disaat semua orang ingin diperhatikan apa kabar dengan orang yang memperhatikan tersebut? apa mereka tidak memikirkan mereka juga ingin diperhatikan bukan memperhatikan aja , tapi apa mereka memikirkan hal tersebut?
dan disaat seseorang melakukan hal yang baik tetapi tidak dipercaya karena masa lalu yang membuat mereka tidak percaya hal baik tersebut , perasaan kecewa akan datang dan? kau tau? hal baik tidak akan merubah apapun bukan? sekuat apapun kau berusaha hal baik tu tidak terlihat di mata mereka , mereka hanya melihat keburukan mu aja
kecewa , perasaan tu banyak yang merasakan nya tapi dengan keadaan yang berbeda
aku kecewa dengan diriku
aku kecewa dengan hidupku
aku kecewa dengan usahaku
aku kecewa dengan orang tuaku
'fiuh' vania membuang nafas kasar setelah menulis catatan kecilnya , iya dia hanya menulis catatan kecil disaat dia dengan mood buruk nya , kenapa tidak curhat? apa dengan curhat kepada orang banyak atau temen akan ada yang mengerti keadaannya? mereka hanya ingin tau ada apa denganmu setelah kau memberi tau ada apa denganmu mereka hanya memberi respon seperti
"stay strong ya"
"lo pasti bisa hadapinnya"
"semangat ya"
dan lain lain nya mungkin , jadi tidak ada gunanya bicara dengan mereka bukan? begitulah pendapat vania karena dia sudah mengalaminya jadi lebih baik dia pendam sendiri dan berakhir di catatan kecilnya lebih baik begitu
"apa gue yang terlalu negative thinking ke mereka?"vania menatap ke atapatap rumahnya
"vania! cuci piring nya dulu!"
siapa lagi jika bukan mamanya yang berteriak memanggil vania
"iya!"
sebenarnya vania malas melakukan hal tersebut , pasti nanti ada aja salah nya. dulu vania tu adalah gadis yang malas melakukan ini itu , karena apa? karena apa yang dilakukan nya pasti salah aja dimata mamanya
"jangan malas kali jadi orang , mama mau beli garam dulu di warung"
vania yang mendengar ucapan mamanya hanya berdehem lalu menuju ke dapur , dimana ayahnya? ayah dan mamanya sudah pisah saat vania kelas 1 SMA vania tidak tau apa apa mengapa orang tua nya sepakat buat pisah , sekarang dirinya kelas 2 SMA. kehidupan vania hanya gadis biasa begitupun di sekolahnya dia hanya murid biasa
setelah selesai nyuci piring dia menyusun piring nya dengan teliti dan rapi takut kalau ada yang salah lagi pasti nanti mamanya marah lagi setelah selesai dia ingin ke kamarnya tapi dia teringat pasti nanti mamanya marah lagi kalau dia ke kamar nya , jadi diapun ke ruang tv menonton tv menunggu mamanya pulang
cklek (anggap suara pintu)
"uda siap?"
"hm"malas banyak bicara akhirnya vania pun menuju ke kamarnya sebelum sampai ke kamar mamanya memanggil akhirnya vania ke dapur
"kenapa langsung disusun piringnya pas lagi basah? jadi basah semua kan?"
tuh kan benar sesuai dugaannya tadi pasti selalu ada yang salah
"oh? piringnya masih basah? maaf ma gak liat kalau masih basah"ucapnya dengan tenang
"harusnya kamu liat dulu kalau mau nyusun piring nya jangan asal letak begitu aja"
"iya ma"
"kamu tuh uda besar begini juga harus dikasih tau? harusnya punya inisiatif sendiri dong. emang dari dasarnya malas ya malas"
sepertinya vania sudah tidak tahan sekarang tidak bisa bersabar lagi sekarang "aku malas? kenapa gak dari dulu mama ajarin aku ini itu! kenapa juga asal aku kerjain ini itu pasti ada aja salah nya! seolah-olah mama mencari segala kesalahan aku dari segala sisi tau gak? apa mama gak liat seberapa besar aku usaha beri yang terbaik buat mama tapi kenapa mama selalu memojokkan aku terus? apa seburuk itu aku dimata mama?" setelah mengatakan itu nafas vania seperti lari maraton tidak perduli jika di bilang dia durhaka dengan mamanya karena kesabaran nya sudah diujung tanduk
"berani kamu meninggikan suara kamu didepan mama?!"
apa? vania tidak salah dengar kan apa yang dibilang mamanya tadi? bukannya mendengarkan unek-unek hatinya malah mamanya memikirkan suaranya yang meninggi?
"suaraku meninggi sebab apa!" sepertinya kesabaran vania bener bener di ujung tanduk sekarang
"mama hanya memberi pendapat agar kamu tidak mengulanginya lagi" ucap mamanya dengan nada tegas
"apa mama sayang aku?" ucap vania lirih
"mengapa kamu menanyakan hal itu?" bukannya menjawab tapi mamanya malah tanya balik ke vania yang justru vania makin kecewa padanya
"fine" ucap vania lalu pergi ke kamarnya mengambil jaket dan langsung keluar kamar terburu-buru
"mau kemana kamu vania?"tanya mamanya saat melihat vania buru-buru keluar dari rumah
"nyari angin"jawab vania sambil keluar rumah
sepanjang jalan vania melamun dengan perbicaraan dengannya dan mamanya tadi di rumah
"apa mama uda gak sayang aku lagi? sampe jawab pertanyaan tu aja susah"ucapnya lirih sambil berjalan ke arah taman
sampai di taman dia duduk sambil memperhatikan banyak nya keluarga yang berkumpul di taman mengajak anaknya bermain di taman karena sore hari makanya banyak yang mengunjungi taman. saat vania melihat keluarga yang bermain dan berkumpul di taman tatapan nya berubah menjadi sendu
"gue kangen keluarga gue dulu , gue iri liat mereka seperti itu , gue ingin seperti mereka , apa kabar dengan ayah yang disana ya?" ucapnya sambil melihat seorang anak kecil yang asik bermain dengan orang tuanya
'seandainya kalian tidak pisah'
