Nama gue Hana calista panggil aja 'hana' Aku tinggal bersama kakak ku yang bernama Aqila , Menurut orang aku orangnya Pendek yaa emang kebetulan aku pendek, Hari ini adalah hari ulang tahun ku yang ke 16 tahun tak terasa yang dulu aku masih berumur kecil kini aku menjadi dewasa yang harus menghadapi segala ujian dan cobaan yang akan mendatang. kali ini aku merasa tak ada tujuan lain selain aku berdiam dikamar aku merasa semua orang tidak ada yang peduli terhadapku. memang orang bilang aku orang ada istilahnya kaya, tapi menurutku kaya tapi tak bahagia 2 tahun lalu orang tua ku pergi entah kemana tanpa ada pemberitahuan ataupun kabar sedikit pun. kakakku ? dia sibuk dengan pacarnya tak memperdulikan aku , aku gak butuh kekayaan ataupun harta sebanyak apapun aku lebih baik hidup dalam kecukupan dan memiliki rasa kasih sayang antara keluarga. dulu emang aku orangnya miskin keluargaku miskin disitulah perjuang aku dan keluargaku sangat sangat susah dulu harapan aku ingin menjadi orang yang segala ada , waktu sd aku melihat teman teman ku pada kaya pulang pergi ke sekolah mengendarai mobil mewahnya aku sempat berkata ' Tuhan kapan aku seperti itu ? mereka bahagia tuhan , sedangkan aku orang termiskin disekolahan ini ' dan kini tuhan mengabulkan permintaan ku aku menjadi orang yang segala ada tak perlu berusaha untuk memiliki sesuatu . tapi yang aku rindukan adalah kehidupan dulu yang ketika ingin makan kita berusaha untuk mencari makanan melalui kebersamaan kita. tapi kini....? setelah adanya harta ini kita saling mengasingkan sampai orangtuaku entah pergi kemana ?? aku ingin kasih sayang yang dulu. Sampai aku bicara ke kakakku hanya seperti orang baru kenal, 1 minggu lalu aku mengatakan kepada kakaku untuk 'mengakhiri sekolah' tapi kakaku mengatakan 'apa urusannya denganku ?' aku benar benar terpuruk disitu. kemana kata kata yang dulu pernah dikatakan oleh kakakku 'sabar ya, suatu saat kita akan mendapatkan kebahagian insyaallaah, tapi kalau kita sudah mendapatkan kebahagiaan kita jangan sampai berpisah .. kita harus terus terus bersama,, soalnya ya rata rata orang kaya itu saking bahagiannya mereka melupakan keluarga mereka sendiri' kata kata itu malah membalikkan kepada kehidupan aku dan keluarga ku sekarang. Disekolah aku orangnya pendiam kenapa aku pendiam ? karena pikiran ku hanya menuju ke permasalahan keluargaku. aku harus bagaimana ? apakah aku harus mengakhirinya ? aku butuh teman yang sama sama berjuang. kini aku berusaha untuk terus berdoa agar allaah memberikan teman yang bisa merubah kehidupan gelap ku. Sampai Akhirnyaaaa...? -One More chance-
YOU ARE READING
One More Chance
General FictionHampir ingin mengakhiri hidup ini.. sahabat ku mengatakan 'Pertahankanlah, satu kesempatan lagi' aku berusaha untuk melawan segala arus yang datang kepada hidupku hampir ingin berputus asaa.. tapi untukku hanya untuk di sesali saja Aku ing...
