1

66 6 0
                                        

"Hoammm...jam berapa sih ini"

"HAAA udah jam setengah tujuh ngak ada yang bangunin gue gitu" kesal Reva

Tidak perlu waktu lama Reva sudah siap dengan sragam sekolahnya dan membiarkan rambutnya yang coklat tergerai.Dia juga sedikit mempoleskan bedak,lipglos,dan memakai parfum.

Setelah siap dia langsung turun kebawah menemui keluarganya.

"Pagiii" sapa Reva

"Pagii" balas Mama Reva

"Aku berangkat dulu ya Ma"

"Ngak sarapan dulu"

"Ngak Ma keburu telat aku langsung berangkat aja ya"

"Waalaikumsalam" Teriak Mama Reva dari dalam rumah

"Eh heheh lupa,Assalamualaikum ma"
Reva langsung masuk ke dalam mobil dan berangkat ke sekolah.Dia mengendarai mobil dengan kecepatan diatas rata rata karena takut telat,karena kurang 15 menit lagi gerbang sekolah akan ditutup.

Akhirnya dia sampai ke sekolah tepat waktu karena 3 menit lagi gerbang akan ditutup.Reva segera keluar dari mobilnya dan pergi kekelas

"Hello pagii semuaa" teriak Reva memasuki kelas

"Pagiii" jawab teman teman Reva yang ada didalam kelas

Kemudian Reva menghampiri sahabatnya

"Pagi cobatcobat ku tersayang" sapa Reva ke Delia dan Arlika

"Pagi rev,tumben siang lo dateng" tanya Delia

"Paling kesiangan lagi bangunya"

"100 buat lo Ka"

Reva,Delia,dan Arlika sekolah di SMA Gajah Mada dan mereka ada dikelas IPA 3.Delia adalah sahabat Reva dari SMP sedangkan Arlika adalah sahabat Reva dari kecil.

"Ngak ada tugas kan gaes"

"Kagak dah sana duduk dibangku lo"

"Iya iya nyaiii rombengg"
Reva kemudian duduk dibangkunya

Reva dan Delia duduk bersama sedangkan Arlika duduk dengan Nofa teman satu kelasnya.

"Ehh Del gue mau curhat dong"

"Paan"

"Ultah Dika besok gue mau beliin dia kado"

"Teruss??"

"Temenin beli ya"

"Emang lo mau beliin dia apaan"

"Belum kepikiran sih mau beliin dia apaan lihat besok aja deh"

Reva menyukai Dika sudah dari kelas 1 SMP dulu sampai sekarang kelas 12 SMA,Delia sudah bersusah payah membuat Reva Move on dari Dika tapi Reva tetap masih menaruh rasa pada Dika.

Kringgg kringgg

Setelah bel berbunyi guru pun langsung memasuki kelas mereka untuk mengajar.
Kurang lebih 3 jam pelajaran berlangsung dan sekarang waktunya istirahat.

"Oke sampai disini perjumpaan kita,minggu depan tugas yang ibu kasih harus dikumpulkan,sekian trimakasih"

"Akhirnya selesai juga ni pelajaran pegel gue dari tadi disuruh baca terus"

"Hoo,dah yuk cuss kekantin gue dah lapar banget ni"

"Dihh tungguin napa"
Arlika berlari mengejar Reva dan Delia yang sudah pergi duluan

Dukk
"Aduhhh" rintih Khasana

"Ehh maap maap ngak sengaja"

"Ngak papa kok Dik"

Yaaa yang menabrak Arlika adalah Dika,orang yang selama ini Reva sukai.

"Ehh Ka lo kenapa"

"Sorry tadi gue ngak sengaja nabrak temen lo"

"Nggak papa kalii dia mah mo dijatuhin dari atas gedung juga bakal tetep idup" canda Reva

"Idup idup pala lo tu idup,sakit ni bantuin berdiri napa"

"Sini gue bantuin"
Dika mengulurkan tanganya untuk membantu Arlika

"Makasih"

"Sama sama gue duluan ya"
Tangan Dika terulur dan mengusap rambut Arlika

Jlebbb
Itu yang dirasakan Reva

" Gue duluan ya dah laper ni gue"
Reva meninggalkan Arlika,Delia,Dika dan teman teman Dika.

"Gue udah sering ngrasain rasa sakit ini gue ngak perlu nangis"

"Katanya udah laper tapi kok belum pesen makanan"

"Ehh,bikin kaget gue aja sih lo"

"Makanya jangan kebanyakan ngelamun ngak baik"

"Dahh sana loo pesenin gue makanan gue dah laper bangett"

"Mumpung hari ini gue lagi baik kalian mau pada makan apa biar gue pesenin"

"Gue mau batagor 1 sama es teh juga 1"

"Oke,lo Del"

"Samaain kaya Reva aja"

"Oke tunggu bentar princeses mau pesen makanan untuk dayang dayangnya"

"Rev"

"Hmm"

"Gue tau lo lagi mikirin kejadian tadikan"

"Ngak sok tau lo"

"Ngak usah boong dah lo,Gue itu yang sering dengerin cerita lo jadi gue tau perasaan lo"

"...." Reva tidak menjawab melainkan hanya menatap Maya saja

"Gue udah bilang berapa kali sama lo,Lupain Dika itu hanya buat lo sakit hati terus"

"Gue ngak bisa lupain dia Del,Gue udah terlanjur jatuh terlalu dalam"

"Lo bisa pasti bisa,tapi lo ngak ada kemauan buat lupain dia rev"

"Lo ngak ngrasin jad...."

"Tara pesanan sudah datang"

"Makasih nyai"

"Sama sama dahh..Ehh Rev lo kenapa kok kaya mau nangis gitu"

"Enggak dia tadi cuma baca novel terus ceritanya sedih jadi dia nangis"

"Oww kirain kenapa napa"

Buka karena Delia dan Reva tidak mau menceritakan ini semua,tapi mereka kurang yakin jika Arlika bisa menjaga rahasia karena dia orangnya ceplas ceplos tanpa memikirkan perasaan orang lain.

.........
............
...............

Gimana cerita yang aku buat??

Ada yang sama ngak ni persahabatan nya sama Reva,Delia,and Arlika??

1.Reva Anatasya

2.Delia Septianti

3.Arlika Saputri

Jangan lupa vote dan comen ya.

Ikutin terus cerita gua..

AlvarezaWhere stories live. Discover now