(CHANBAEK STORY)
#UNPUB
"Aku akan melukai kepalaku, membuat otak ku amnesia, agar aku bisa melupakanmu, termasuk cinta sialanmu Park!"
"Salah siapa memasuki kehidupanku? Mau kau hilang ingatan sekalipun, aku akan terus mengikutimu sampai kau mati By...
Aku adalah satu-satunya tuan di istana ini. Anak lelaki yang tumbuh dengan limpahan afeksi, meski terkadang kepalaku nyaris pecah dihantam stres.
Bagiku, poros dunia hanya berputar pada ibuku, begitupun sebaliknya.
Kami hanya berdua di dalam rumah besar yang mewah, dingin, namun indah ini.
Aku menikmati segalanya. Sendirian. Hanya aku, Park Chanyeol, yang berhak atas setiap inci kenyamanan di sini.
Sampai hari itu datang merenggut segalanya.
Aku masih bergelung di balik selimut tebal, menyesap kehangatan ranjang milikku, Hanya milikku.
Namun, ketenangan itu robek oleh suara ibu yang memanggil.
Nadanya melengking girang, getaran yang asing dan menjijikkan karena tidak biasanya ia sebahagia itu.
Aku menyeret langkah dengan gontai. Malas, gusar, dan terganggu.
Begitu sampai di ujung tangga, pemandangan itu menyapa mataku, seorang asing berdiri tepat di samping ibuku.
Aku menyipitkan mata, menatap sosok tak diundang itu dengan kecurigaan yang mulai membakar dada.
"Siapa?" tuntutku.
Suaraku sengaja kubuatsedatar beton.
Alih-alih menjawab kegelisahanku, ibu justru merangkul pundak orang asing itu.
Ada senyum lebar yang merekah di bibir wanita kesayanganku-senyum yang terasa seperti pengkhianatan.
"Saudaramu."
Hanya satu kata. Namun, dampaknya jauh lebih telak daripada hantaman tinju di ulu hati. Napasku tercekat, aku merasa seolah lantai yang kupijak mendadak runtuh, memaksaku jatuh ke lubang gelap yang tak berdasar.
Aku merapatkan rahang kuat-kuat, menelan semua caci maki yang sudah di ujung lidah.
Lalu, si orang asing itu tersenyum.
Sepasang matanya menyipit hingga membentuk sabit yang tipis. Aku memperhatikan hidung kecil dan lengkung bibirnya yang tampak simetris sempurna. Mungkin semua orang yang melihatnya akan langsung memuja, "Manis sekali..."
Tapi bagiku? mengerikan.
"Hai, Hyung. Aku saudaramu."
"Cih!"
TBC.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.