Ini cerita tentang keinginan pertama dalam hidupku. Aku menulis ini disaat hidupku tinggal sebentar lagi, lebih tepatnya 100 hari sebelum aku mengakhiri hidupku.
Aku saat ini berumur 18 tahun. Umur ideal untuk bersenang-senang, menjalin kasih, berteman dengan banyak orang tapi itu untuk semua manusia kecuali diriku. Aku lebih suka mengutuk mereka.
Selain hobi mengutuk orang aku juga tidak suka bicara. Aku terkenal antisosial, psikopat, aneh dan yang paling lucu 'Winter' adalah julukanku di tempat penampungan para sampah yang disebut 'Sekolah'. Aku tentu tidak akan berbicara dengan sampah seperti mereka, bisa-bisa aku ikut tercemar.
Aku yang seperti ini lebih baik daripada mereka, setidaknya aku menunjukkan diriku yang sebenarnya dan mereka tidak. Mereka hidup dengan berpura-pura. Aku menganggap mereka sampah dan aku tidak peduli bagaimana tanggapan mereka terhadapku. Aku yang berhak menentukan bagaimana aku dipandang.
"Seperti biasa dia selalu dingin kepada semua orang, untung dia tampan"
"Katanya dia pernah membunuh orang"
"Kalian coba deh perhatikan, dia memiliki ciri seorang psikopat"
"Dulu aku satu kelas dengan dia, dia hampir membunuh seseorang. Saat itu kita sedang ada jam olahraga dia dan Sisca saja yang tidak ikut jam olahraga dengan alasan sakit. Sisca saat itu demam tinggi, untung saja ada salah satu anak yang kembali ke kelas untuk mengambil sesuatu dan melihat Sisca sudah pingsan lemas. Kalian tau apa yang dia 'Winter' lakukan! Dia hanya menatap kosong ke arah Sisca dan tersenyum. Dia benar-benar psikopat"
Dan masih banyak lagi cerita karangan dari imajinasi mereka yang liar. Semuanya bohong.
Aku tentu masih mempunyai rasa kemanusiaan yah meskipun aku menikmati setiap penderitaan dari mereka. Aku akan menceritakan sedikit tentang Sisca.
Aku memang berniat mengabaikannya dan menikmati setiap penderitaan yang dirasakannya. Tapi karena Sisca mempunyai rambut pendek sebahu aku menyelamatkannya, hanya karena hal itu tidak ada alasan lain. Aku tau sifat dan karakter setiap sampah yang berada di kelasku. Anak yang menyelamatkan Sisca adalah salah satu perokok pasif dia selalu membawa 6 batang rokok setiap hari. Aku mengirim pesan ke ponselnya bahwa ada pemeriksaan setelah jam olahraga. Seperti dugaanku, dia berlari secepat kilat dan melihat Sisca sudah pingsan. Itu lucu menurutku.
100 hari sebelum kematianku aku ingin merasakan semuanya. Senang, sedih, kecewa, penghianatan, sex, narkoba, dan percintaan adalah hal terakhir yang ingin aku lakukan.
Aku sangat penasaran bagaimana rasa dari itu semua. Aku sudah tidak sabar memulai semuanya, aku belum pernah semangat seperti ini dalam hidupku. Ahh... aku hampir lupa aku akan mengajarkan bagaimana cara untuk mengungkapkan wajah asli seseorang.
"I HATE EVERYONE"
START
YOU ARE READING
I HATE EVERYONE
Teen FictionSemua manusia itu munafik mereka hanya sedang berpura-pura, mereka dengan sempurna menutupi wajah mereka yang sebenarnya. Bagiku tidak ada orang baik di dunia ini yang ada hanya kemunafikan. Melihat semua itu bagaimana kalau aku mengungkapkan wajah...
