BAGIAN SATU

32 2 0
                                        

Seorang gadis --ahh ralat seorang wanita manis kini tengah duduk di salah satu kursi halte bus dengan koper di sampingnya.

Dia baru di usir oleh suaminya sendiri, lantaran suaminya itu salah paham dengan dirinya.

"Aku harus kemana lagi ya Allah?"

Dia mendongakan kepalanya ke atas guna melihat langit yang sebentar lagi mungkin akan turun hujan.

"Mana mau hujan lagi, hufftt" Naura menghembuskan nafas beratnya.

Ya, dia Naura Anderson.

Tak lama hujanpun turun dengan deras.
Naura tidak sendiri di halte itu, melainkan ada seorang wanita yang umurnya tidak beda jauh dengan mendiang ibunya --yang telah meninggal--  tengah menunggu hujan reda.

Dan ternyata wanita itu mendengar semua yang Naura ucapkan dan dia yang merasa iba kepada naura pun menghampirinya.

"Nak, kamu mau kemana bawa koper sebesar itu sendirian?" Tanya wanita itu.

Naura menolehkan kepalanya guna melihat siapa yang mengajaknya berbicara.

"Naura gak tau mau kemana bu" Jawab Naura.

"Loh kok? Emang kamu dari mana?" Tanya' nya lagi.

" Aku baru di usir sama suami aku buu" Jawab Naura dengan lirih.

"Astagfirullah, terus kamu sekarang gak punya rumah?"

"Iya"

Ibu itu menatap iba Naura yang tidak punya tempat tinggal dan baru di usir suaminya.
Dia jadi ingin membawa Naura kerumahnya tapi, apa gadis ini mau?.Pikirnya.

"Emmm, apa kamu mau tinggal sama ibu?" Tanya ibu itu.

Naura yang sedang menunduk langsung mendongak begitu ibu itu menanyakan apakah dia mau tinggal bersamanya.

"Ibu beneran?" Naura malah bertanya balik dengan ragu kepada ibu itu.

Ibu itu mengeryit kala pertanyaan yang Naura ucapkan tadi tedengar ragu.

"Iya. Tapi, kok kamu kaya ragu gitu?" Tanya ibu itu heran.

"Yaaa gimana ya, kan ibu baru pertama kali ketemu aku masa ibu udah mau ajak aku kerumah ibu" Ucap Naura.

"Apa ibu gak takut kalo saya ini orang jahat? " Tanya Naura.

Wanita itu yang tak lain bernama Bu Arin pun tersenyum lembut, dia yakin Naura adalah orang baik jadi dia berani mengajaknya ke rumah.

"Ibu percaya kok kamu orang baik" Ucap ibu Arin sembari tersenyum lembut.

"Kalo Naura ikut ibu, apa gapapa sama suami dan anak ibu?" Tanya Naura.

Ibu Arin tersenyum lagi sebelum dia menjawab pertanyaan Naura.

"Suami ibu udah meninggal dari dua tahun yng lalu, dan ibu tidak memiliki anak" Jawab bu Arin.

"Maaf bu Naura ga bermaksud" Ucap Naura meminta maaf.

Dia jadi tidak enak kepada bu Arin karena telah membuat wanita itu mengingat Almarhum suaminya.

"Iya gapapa kok, kan kamu gak tau" kekeh bu Arin.

"Oh iya, jadi kamu mau kan ikut ibu?" Tanya bu Arin lagi.

"Iya bu Naura mau" Ucap Naura di sertai senyum manisnya.

"Alhamdulillah" Ibu Arin tersenyum lega.

Tanpa mereka sadari dari pertama mereka bertemu, belum ada di antara mereka yang memperkenalkan diri.

Ya Allah.. Terimakasih telah mempertemukan aku dengan orang sebaik dia. Batin Naura.

Sagara [Hiatus]Where stories live. Discover now