Hello guyss.. Welcome to my new story. Berbeda dengan yg sebelumnya, kini diriku kembali dengan genre yang agak hemm :)
Lets reading..
*
*
*
"Selamat datang di pusat pelatihan dancer Ikihabara. Semoga saudara bisa melewatinya pelatihan beberapa tahun agar bisa menapak di dunia entertaiment yang lebih berat"
Ucapan itu keluar dari mulut seorang pemilik tempat yang akan menjadikaku seorang yang berbakat dan mampu menghasilkan uang dengan usaha.
Senang dan bersyukur rasanya diriku bisa menapaki kaki di tempat yang sangat daku dambakan. Entahlah, yg pasti motivasiku telah tertanam sedemikian rupa di tmpat ini dan detik ini pula diriku harus mampu menghadapinya.
"Mari ikuti saya. Akan saya perkenalkan ke beberapa murid yang juga akan melakukan pelatihan denganmu"
Diriku hanya mengangguk paham pada paman didepanku ini. Yah sebut saja paman, krena ia nampak lebih tua dariku.
Ceklekk
"Eh sensei salam! Ada apa pagi2 sudah berkunjung ke ruangan? Hem? Siapa itu?"
Sosok laki2 yg lebih tinggi dariku keluar dri ruangan itu. Ia punya wajah yang tampan ditambah dngn tetesan keringat yang tak sngaja lolos dri wajahnya. Sungguh.. Hemm yah you know :)
"Ah ini Zara. Dia dari Amerika dan akan menjadi salah satu siswa pelatihan disini. Ah soonyong, kau bisa kan mengajarkannya beberapa gerakan dasar sebelum masuk ke beberapa pelatihan lanjutan? Aku tugaskan dirimu dan jihoon untuk menghendlenya"
"Siap sensei! Dengan senang hati. Halo anak baru. Aku soonyong, bisa panggil aku horangee" ujarnya menirukan gelagat harimau dng cengiran 10:10. Yah mungkin gadis2 akan pingsan melihatnya, tp bagiku, hemmm.. biasa saja.
"Halo senpai, perkenalkan saya Arishazara, dipanggil zara" ucpku seadanya dan tak lupa menunduk untuk menjaga kesopanan.
"Kalau begitu silahkan lanjut dengan soonyong. Jika ada masalah hubungi saya ya nak zara" ucp paman itu dan meninggalkan kami berdua.
"Hemm.. kau kan anak baru, pasti belum tau bagaimana tempat ini kan? Sekalian aku ajak kau berkeliling bagaimana??" Ujar soonyong.
"Baik senpai, jika senpai juga tak keberatan"
"Ah tentu saja tidak. Ayo!"
Aku mengikuti soonyong-senpai dri blkang. Ia sangat antusias dan semangat mengajak anak baru sepertiku untuk sekedar mengenal tempat baru ini.
"Ah hai vernon! Kita kedatangan anak baru. Bahkan dia dri negaramu loh!" Ucap soon-senpai pada seorang pemuda tinggi yang wajahnya sangat dan sangat terkesan bule. Yah mmng benar2 dri negaraku.
"Oh hai"
"Halo senpai" jwabku singkat pula dengan tersnyum dan membungkukan setengah badan.
"Aish! Singkat sekali seperti pergantian detik. Apakah semua org Amerika seperti itu?" Oceh soon-senpai.
"Haha bukan begitu senpai. Tp memang mungkin hnya itu yg bisa diutarakan" jwabku tertawa garing.
"Hemm benar juga ya" ucp soon-senpai dng gelagatnya yg lucu.
"Hey vernuna, antarkan aku beli camilan yaaa"
Tiba2 saja seorang pemuda yg hemm sedikit berisi bergelayutan di lengan kanan vernon-senpai.
Degh
Ahh tidak. Jangan kumat skrng.
"Emm soonyong-senpai, boleh aku tau dimana toilet?" Tnyaku dengan ttp bertahan dalam keadaan normal.
"Hem? Oh kau lurus lagi sedikit lalu ke kanan. Dah sampai toilet" ucpnya
Aku menunduk dan berlalu dri mereka.
*
"Ya ampun jantungku kenapa kumat sih. Kan nggak ada konten yaoi, kenapa dia malah bereaksi. Apa jangan2 senpai tdi..."
Berusaha menghilangkan asumsi tdi, secepatnya diriku mengambil beberapa permen untuk menenangkan detakan yang tentunya sakit jika tidak kuteriakan.
Jadi ada apa denganku?
Sebenarnya...
Hemmm....
Yah you know when we look or listen something about two guy in relationship very closed, sometimes we think about something. Hemm.. yah
Aku seorang fujoshi dan hobi mengoleksi komik atau animasi yaoi dan yah jika melihat hal2 berbau hobiku, jantungku akan berdetak hebat jika aku tak mengeluarkan teriakan. Rasanya seperti kau disakiti dalam jeratan rantai. Dan untuk menghilangkan itu aku harus menangis dan memakan sesuatu misalnya permen ini.
Sungguh sedikit naas krena harus memiliki kondisi seperti ini.
Setelah dirasa sudah aman, diriku keluar dri bilik kamar mandi dan hendak membasuh tangan. Tanpa sengaja aku berpapasan dng pemuda imut yng tingginya sejajar denganku. Dia terlihat hemm lumayan tp aku merasakan ada hawa dingin disekitarnya. Sedikit canggug berada di sampingnya, diriku hingga terburu-buru untuk membasuh tangan dan beranjak dri wastafel itu.
*
"Sudah selesai kan? Ayo kita lanjut berkelana" ucp soon-senpai yg ternyata menungguku didepan.
"Ah gomenasai senpai, jdi membuat senpai menunggu" ujarku menunduk merasa bersalah.
"Siapa itu?"
Kami menoleh ke sumber suara. Diriku sedikit berjingkat krena pemuda yang berpapasan dngku di wastafel muncul dri blkang dengan tatapan yang sama - dingin.
"Aaa jihooniee..."
Oh tidak! Aku melihat pemandangan ini untuk kedua kalinya. Skrng soon-senpai yang memeluk senpai yang dikatakannya jihoonie itu. Aku berusaha menahan. Yah tidak buruk jugga kan dng pemandangan seperti ini?
"Oh iya Zara, ini jihoon. Dia cin- Awwww sakit jii"
Oke skrng jihoon-senpai menyikut perut soon-senpai hingga dirinya meringis. Aku menahan tawaku dengan susah payah.
"Halo jihoon-senpai. Aku zara dan anak baru di pelatihan ini" ucapku menunduk.
Jihoon-senpai hanya mengangguk dan tersenyum simpul. Yah memang hawanya dingin.
"Heyyy ramahlah dengan anak baru sayang.. Nanti lucumu hilang" rangkul soon-senpai pada pundak pendek jihoon-senpai.
"Aku tidak lucu soon! Aku permisi dulu, maaf dengan tingkah bocah ini" ucapnya menepis soon-senpai dan membungkuk sebelum pergi meninggalkan kami.
Setelah jihoon-senpai berlalu kami melanjutkan touring ini. Trlihat raut wajah soon-senpai yang sedikit merengut(?) setelah diperlakukn seperti itu oleh jihoon-senpai. Krena rasa bergejolak dalam diriku, akhirnya ku memberanikan diri membuka suara.
"Hemm sumimasen senpai. Apa aku boleh bertanya? Tp mohon jangan trsinggung"
"Oh santai saja. Tanyakanlah" ujarnya.
"Hemm.. kenapa tdi senpai memanggil jihoon-senpai dng kata sayang?"
Ah sungguh pertanyaan yg baka!
Tp jantung dan jiwaku tak bisa kutahan.
"Oh itu krena kami kekasih hehe"
What?! The .......?!!!!!!
Oke tahan jantung, aku tak mau ke toilet lagi krena hal ini. Kuharap permen yang kumakan bisa meredakan detakan ini!!
#bersambung
Lagi bucin soonhoon nih!!
Votementnya jangan pelit ya! Saran dan kritik juga diperlukan. See u next time~~~
YOU ARE READING
Blessing of a Fujoshi [Soonhoon mode]
Teen FictionGay story? Okay mungkin dri kalian banyak yang menganggap konten Gay itu menjijikkan. Tpi bagi sebagian kecil org yang memiliki sifat 'sesuatu' pada dirinya, maka hal itu malah terlihat menggemaskan. Dan apa jadinya jika kamu berada diantara peristi...
![Blessing of a Fujoshi [Soonhoon mode]](https://img.wattpad.com/cover/248586810-64-k380413.jpg)