Prolog

19 4 0
                                        

Namaku Michelle, arti nama Michelle adalah Feminine Michael 'hadiah dari Tuhan'. Kata Mama aku adalah hadiah yang diberikan Tuhan untuk Mama. Menurut Mama aku seperti sebuah keajaiban. Kehadiranku yang didiagnosa oleh dokter tidak bisa selamat ketika akan dilahirkan namun nyatanya aku terlahir di dunia ini. Dalam keadaan sehat tanpa kekurangan apapun.

Tapi ketika melihat keadaanku sekarang, aku merasa keajaiban itu hanyalah sesuatu yang tak nyata.

Tuhan?

Kadang aku merasa tak percaya akan kehadirannya. Dalam KTP-ku memang tertulis aku adalah orang yang memiliki agama. Tapi nyatanya itu hanyalah tulisan dalam kertas tanpa ada kebenaran dari hati dan perbuatan ku.

Aku meragukan keberadaan-Nya. Aku selalu bertanya-tanya kenapa mereka begitu taat untuk beribadah? Tak lelah untuk memanjatkan doa? Karena yang aku yakini sesuatu tak akan pernah terjadi jika kita tidak berusaha.

Tapi sekarang aku mulai meragukan lagi pemikiran ku. Aku sadar ketika Mama pergi untuk selamanya itu atas kehendak Tuhan. Tuhan menunjukan kekuasaannya dengan mengambil nyawa makhluk hidup.

Kini aku merasa yakin akan keberadaannya. Tuhan seolah-olah menegurku atau yang lebih tepatnya menghukumku.

Tuhan menghukumku dengan begitu berat. Entah itu yang dinamakan musibah? Ujian? Teguran? Atau takdir hidupku.

Aku telah kehilangan banyak hal. Aku tak lagi bisa mendengar, berbicara dan yang sangat membuatku terpukul adalah kehilangan kehormatan ku sebagai seorang perempuan.

Aku telah rusak. Rusak begitu dalam. Aku bukan lagi seorang gadis yang sempurna. Aku begitu kotor dan rusak di mana-mana.

Hal itu membuatku begitu depresi. Aku hancur. Hancur-sehancurnya. Aku tak lagi memiliki sebuah harapan dan semangat untuk hidup. Sudah berkali-kali aku mencoba untuk mengakhiri hidupku namun selalu gagal. Ada saja orang yang menggagalkannya.

Kenapa? Kenapa aku tak dibiarkan mati saja menyusul Mama. Aku tak bisa lagi hidup di dunia ini. Rasanya dunia ini terlalu kejam untukku.

Dulu memang aku merasa dunia ini begitu indah. Aku memiliki segalanya. Teman, sahabat, pacar dan keluarga yang lengkap. Tapi perlahan-lahan semuanya berubah. Aku kehilangan Mama, lalu papa menikah lagi. Kemudian sahabat-sahabatku menghianatiku, teman-temanku mulai menjauhi ku dan pacarku telah menggoreskan luka yang begitu dalam. Dia menjebakku, dialah orang yang telah merenggut keperawanan ku, dia memperkosaku. Karena dialah aku menjadi bisu, rasa trauma akan kejadian itu membuatku tak lagi bisa berbicara. Karena dialah aku mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi sampai aku tak bisa mengendalikan mobilku sehingga menabrak pembatas jalan dan jatuh ke jurang. Aku terlempar begitu jauh dan kepalaku terbentur dengan keras pada batu. Sehingga membuat mengalami gangguan pendengaran.

Sekarang apa yang bisa aku harapkan dalam hidupku? Tidak ada. Duniaku begitu gelap tanpa ada cahaya. Duniaku terasa begitu menyedihkan.

Jika keajaiban itu ada? Maka tunjukkanlah dirimu! Buatlah hidupku penuh akan keajaiban!

*****

Sebenarnya aku nggak percaya diri dengan cerita yang aku buat ini. Tapi tidak masalahkan jika aku mencoba. Meski aku merasa pesimis.

Aku tidak munafik berharap ceritaku banyak yang baca dan disukai. Jadi karena itu aku harap setiap orang yang membaca cerita ini menyukainya.

Sekian, terima kasih.



Salam Anidia

MichelleTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang