"Karena aku akan menuliskan jalan ceritaku sendiri, mengikuti passion-ku, bukan karena omongan orang lain. Aku akan membuktikan, orang sepertiku pantas untuk menjadi learner di AOC!"
Academy of Creativity! Ya, sekolah itu! Sekolah keren yang sudah menerima ribuan calon learner dari seluruh dunia hanya dalam satu hari sejak pendaftaran di buka! Hanya dengan mendengar namanya, aku bisa berseru, "APAPUN YANG TERJADI, AKU HARUS MASUK KE SEKOLAH ITU!". Sekolah yang sudah lima tahun berdiri tegak itu kini menjadi populer di kalangan anak muda. Bahkan, sekolah itu mengalahkan sekolah-sekolah terbaik di Asia. Hampir semua orang telah mengenal AOC itu. Tidak hanya aku yang bermimpi dapat sekolah di situ, tetapi pastinya banyak orang juga mempunyai mimpi yang sama sepertiku!
"Mi-Yeong! Nanti kita kedatangan tamu. Jangan berisik, ya!" pesan Mamak.
"Ashiaap, Maak!"
*Tok ... tok ... tok ...*
"Assalamu'alaikum! Selamat pagi, Bu!" seru seseorang di depan pintu.
"Nah itu orangnya dateng!" Mamak langsung membukakan pintunya.
*Sreeett ...*
"Assalamu'alaikum, Bu Astuti! Saya Winda, Co-Founder PT. Cumi Goreng Media. Maaf menganggu," ucap Mbak yang katanya bernama Winda.
"Eeeh, nggak ganggu kookk! Mbak mau minum apa? Teh manis? Teh anget? Teh manis? Ato teh tawar manis anget?" tawar Mamak.
Mbak itu menggeleng. "Eh, nggak usah repot-repot atuh! Saya terserah Ibu aja deh."
"Yoowes kalo gitu. Mi-Yeong! Ambilin sirop marjan dua gelas!" perintah Mamak.
"Marjan? Emangnya lagi buka puasa, Mak?" ujarku.
"Oooh, jadi Mi-Yeong udah nggak nurutin Mamak lagi, yaa?" tegas Mamak sambil membelalakkan matanya. Karena takut, aku langsung menuruti permintaan Mamak.
Mbak Winda terkejut ketika mendengar nama "Mi-Yeong". "Mi-Yeong? Blasteran Korea toh Bu?"
Mamak tersenyum kecil. "Xixixixi, iya mbak, keturunan Korea Utara."
"Eh? K-korea Utara?" Mbak itu malah tambah terkejut.
"Ya nggak lah mbakk. Yakali keturunan Korea Utara!" Mamak tersenyum dan tertawa kecil khas emak-emak. "Jadi dulu tuh saya sukak banget nonton drakor. Nah, saya kepengen anak saya bisa jadi pemain drakor-drakor ntu. Jadinya saya namain sesuai tokoh drakor kesukaan saya aja, dah."
"Lha begimane ceritenye Mak?" aku yang baru datang membawa sirop Marjan ikut terkejut. "Bukannya dulu Mamak bilang kalo aku beneran keturunan orang Korea?"
"Lah iya! Dulu Mamak pernah bilang kalo nenek moyang kita orang Korea!" Kyung-Mi, si kembaran gada akhlaq ikut menyergah.
Mbak Winda menatap Mamak dengan tatapan bingung.
"Kalian ini! Itu omongan Mamak tentang nenek moyang kalian Cuma bercandaan aja toh. Yang bener versi ini, yang Mamak ceritain ke Mbak Winda," jelas Mamak.
"Jadi asal-usulnya dari drakor? Astaghfirullah," Kyung-Mi mencoba bersabar atas kenyataan pahit yang dideritanya.
"Oiya Bu, saya juga sering nonton Anime! Jadi kalo saya punya anak namanya Naruto sama Todoroki aja, ya?" timpal Mbak Winda.
YOU ARE READING
Seacoast Academy: Mi Yeong's School Days
RandomMi Yeong, anak yang 'katanya' blasteran Indo-Korea sangat berambisi untuk bisa keterima di Academy of Creativity, sekolah unggulan dengan peminat dan saingan terbanyak dan terbaik di dunia. Walaupun kembarannya, Kyung Mi, tidak mendukung impian saud...
