Komen jika kalian mulai mempunya uneg - uneg dalam salah satu peran dicerita chapter ini, haha. Selamat membaca.
Yah, mood di pagi ini tidak mendukung, dengan bahasa anak sekarang sedang nurun atau sedang tidak baik saja, alasannya? karna si kunyuk rusuh!! ya siapa lagi kalo bukan abangnya itu, yang pagi - pagi sudah bikin kesal saja !!! . Akhirnya Cia memutuskan untuk berangkat menggunakan taksi, mencuekan abang kunyuknya yang merayu lebih tepatnya menggodanya untuk baikkan dan naik motornya
Plis ini lama banget! Apa ga ada yang lewat kek-batinnya
" beneran ga mau naik de? Kosong ni jok belakang."goda fazo-abangnya yang super duper ngeselin ga ada bandingannya!
amit - amit deh gua punya suami nanti kaya gini yang ada gua darah tinggi di usia muda ! nonono gua gak mau... -batinnya lagi. Berenti dengan tiba - tiba begitupun dengan bang fazo, menggeleng membayangkannya.
" gak!" jawabnya dengan nada ketus.
" yaudah kalo ga mau, abang deluan" ucapnya nyerah dan melajukan motornya.
"SONO LU SONOO!" Triaknya dipinggir jalan, untung yang lewat cuman kendaraan. Maksudnya belom banyak keliatan orang jalan kaki ataupun ramai
15 menit berlalu berjalan kaki menuju sekolah, sembari menengok - nengok jalan siapa tau ada kendaraan umum lewat. "ah, mana ini ? Aishh, masa iya gua lari-lari?udah jam berapa ini?"ia melihat jam nya. Fix, waktu masih agak banyak lah.
Bodoamatlah gua lari-batinnya. Cia pun lari dengan kecepatan sekuat tenaganya dan berenti untuk mengatur napas yang ngos - ngosan.
"Gua gak tau ini baru sampe mana, intinya ini masih lumayan jauh" perkiraannya, marah- marah dan kesal sendiri. Pasalnya belum keliatan juga gedung sekolah ataupun gerbang sekolah kek gitu.
Disaat Cia ingin bersiap untuk berlarilagi, tiba – tiba ada motor hitam besar macam ninja berenti tepat disampingnya. pa iya ninja?ntahla ga ngerti motor intinya ninja besar itulah-authornya kurang banyak tau soal motor. Cia membatalkan kegiatannya setelah mendengar suara motor berhenti disampingnya. Seseorang yang berada dimotor itu melepaskan helmnya
Cia menengok orang yang berada diatas motornya, tidak sengaja mata hitam nya itu bertemu dengan mata biru orang tersebut. Membuat kedua pasangan mata mereka langsung melihat kelawan arah
Dia?enggak salah liat gua kan? ketos antartika-batinnya
Cowo yang gua maksud disamping gua ini kalo ga samar - samar pernah mendengar namanya Rafael Aldebaran, biasa dipanggil rafa/el. Dari yang gua lihat dan gua tahu kemungkinan adalah dia itu orang kaya. Plislah, ini motor yang dia pake itu bukan motor dengan harga kaleng - kaleng, walaupun kemungkinan masih mahalan mobil sih atau juga sama dengan harga mobil yang lumayan mahal. Dan sifatnya dia yang gua lihat itu tegas bisa jadi galak kek bapak tiri! camkan itu, and terutama dia sangat dingin banget, jutek juga cuek. Pokoknya cool boy betdah.. gua ga tau lagi karena gua ga terlalu dekat dengan ni manusia antartika.
Ohiya gua ampe lupa memperkenalkan diri wkwk. Kenalin gua Alicia Natalgio.So, kalian sudah tau panggilan gua itu apa. NOT call me ALI tolong garis bawahi. Why? karena panggilan itu seperti cowo. Ayolah gua perempuan, gua anak kedua dari 2 tahun setelah sodara kandung berkelamin cowo lahir dari perut bunda gua ke dunia , dia bernama Fazo Natalgio, yaps kalian tau panggilan bocah kunyuk ini apa. Dia sekarang kelas 12 kurang lebih memasuki semester 1, jadi kalian bisa taulah gua kelas berapa yakan. Gua dan abang gua adalah keluarga yang tidak juga dikatakan kaya raya atau pun miskin, kami adalah keluarga sederhana. Papah gua bernama Gio Saputra bekerja dikantor sebagai pegawai kantor dan Bunda gua bernama Natali Wirmansyah bekerja sebagai Ibu rumah tangga. Natalgio itu nama marga siapa? Natalgio itu sambungan dari nama dari kedua orang tua gua. Natali diambil Natal dan Gio
skip, balik kecerita
Keheningpun melanda beberapa saat. Rafael itu melihat baju yang dikenakan Cia, Cia yang menyadari sedang di perhatikannya akhirnya membuka suara. "ngapain lo liat badan gua? jangan macem - macem ya lo. Gua tonjok lo." ancam Cia lebih dulu, menatapnya dengan was - was.
Dih, geer banget gw cuman liat seragamnya. Belom gw apa - apain, udah insecure deluan. Padahal cewe yang gw deketin langsung gugup atau apalah itu suara dilembutin inimah malah ngancem -batinnya. "Anak SMA Alantra?" tanyanya to the point.
" iya lah." jawab Cia
" lu ngapain? dikit lagi masuk"tuturnya
bocah goblog apa gimana si?- batin Cia sambil menatapnya
"Ngemis!" ketus Cia. Dan jawaban dia hanya ber-oh ria aja. " ya, gua pengen larilah lol, ga ada kendaraan gua buat ke sekolah."
"capek?"
Pake ditanya lagi-batin Cia
"pastilah,"jawab Cia dan hanya dijawab lagi dengan 2 hurup tadi
Anjir 'oh' doank dong, nonjok orang dosa kagak si???-batin cia gemas
"ye"
" naik" ajak Rafael, memposisikan badannya ke awal.
" naik motor lu?"tanya Cia memastikan, siapa tau nanti pas mau naik dia malah ninggalin itukan bikin malu.
Rafael menghela nafas."naik gerobak bapak-bapak disana." tunjuknya ke arah depan lebih tepatnya ke arah bapak-bapak yang ia maksud. Cia mengikuti arah tunjuknya Rafael.Bapak - bapak yang sedang memindahkan sampah dari tong sampah umum dan memindahkannya ke gerobaknya
Kasian- Batin Cia melihat bapak - bapak tersebut.
Cia melotot," mending gua lari, lebih cepet."
" yaudah sana."
Cia lagi-lagi melotot, " yaudah."tegasnya
anjir, emang iyaya ga semua cowo kek cool boy gini peka!!!-batin Cia benar - benar kesal.
Cia bersiap memposisikan untuk berlari dan saatnya mau mulai ia menoleh kesamping sebentar dan berkata." ish, lo.Ngeselin bgt!!!" and mulai lari.
Laki-laki itu hanya senyum melihat tingkah Cia. Mungkin buat ia, membuatnya kesal sangat lucu dan ntahla itu menghibur. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya sembari senyum dan melajukan motornya,berencana mengikuti Cia dari dibelakang.
Cia berhenti di tempat yang Rafael tunjuk tadi. Dia melihat Cia sedang memberi bapak-bapak tersebut sebuah kotak tempat makan, cia tersenyum sangat manis
Apakah itu bekalnya? baik juga ini perempuan-batin Rafael melihatnya. Tanpa terasa kedua ujung bibir Rafael terangkat lagi. Saking asiknya melihat hampir saja dia lupa dengan waktu. Rafael melihat jam tangan sudah waktunya hampir masuk, ia harus membawa Cia itu agar tidak telat.
Peduli? gw juga gak tau. Tiba - tiba rasa itu muncul-batin Rafael yang bingung ada apa dengan dirinya ini. Ia pun menghampirinya, Cia yang mendengar suara motor persis seperti tadi menengok kearah suara motor itu.
Dia lagi, ngapain sih-batin Cia kesal
" mau apa lu kesini?sono pergi." usir Cia dengan nada ketusnya
"naik." perintah Rafael
" ga." jawab Cia cepat
" lu mau telat?" ucap Rafael cepat, Cia mendadak diem dan berpikir
Jika berkenan tap tanda bintang jika kalian suka, jangan sungkan untuk spam komen disetiap chapternya, share ke temen - temen kalian kalo ga keberatan.
SEE YOU!!
YOU ARE READING
FALL IN LOVE
Teen Fiction" lo tu, ngeselin tau ngak?!! " " gua ngeselin, tapi pasti nanti gua ngangenin " ____________________________________ '' Maaf, bukan karena kemauan diriku untuk meninggalkan dirimu, itu karena hal yang harus ku lakukan walau terpaksa... '' _______...
