Kakashi
"Iya. Siapa..? Kemana..? Dan kembali jam berapa..?" Tanya Shikmaru memastikan
"Hanya sebentar, setelah makan siang aku akan kembali" jawab Kakshi yang mendadak langsung menghilang
"Hmmm.. selalu saja" gerutu Shikamaru
******
Kakashi duduk di bangku taman rumah sakit. Menunggu muridnya Haruno Sakura yang masih sibuk merawat pasien. Kedua tangan bersedekap, menyandarkan punggung, sambil menikmati embusan angin sepoi - sepoi membuatnya sedikit mengantuk.
"Guru Kakashi..." sapa Sakura
"Iyaaa..." sahut Kakashi gelagapan sambil membetulkan posisi duduknya
"Katanya suster yang berjaga, anda sedang mencariku. Ada perlu apa?" Tanya Sakura
"Duduklah dulu.." Suruh Kakashi. Sakura pun duduk disebelahnya. Kakashi memberikan amplop putih pada Sakura. "Bukalah.." perintah Kakashi.
Sakura membuka dan mengeluarkannya. Manik emeraldnya membola "ini laporan kesehatan Sasuke" gumamnya
"Tiga hari lagi, dia akan diadili. Entah hukuman apa yang akan diberikan oleh para hakim. Aku pun diundang sebagai saksi" Kakashi menjeda perkataanya "hukuman berat atau ringan urusan para hakim. Sebelum hukuman itu diberikan, alangkah baiknya kamu temui dia"
Sakura memandang lurus kedepan "Bukankah dokter penjara ada sendiri, aku pun tidak bertugas disana" sahut Sakura
"Kali ini aku perintahkan, agar kamu menjadi dokter penjara. Temui dia, pastikan kesehatannya membaik dan jangan menolak kalau tidak mau ada penyesalan Sakura" ucap Kakashi.
Kakashi memberikan kartu akses agar bisa masuk dalam penjara sebagai tenaga medis. "Gunakan kartu itu" ujarnya sebelum pergi meninggalkan Sakura.
*******
Sakura menggenggam kartu yang diberikan oleh Kakashi. Langkah kakinya menuju ruang penjara, tempat Sasuke ditahan. Dalam hati berkecamuk dengan sejuta perasaan yang ada. Bahagia sebab bisa menemui Sasuke. Sedih melihat kondisi Sasuke yang pasti mengenaskan dengan baju tahanan dan disekap dalam ruang gelap. Takut, jika kehadirannya akan ditolak. Penolakan dari Sasuke telah dicecap berkali - kali oleh Sakura.
Ruang penjara telah didepan mata. Sakura berhenti sejenak, mengambil napas dalam - dalam. Menata segala rasa yang ada. Mengikat rambut panjangnya ala ponytail. "Apapun penyambutan dari Sasuke, terima saja Sakura" ucap Sakura dalam hati.
Kiba dan beberapa shinobi penjaga penjara berjaga - jaga diluar ruang. Sakura menganggukkan kepala kepada Kiba dan penjaga yang lain.
"Sakura, ada apa kamu kemari?" Tanya Kiba yang bertugas untuk menjaga penjara
Sakura memberikan kartu akses dan berkas yang ia pegang sejak tadi "Aku di beri tugas oleh hokage ke enam untuk memeriksa kesehatan Sasuke" Jawab Sakura
Kiba telah membaca isi berkasnya "Masuklah, dia berada di sel no 5. Perlu aku temani?" Tawar Kiba
"Tidak usah Kiba, tunjukkan saja sel no 5 yang sebelah mana" timpal Sakura
"Kamu masuk saja, lurus, sel no 5 berada paling ujung. Ada keterangan nomornya" kata Kiba menjelaskan
"Baiklah terima kasih" balas Sakura
"Owh.. hampir lupa. Ini kuncinya.." Kiba menyerahkan kunci sel Sasuke pada Sakura.
Sakura menganggukkan kepala seraya melempar senyum "terima kasih"
"Tunggu dulu, Sakura.." seru Kiba
Sakura menoleh sebentar "ada apa..?"
Kiba mendekatinya "aku hanya melakukan protokol keamanan disini, boleh aku mengecek kotak medismu"
"Tentu. Silahkan.." Sakura memberikannya
Satelah Kiba menyelesaikan pengecekan "masuklah"
YOU ARE READING
merindu kamu di sana
Romancekisah naruto dan kawan2 ny tetap milik bpk mashashi kishimoto
