Berjalan tanpa tau arah yang akan ia tuju kaki jenjang itu menelusuri jalan sepi dan beraspal tanpa menggunakan alas kaki.itulah dilakukan oleh gadis ini, dengan pakaian tidur, rambut tergerai, pandangan lurus, ia menghiraukan klakson kendaraan dari arah manapun.
Ia berjalan ketepi jalan, tidak disangka mobil berwarna putih dari arah belakang menabrak sang pejalan ini.
Brakk...! Tubuh itu terpentel kearah berlawanan, dari arah berlawanan sebuah mobil hitam melintas.
Tubuh itu terombang- ambing kesana kemari, darah segar mengalir di atas kepala.
Mukaa putih nya tertutupi darah.
Ia tergeletak tak berdayaa.
Tolong...! Suaraa lemah, tangan nyaa menggapai kearah langit seolah meminta pertolongan namun naas jalan itu termasuk jalan tersepi, pejalan kaki sangat langka karena banyak rumor mengatakan bahwa jalan ini terdapat hal mistis di luar nalar.
Tolong akuu...! Sebisa mungkin iaa mengeluarkan suaraa namun tidak ada satupun yang melihat keberadaaan nya saaat ini.
Beberapa selang kemudian, pengendara mobil lain melihat kejadian itu dan berniat membantu -nya.
"Mama...! Lihatlah ini, remaja ini sedang kesakitan, mama ayo kita tolong dia"
Gadis ini hanya bisa melihat samar- samar orang yang menolongnya dengan penglihatan sedikit memudar karena menahan rasa sakit yang ia derita di tubuh nya sampai kemudian ia tidak sadarkan diri.
"Ayo nak, bantu mama masukan dia kedalam mobil"
"Baiklah, kita langsung kerumah sakiit papah ajah ma"
"Iya nak, ayok cepetan darahnya sudah banyakk yang keluar".
Sesampainya ia dirumah sakit, gadis ini di bawa kerumah sakit. Dan di periksa oleh ayah si penolong ini.
"Papah, tolonglah remaja putri ini. Dia butuh bantuan papa"
"Keluarganya mana? Kenapa kalian yang menolong nya?"
"Ceritanya panjang pah, tolong tangani dia segera" ucap mama si pria penolong ini dengan melihat tubuh gadis remaja berlumuran darah
"Baiklah , saya akan tangani dia semaksimal mungkin"
Selang beberapa menit, remaja itu sudah selesai di periksa dan keadaan nya mulai membaik dan bisa siuman setelah di nyatakan koma beberapa hari.
" Nama kamu siapa?" Ujar remaja laki laki ini sambil menganggam tangan-dia
"Aku....aku Anora" dengan nada bicara yang rendah pandangan nya tertuju kearah netra mata remaja laki - laki ini.
" Hai Anora aku Deon. Salam kenal Nora"
"Ah Iyah, Deon salam kenal juga"
"Keluarga mu di mana? Kenapa kejadian ini menimpa dirimu orang tua mu mana?"
"Aku... Aku tidak tau, pergilah aku ingin istirahat " pandangan Anora Tiba- tiba dikuasai raut wajah penuh amarah dan rasa takut .
"Apa yang terjadi padamu Anora?"
"Pergilah...!" Nada meninggi penuh amarah
"Baiklah aku pergi, semoga kelas sembuh"
Setelah Deon meninggalkan ruangan Anora ia ingin memastikan kondisi yang di alami Anora kepada papah nya
"Pah, keadaan Anora bagaimana?"
"Hey, tumben sekali kamu peduli dengan seorang gadis ada apa dengan mu ?"
"Entahlah, aku tertarik dengannya.
Tatapannya seolah menyimpan sesuatu dan itu membuatku penasaran dengan nya.
Aku tadi berniat untuk menanyakan tentang orangtuanya tapi di raut wajah nya tiba- tiba berubah penuh amarah dan rasa takut. Sebenernya gadis ini kenapa?"
"Papa tidak paham soal ini tapi papa akan tanyakan kepada aunty mu yah"
"Baiklah, aku akan pergi sekolah karena besok
Aku akan melaksanakan ulangan sekolah ku, jaga Nora papah"
"Oh rupanya Anora, baiklah papah akan menjaganya".
BINABASA MO ANG
Anora & Deon
RomanceSepasang remaja yang terikat oleh janji suci seumur hidup Deon yang menikahi Anora karena rasa penasaran oleh hidupnya dan berusaha menjaga Anora dari kesunyian dunia. Berbeda dengan Anora yang mengunakan pernikahan ini untuk membalaskan dendam Terd...
