•Pertemuan•

62 5 0
                                        

Terkadang kehidupan bisa
Membawa Kita kepada kekejaman
Dunia



~Alena Amora~

Terlihat seorang wanita di dalam kamarnya, dengan keadaan kamar berantakan pakaian berserakan sedang melamun menghadap kearah cermin. Entah apa yang di pikirkannya sekarang. Terlalu kusam mukanya, terlihat seperti tidak tidur semaleman.
"Sejak kapan gue harus kaya gini, sejujurnya gue capek kaya gini. Gk pulang dicariin pulang dimarahin serbasalah hidup gue" Ujar Alena sambil menatap cermin.

Seorang wanita itu lalu beranjak berdiri, dan mengambil sebuah kunci motornya. Entah apa yang mau dia lakukan. Sejujurnya dia capek sejak 2 tahun masalah keluarganya tidak pernah selesai.Mulailah dia mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi, entah kemana arah motor tersebut. Yang jelas sekarang pikiran dia sedang hancur.
"Mending gue pergi dari pada harus ngeliat suasana gak enak dirumah, entahla gue mau kemana sekarang" Ujar Alena dalem hati.

Alena pun memberhentikan motornya tepat di sebuah taman didepan kolam. Suasananya begitu mendukungnya apalagi saat hati dia sedang hancur, terakhir kali dia kesini waktu 2 tahun yang lalu. Tepat sebelum masalah dia dateng.
"Tetep sama ya susananya, tetep indah beda sama kehidupan gue" Ujar Alena.
Alena pun terus memandang kolam yang berada tepat didepan. Dia duduk di sebuah kursi panajang, semakin lama hari semakin mendung akan datang hujan.

"Dari pada gue basah kuyup mendingan gue pergi cari tempat yang asik" Ujar Alena sambil beranjak berdiri.
Setelah menghidupkan mesin motornya dia bergegas pergi. Dia menjalankan mesin motornya dengan kecepatan tinggi, itu karena agar dia tidak kehujanan. Jalan lumayan sepi. Mulailah hujan membasahkan tubuhnya, karena sudah terlalu gelap dia pun memutuskan menambah kecepatan motornya. Keadaan malam begitu gelap hujan pun terlalu deras, sampai membuat Alena tidak melihat truk dengen muatan banyak berada tepat akan melintasi jalan yang akan dia lewatin.
Tiinn.....
Bunyi telekson truk itu pun terlalu kuat,dengan sontak Alena membanting setir motornya kearah kiri tepat kearah pembatas jalan.Entah bagaimana nasib dia.

Brukhh...
Karena sudah terlalu reflek dia tidak bisa mengendalikan motornya. Akhirnya dia terjatuh menabrak pembatas jalan, dia pun tidak sadarkan diri beberapa menit. Dia merasakan sedikit pusing dibagian kepalanya karna terbentur pembatasan jalan.
Setelah dia pingsan, terlihat seorangpun lelaki dengen memakainya jacket berwarna hitam berdiri tepat didekatnya.Alena pun berusaha berdiri dan membangkitkan motornya yang sudah terjatuh. Tapi tubuh Alena seperti tidak berdaya memberdirikan motor tersebut, rasanya terlalu lemas badannya kenalan sedikit pusing.
"Mau gue bantu" Ujar lelaki tersebut sambil memberikan tangannya.
"Berisik lo gue bisa sendiri" Ujar Alena Sambil berusaha mendirikan motornya.
"Lo masik lemes jangan betingkah" Ujar lelaki tersebut.
Tetapi, Alena tetap tidak mau menerima bantuan dari lelaki tersebut.Dia lebih mementingkan agar motornya bisa ia berdirikan sendiri. Tetapi karena terlalu tidak berdaya dia memberdirikan motornya akhirnya dia terjatuh dah pingsan.
Bruukkhh.....
"Udah gue bilang sih bandel kali lo jadi cewe kan gue jugak yg repot" Ujar lelaki itu sambil mengendong Alena yang sedang pingsan.
Lelaki tersebut membawa Alena ke Rumah sakit, agar ia cepat menerima pengobatan.Dengan cepat dia menggendong Alena layaknya seorang putri masuk kedalam mobil, dan melajukan mobilnya yang mengarah kerumah Sakit Pelita Husada. Sampai tepat dirumah sakit, dia memanggil perawat yang ada disana dan meminta pertolongan. Alena pun dibawa ke ruang UGD.
"Maaf tolong tunggu diluar" Ucap perawat sambil menutup pintu UGD.
Setelah pintu UGD tertutup, lalu lelaki tersebut menelepon keluarga Alena dari handphone Alena.
"Halo Om, saya Leon Alvaro. Saya menemukan anak om terjatuh dijalan menabrak pembatas jalan, sekarang dia berada di RS. Pelita Husada Om" Ujar Leon.
"Baik saya kesana" Ujar Om Arya.
Setelah Leon menutup telfonnya, beberapa menit kemudian orang tua Alena datang kerumah sakit. Dokter pun membuka pintu ruang UGD.
"Dengan keluarga Alena" Ujar doker.
"Iyah dok kami berdua orang tuanya" Ujar Om Arya.
"Putri bapak tidak apa apa hanya ada luka sedikit dibagian kepalanya saja" Ujar dokter tersebut.
"Syukurlah kalo begitu" Ujar tante Vera.
"Silahkan kalo bapak ibuk ingin melihatnya, saya permisi pergi dulu" Ujar dokter.
Setelah itu orang tua Alena masuk dan menemui Alena, dan diikuti oleh Leon dari belakang.
"Kamu ini gk diluar gk dirumah selalu saja bikin masalah, selalu bikin saya pusing" Ujar Om Arya.
"Pah Alena gk minta diperduliin gk minta diperhatikan bukan Alena jugak yang mau kaya gini" Ujar Alena.
"Udah ini rumah sakit jangan berantem" Ujar tante Vera.
Leon hanya melihat Alena dan papahnya berantem, ternyata begitu sedih masalahnya Alena. Sejujurnya dia kasian sama Alena, bukannya ditanya sakit atau gk tapi malah dimarahin. Ternyata kehidupan Alena tidak seindah yang Leon bayangkan.

AmoraStories to obsess over. Discover now