Kota Soedirman terbagi menjadi 4 wilayah yang dikuasai oleh sekolah terkuat di Soedirman.
Wilayah timur dikuasai oleh Madelta 08.
Wilayah barat dikuasai oleh Westrop(Pasukan dari barat).
Wilayah selatan dikuasai oleh Karasuno (Gagak hitam)
Wilayah utara dikuasai oleh Athena (Dewa Perang)
Atau jika disingkat menjadi MAWAR.
Masing-masing sekolah dipimpin oleh orang terkuat di sekolahnya masing-masing.
Madelta dipimpin oleh Dimas seorang anak kelas 3, dia besar di wilayah konflik, hal itu menjadikannya sebagai orang yang kuat dan tidak mudah dijatuhkan. Dan dia tidak pernah lulus 2 tahun terakhir.
Flashback.
Sebuah daerah kumuh di wilayah terpencil di Indonesia yang tidak pernah diperhatikan dan menjadi tempat kegiatan ilegal mulai dari jual-beli narkoba sampai perdagangan manusia. Para penduduk adalah orang-orang miskin yang tak berdaya, mereka tinggal di bangunan yang nyaris runtuh. Orang-orang yang mati adalah pemandangan yang lumrah disana, hampir setiap hari ada beberapa orang yang mati karena kelaparan atau terkena penyakit.
Ketidakberdayaan itu dimanfaatkan oleh para penjahat untuk menghasilkan uang. Mereka menjadikan tempat tersebut sebagai tempat produksi narkoba. Tidak hanya itu, anak-anak dan perempuan seringkali menjadi korban. Mereka dibawa paksa untuk dijual agar nanti dijadikan budak atau bahan ujicoba malapraktik.
Dimas kecil saat ini tinggal bersama kakak perempuannya, orang tua mereka menghilang begitu saja tanpa ada petunjuk apapun.
"Dimas, kakak mau keluar dulu ya." Ujar Kakaknya yang bernama Merlin.
"Mau kemana?" Tanya Dimas.
"Kakak harus cari makan buat besok." Ujar Merlin sambil tersenyum mengusap kepala Dimas.
Setelah itu Merlin pergi meninggalkan Dimas sendirian dikala hujan turun, namun beberapa detik kemudian terdengar Merlin yang berteriak tepat didepan rumahnya.
"JANGAN! TOLONG!" Teriak kakaknya diiringi suara rintisan air hujan
Dimas langsung bergegas berlari keluar rumah, ia sempat tersandung batu yang menyebabkan kuku kakinya lepas. Diluar, ia melihat Merlin sedang digeret paksa oleh beberapa orang.
Dimas berlari ke arah kakaknya, ia memukul-mukul kaki orang-orang tersebut dengan tangan mungilnya. Namun salah satu dari orang-orang itu menyeretnya lalu memukulinya hingga menyebabkan pendarahan di hidung dan telinganya. Dimas tergeletak tak berdaya, ia hanya bisa melihat kakaknya yang terus berontak, namun selang tak lama kemudian ia pingsan.
Sementara itu petir menerus bergemuruh tiada henti ditambah hujan dan angin yang bertambah kencang.
"DIMAS!" Merlin terus-menerus memanggil nama Dimas sambil berusaha melepaskan dirinya dari orang-orang tersebut.
"Brengsek! Lepasin!"
Merlin berhasil memberontak dan melepaskan diri. Ia berlari ke arah Dimas untuk menyelamatkan diri. Namun sayang, salah satu penjahat itu merogoh senjatanya dan menembakkan senjata tersebut tepat mengenai dada Merlin.
Merlin tergeletak, dengan nafas yang sudah diujung nyawa ia berusaha merangkak ke arah Dimas dan berusaha meraih tangannya. Namun naas ia sudah tidak bisa meraih tangan Dimas.
***
Dengan bajunya yang lusuh karena ia tidak tau cara menyetrika baju, ia duduk diatas bangku dikelas yang menjadi markas utama Madelta.
Dimas menghela nafasnya,
"Bosen." Keluhnya sambil mengunyah sebuah apel.
Sementara itu suara orang-orang yang bertengkar terus terdengar sepanjang ruangan. Mereka bertengkar untuk berlatih atau untuk membuktikan siapa yang terkuat.
"Bang Dimas! Bang Dimas!" Salah satu anak datang berlari menghampiri Dimas.
"Ada apa?" Tanyanya sambil mengunyah sebuah apel.
YOU ARE READING
ZERO
ActionKota Soedirman terbagi menjadi 4 wilayah yang dikuasai oleh sekolah terkuat di Soedirman. Wilayah timur dikuasai oleh Madelta 08. Wilayah barat dikuasai oleh Westrop(Pasukan dari barat). Wilayah selatan dikuasai oleh Karasuno (Gagak hitam) Wilayah u...
