FOLLOW AKUN PENULIS SEBELUM MEMBACA!!!
DEMI KENYAMANAN BERSAMA🕊
.
Dipersatukan secara paksa? Atau dipaksa untuk bersatu?
Entahlah, namun itu yang terjadi pada dua insan ini.
Disaat momen ini merupakan momen yang dinantikan oleh banyak orang di luar...
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
⚫⚫⚫
"Inget satu hal!" Ucap lelaki itu dengan urat yang tercetak dengan jelas.
Menandakan bahwa dia sedang marah. Tidak lupa juga, dia mencengkeram tangan wanita yamg sedang dimarahi itu.
"Lo itu cuma dipungut!" Ujarnya dengan lantang juga nada kebencian.
"Lo berada di sini itu karena dipungut!"
"Lo itu dipungut oleh keluarga gue! Lo dipungut dengan cara dijodohkan dengan gue! Inget itu baik-baik!" Jelas lelaki tersebut. Sedetik kemudian dihempaskannya lengan wanita tadi.
Sedangkan wanita itu hanya menatap nanar pergelangan tangannya yang memerah.
Dia tidak terima. Dia merasa tidak dihargai. Dia merasa direndahkan.
"Kamu salah!" Tutur wanita itu. "Emang kamu pikir aku mau sama kamu? Apa aku mau hidup sama kamu?" Wanita itu menarik napas untuk menetralkan emosinya. Mencoba untuk tidak emosi.
"Halah! Banyak bacot lo!" "Inget terus satu hal ini. Lo itu cuma dipungut. Dan lo, gak lebih dari seorang yang dipungut oleh keluarga gue!"
Dia diam sejenak.
"Jadi, gak usah banyak tingkah!"
Sedangkan wanita itu hanya diam, tatapan matanya kosong. Jelas dia sakit hati dengan perkataan lelaki di hadapannya ini. Namun, dia bisa apa? Toh, yang diucapkan lelaki itu ada benarnya juga.
Dia berada di sini karena perjodohan. Perjodohan yang dilakukan oleh kedua orang tuanya yang telah tiada dengan kedua orang tua lelaki tersebut. Dia tak habis pikir, apa yang ada di pikiran para orang tua waktu itu, sehingga mengadakan perjanjian untuk menjodohkan anak mereka.
Dan benar, secara tidak langsung, dia dipungut.
●●●
Hai semuanya! Gimana prolognya?
Suka nggak? Jawab di sini yaaa➡
Apa kalian sudah mulai menebak kisah cerita ini selanjutnya? Eitsss, hati-hati. Siapa tau tebakkan kalian salah, hehe.
Jangan lupa komen "NEXT". Spam juga gapapa kok, hehe.
Kalo kalian komen disetiap kalimatnya juga boleh banget.
Kalian juga boleh kok ungkapin apa yang kalian rasakan waktu baca cerita aku.
🕊🕊🕊 Oh, iya, jangan lupa untuk memberikan vote, komen and share cerita aku ya!
Aku juga manerima komentar dalam bentuk apapun. Boleh dalam bentuk kritik, saran atau pujian. Pokoknya semuanya boleh banget!!! Dengan catatan, masih dalam batas wajar yaaa!
🍭🍭🍭 Jangan lupa follow akun wattpad aku ya, kalo enggak, jangan salahin aku kalo nanti ada part yang gak bisa kamu baca, hehe.