⌯ Einer ⌯

41 4 0
                                        

20 : 47 -

Dingin nya malam ini membuat mereka semua yang berada disana terbenam dalam kesibukan masing masing, beberapa memain kan ponsel dan yang lain hanya memperhatikan langit malam

"Lepas kan sejenak pikiran kalian, aku membawakan minuman"

Pertemuan kali ini jarang sekali terlihat lengkap dan suasana awal yang tidak begitu tegang. Yoshua membagikan barang bawaan nya kesemua orang yang ada.

"Pal, apa titipan ku sudah di sampaikan Lea beberapa hari yang lalu?"

Yang ditanya mengangguk, lalu yang lain seakan bertanya melalui tatapan mereka.

" Titipan apa?"

Naya yang biasanya diam, membuka suara dan menatap sepupu nya sedikit tajam.

Yoshua ragu untuk menjawab, walau mereka berteman, hal privasi sangat di utamakan terlebih lagi masalah yang saat ini tengah ia bahas.

"Hanya sesuatu, tidak begitu penting" balas nya dan Naya memicingkan mata nya tak percaya.

Atsmosfer mereka menjadi berubah, di tambah Matteo yang tetiba menaruh botol soda nya dan bergegas berjalan ke pintu keluar.

"Matteo.." lirih perempuan yang biasa dipanggil Maca itu, tak ada gubrisan dari seseorang yang sudah melewati pintu keluar basecamp mereka.

"Aku masih tidak mengerti dengan kita semua" sahut Isabell dan Lea memberi gelengan pelan mengode agar teman nya itu tidak membahas seseuatu yang lebih lagi.

Alvale bangkit, mengambil minuman nya dan menyedot sampai botol itu benar benar kosong dan menaruh nya diatas meja.

"Kau mau kemana?" tanya Yoshua yang tahu posisi Vale yang siapa pergi itu.

"Seperti biasa, kau mau ikut?" ajak nya dan Yoshua tersenyum miring.

"Kenapa tidak"

Yoshua bangkit, dan dengan sigap Isabell menahan tangan lelaki itu.

"Kau ingin ikut berkeliaran bersama Vale memata matai mereka lagi?! Apa kalian ini memiliki 9 nyawa?" kesal Isabell dan Vale terkekeh.

Hugo yang sedari tadi diam langsung beranjak keluar tanpa mengatakan sepatah kata pun.

"Gue cabut ya yos" lanjut Vale dan meninggalkan tempat itu.

Yoshua melepaskan tangan Isabell pelan, memasang gummy smile nya dan berjalan santai mengikuti Vale dari belakang.

"Biarkan saja bel, mereka semua memang gila" cetus Naya dan menghabiskan makanan nya.

"Huh, markk" gumam nya

📌📌📌

Isabell mencari keberadaan seseorang yang hendak ditemui nya, beberapa menit waktu telah habis dan meel baru menyadari keberadaan Hugo yang duduk menaruh kepala nya di meja.

Gadis itu menaruh tas nya dan duduk dikursi berhadapan dengan Hugo.

"Hugo?"

Tak ada balasan dari orang yang dipanggil, meel menepuk pundak Hugo pelan.

" Hugo, aku tidak pernah melihat mu sekacau ini, ada apa?"

Lelaki bersurai hitam itu masih menutup wajah dengan lengan nya, tak menjawab perempuan yang sedari tadi hanya memperhatikan tingkah nya.

"Hugoo jawabb" kesal Isabell dan menepuk bahu lelaki itu berkali kali.

"Kepala ku sakit meel" balas nya dan gadis itu melihat apa yang baru saja diminum oleh teman nya itu.

"Bagaimana kepala mu tak sakit jika kau meminun soju sebanyak dua botol seperti ini?" omel nya dan Hugo tak membalas apa pun.

"Hmm"

Hugo berdehem dan memijat pelipis nya pelan, masalah nya ini membuat ia merasa tertekan.

"Hugo, cerita lah, ada apa?" pinta Isabell memperlan intonasi bicara nya.

"kau pulang saja, aku akan meminta Yos unt-" ucapan nya terpotong.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
"Nggak, aku bisa pulang sendiri, sepertinya menunggu kau bercerita tidak lah mungkin, aku harap segala beban mu segera hilang, aku akan pergi kerumah Maca, sampai nanti"

Isabell bangkit dan langsung keluar caffe itu, rasanya kesal jika lelaki itu terus menerus membungkam seluruh masalah nya yang meel tau mereka semua juga terlibat.

Hugo menatap kepergian gadis itu, lalu melanjutkan termenungan nya dan mengacak rambutnya frustasi, ia merasa benar benar kacau.

"Ahh.. lebih baik aku mati saja" dengus nya

Isabell menaiki bus dan lanjut berjalan kerumah teman nya yang bernama Maca itu, wajah cemberut nya tidak bisa ia kondisi kan, terlanjur kecewa dengan Hugo yang ternyata tidak pernah berubah.

"Hei kenapa kau memasang raut seperti itu?"

Lea yang pertama kali menyadari keberadaan Isabell, dan yang ditanya melengos duduk dan menaruk barang barang nya.

"Kau kenapa ibel?" tanya Naya dan Isabell mendengus sambil membayangkan wajah Hugo yang menyebalkan.

"eum, apa Matteo nanti akan datang ya?" cetus Maca tetiba karena teman teman nya itu hanya berdiam, terlebih Isabell yang ditanya tak menjawab.

"Aku yakin semua ini berhubungan dengan Matteo, sebab Hugo tak pernah sekacau tadi" ucap Isabell tetiba membuat raut binggung semua orang.

"Maksud mu apa bel?" tanya Maca terlihat agak tidak setuju.

"Kau tahu? Hugo seperti uring uringan dengan masalah nya, aku yakin pasti soal geng Matteo yang mengancam disana sini, apa kalian tidak tahu soal ini?" jawab nya dan semua nampak tidak percaya.

"Geng apa yang kau maksud?" tanya Naya dan Isabell mendekati diri kearah semua nya seperti perempuan yang hendak bergibah seperti biasa nya.

"Matteo itu mempunyai sekumpulan orang orang yang cukup berbahaya, sejak masih kecil saja ia sudah berani bermain dengan pisau" ucap Isabell dan Lea menggeleng geleng tak percaya.

"Bel, kau tahu soal ini dari mana? Kenapa kau seakan memprovokasi antar kita semua, aku benar benar binggung, terlebih lagi tidak mengerti dengan masalah apa yang saat ini sedang terjadi, kata kan yang jelas"

Lea terlanjur kesal dengan semua nya yang ia sendiri sampai detik ini tak paham, apa yang sedang terjadi juga ia tidak tahu, yang jelas pertemanan mereka mulai renggang dan canggung sejak satu bulan terakhir.

"Matteo itu tangan kanan dari kelompok nya yang bermasalah dengan Hugo, kita jangan sampai terlibat, atau bisa saja mereka tak main main dengan senjata nya. Aku takut"

"Bel tolong jelasin lebih rinci, masalah apa? Kenapa kau tahu banyak soal ini?" tanya Maca kalut dengan pembicaraan mereka.

"ka..karena aku sudah hampir masuk jebakan mereka"

.

.

.

.

.

.

.

. . .

-❝ tidak ada yang bisa kau percayai meski pun semua saling mengenal"
ㅤㅤ
Cukup meyakini satu hal, jangan gegabah dan gunakan logikamu.
O1. Percaya tapi kau terjerumus
O2. Tidak percaya dan kau yang terjebak

Vote dan komen nya gan

Hard to BelieveHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora