02. Tolong Eomma

19 2 0
                                        

'kenapa banyak sekali pintu kamar? Ada 15 ruangan lagi Padahal penghuninya tak lebih dari 10 dan itu sudah termasuk maid ahh jangan-jangan ada ruangan rahasia khusus ternak babi ngepet nih, ah atau pesugihan?' gumam Lisa dengan lirih sambil berjalan mengitari rumah bibinya walaupun tak semegah rumahnya sendiri.

"Lis, Ngapain disini gak kekamar beresin barang?, mau Oppa ajak tour rumah?"

"Lis las lilis lilas lilis namaku Han Lisa panggil aja Lisa L-I-S-A susah amat sih paling bisa buat adeknya badmood deh" ucap Lisa dengan gemasnya.

"Princess satu ini bikin gemes ajah kalo ngambek jadi pengen peluk"

Refleks memundurkan dirinya mencari jarak aman. Always emang ngancemnya peluk terus.. yang baca kan juga pengen dipeluk, ups.

"Jangan ngadi ndadi deh kayak om pedofil hishh, yuk katanya tour rumah"

Sambil menyusuri setiap rumah dengan tatapan kagum sedari tadi melihat setiap isi ruangan dan tak semua orang yang ada dirumah ini mempunyai akses semua ruangan yang mempunyai akses hanya Ahn Jang Hyuk, Han Dara, Ahn Woo Bin, Ahn Bum, dan sekarang bertambah satu personil lagi yaitu Han Lisa.

Maid dan penjaga disini tidak diperbolehkan sama sekali bahkan untuk menyentuh ruangan tertentu yang menggunakan sistem keamanan pendeteksi identitas finger print dan irish mata.

Dan disinilah di ruangan rahasia yang bikin menganga kagum bagi Lisa.

"Perpustakaan?"

"Kenapa? Kau alergi buku segini banyak? Bukankah kau sangat pintar?"

"Menjadi pintar itu tidak enak, kau tidak tau rasanya didekati hanya untuk bahan contekan, dan kau pasti tipekal orang yang suka memanfaatkan orang pintar dikelas"

"Heii kau... Yang benar saja. Emang benar sih, tapi tak seburuk itu asal kau berteman pada orang yang tepat, aku tidak terlalu pintar tapi aku masih punya otak untuk berfikir praktikum biologi organ reproduksi manusia misal"

Ahn Bum mulai menarik salah satu buku dirak khusus yang otomatis rak buku terbelah membuka sebuah lorong. Ahn Bum mulai masuk disusul Han Lisa dibelakangnya dengan wajah terkejut.

'Apalagi ini ya Tuhan, apa benar mereka ikut pesugihan?' batin Lisa memasuki lorong yang tembus sebuah ruangan.

"Aku tau isi otakmu, jangan mikir aneh-aneh tidak ada tuyul, babi, atau semacamya disini". Lisa langsung menutup kepalanya dengan kedua tangannya berharap sepupunya ini tidak membaca pikirannya.

"Oppa ini gak mimpi kan?" sambil tetap melongo tak percaya dengan apa yang dilihatnya saat Ahm Bum membuka pintu otomatis yang berhasil mendeteksi siapa yang memasuki ruangan tersebut.

"Mingkem napa.. Tuh sampe iler netes-netes lihat senjata sudah kayak lihat berlian, dasar"

"Aigooo.. Omo omo... Oppa ruangan ini penuh senjata, dari alat ninja sampe berbagai macam alat tembak dan perintilannya dalam ruangan besar penuh membuatku kagum, apa aku boleh punya akses disini?"

"Untuk apa?, emang deh cewek satu ini cantik sih berbahaya juga ternyata"

"Oppa lagian tau batasan kok mana yang boleh mana yang enggak buat jaga diri juga"

Don't Touch Me! Boy!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang