SAUDARA PEREMPUAN
Kisahku tidak semenarik tokoh yang sangat jenius seperti Albert Einstein ataupun tokoh orang terkaya didunia seperti Bill Gates. Kisahku hanya sebagian kecil dari muka bumi ini yang mengetahuinya, tidak seperti artis atau penyanyi kelas internasional yang kisah hidupnya selalu terupdate setiap bulan diberanda google. Tapi, inilah kisahku yang hanya diketahui oleh orang terdekatku.
Saudara perempuan, untuk sesama perempuan dekat adalah hal yang wajar, terlebih dia adalah kakak atau adikmu sendiri. Bertengkar atau iri hati sudah seperti makanan sehari hari dirumah, saling membantu serta memberi kasih penuh cinta adalah pondasi rumah.
Banyak orang yang tidak memiliki saudara sangat menginginkanya tapi mereka hanya ingin tanpa tahu apa yang didapat dan akibat jika kalian, memiliki saudara perempuan. Ini kisahku bersama saudara perempuanku.
Dia Siti Solik**** kakak perempuanku, saudara perempuanku. Namaku Siti Mah*****, yeah benar sekali. Kita memiliki nama depan yang sama, terpaut dua tahun dan memiliki rupa yang terbilang hampir mirip sangat banyak orang yang mengira bahwa kami adalah anak kembar tak terkecuali teman sekolahku sendiri. Ironis memang, karena aku dan kakakku sangat tidak merasa bahwa kita memilki rupa yang hampir sama, bahkan satupun. Kita sangatlah berbeda.
Pagi ini adalah pagi yang penuh emosi, kami berdua kembali berseteru seperti perkara sebelumnya. Perseteruan ini mulai terjadi karena masalah tugas rumah, kakakku memasak dan aku mencuci piring, ini adalah pertengkaran pokok antara aku dan kakakku yang selalu ditimbun setiap hari dan akan meledak seperti bom waktu. BOOOMM dan ini terjadi pagi tadi. Karena kakakku tidak mau menemaniku membawa bekal minum untuk pekerja sawah. Sebagai anak petani, musim hujan adalah waktu-waktu awal menggarap sawah dan kami sebagai anak sudah dapat perintah dari kepala rumah tangga yang tak lain adalah bapakku sendiri. Aku meminta bantuan mbakku, begitulah panggilan rasa hormatku untuk anggota perempuanku yang lebih tua bukan tanpa sebab. Tapi aku minta ditemani karena aku tidak tahu tata letak tempat sawah dimana orang yang bekerja di sawah bapakku berada. Aku hanya tahu arah jalannya. Jika saja aku tahu, tidak akan aku mau menguras emosiku hanya untuk berdebat dengannya.
Sangat menyebalkan, sungguh. Saling berteriak, memaki, dan penuh emosi. Bahkan kepalaku seperti ada tegangan ratusan watt yang harus disemburkan agar kepalaku tidak terbakar. Sangatlah susah menahan emosi, aku hanya menangis setelah perkelahian itu. Dijalan menuju sawah selalu terngiang ngiang saat bertengkar, hal itu selalu membuatku menangis. Dan hal ini selalu terjadi terus menerus jika aku kembali mengingatnya. Menangis, menangis, menangis lagi.
Istighfar adalah salah satu hal yang sangat ampuh untuk meredakan emosi dan amarah. Tapi perilaku kami setelah bertengkar tidak bisa dibilang baik baik saja. Kita sangat jarang bertegur sapa walau satu rumah. Rasa emosi bisa kembali hadir walau hanya mendengar suaranya, rasa malas membalas ucapannya pun meningkat. Ada marah terselubung dalam hati.
Aku dan kakakku itu seperti memiliki fase fase. Ada satu bulan kita bisa terus terusan bersama, makan bareng, saling mentraktir ataupun berbagi cerita. Pada bulan bulan ini kita melaluinya tanpa emosi, bahagia bahkan saling membantu. Bercanda adalah hal yang sangat menyenangkan pada saat saat itu. Dan ada juga bulan dimana kita saling sensi atau sensitif.
Bulan ini sering terjadi setelah ada pertengkaran, berulah sedikit saja kami berdua bisa langsung culas saat berbicara. Maka dari itu pada bulan seperti ini kita sangat jarang berkomunikasi, karena sangat menguras emosi. Dan pada bulan ini kami berdua bisa sangat anti dalam saling meminta bantuan atau saling meminjam baju. Jadi diharap pada bulan ini kita harus sangat mandiri.
Bulan bulan ini selalu terjadi berselang seling, tidak tahu kapan, siapa yang memulai tiba tiba kita berbaikan tanpa ucapan maaf atau memaafkan dan mood kita bisa membaik secara tiba tiba. Fase ini selalu berputar di zona saudara perempuan. Dan perlu diingat pertengkaran perempuan tidak seperti pertengkaran antar lelaki yang adu jotos, kecuali saat kita masih belia, adu jotos pasti terjadi dan sangat lucu jika mengingatnya. Apalagi jika mengingat saat masa masa kecil bersama, huh sangat rindu.
Tapi tenang saja meskipun kita saling bertengkar tapi kami saling menyayangi, kita akan saling menjadi orang terdepan yang sigap membantu jika diantara kami ada yang kesulitan. Dan kita tidak akan putus seperti orang yang pacaran karena kecewa. karena kita selalu kecewa terhadap saudara perempuan kita setelah bertengkar. Karena kita tidak dapat terpisah, kita memiliki ikatan keluaraga yang tidak bisa terputus. Mau sekecewa apapun kamu, semarah apapun kamu, seemosi apapun kamu terhadap keluargamu. Kita akan kembali kekeluarga kita, kembali berbahagia bersama.
Inilah kisahku dan saudara perempuanku.
Yahhh sudah dulu, bye bye
Maaf jika masih kurang dalam alur cerita:v
See you when i see you
sm03_19
👋👋
KAMU SEDANG MEMBACA
best sister
Short Storyhaiii semua:) cerita ini adalah sebagian kisah nyata ku bersama kakakku ini hanyalah sebuah cerita singkat yang menceritakan tentang saudara perempuan buat kalian yang penasaran bagaimana rasa punya saudara perempuan akan kamu rasakan dalam ceritaku...
