Seorang gadis membuka pelan pintu besi yang sudah sedikit berkarat. Ia masuk ke dalam ruangan gelap berukuran kecil, di dalamnya hanya berisi satu karpet, kasur lantai dan selimut tipis. Tidak ada lampu, lemari, atau bahkan bantal. Seperti penjara pada umumnya, ruangan ini sepi, dingin dan gelap.
Yang membedakan adalah tidak ada sel dari besi, hanya tembok tanpa cat di sekelilingnya. Jendela kecil dengan tralis besi terletak di atas sangat dekat dengan langit-langit. Benar-benar tidak ada celah untuk kabur, bahkan pintu pun terbuat dari besi.
Si gadis mengernyitkan dahinya, ternyata ada tempat seperti ini, gelap dan pengap. Bagaimana seseorang bisa bertahan hidup di tempat seperti ini?
Berhenti berfikiran tentang tempat yang tidak manusiawi ini, dia kembali fokus pada tujuan awalnya, mengantarkan sarapan pada penghuni ruangan ini.
Didapatinya seorang pria sedang terduduk di sudut ruangan dengan melipat kedua kaki di hadapan dadanya, menatap kosong pada gadis di hadapannya. Sedangkan si gadis menatap iba pada pria kurus berambut berantakan itu. Dengan langkah pelan tanpa alas kaki,menapaki tembok hitam yang dingin dan sedikit berdebu, dia mendekat pada pria malang itu.
Tersenyum manis namun agak kaku karena lawan bicaranya menatapnya dengan tatapan sendu, seolah menyiratkan...
Luka?
" Hai, saya Nayara, perawat baru kamu disini. "
"Tuhan, aku tahu mencintanya adalah suatu kesalahan, tapi sungguh aku tidak bisa berhenti."
_Damian_
"Seharusnya sejak awal, aku tidak perlu melibatkan rasa."
_Nayara_
Akutuh masih amatir kawankawan:(
Jadi mohon maklum kalo ada kesalahan ejaan atau typo, mohon diingatkan jika berkenan, terimakasih:))
Janlup kasih bintang, gratis yakaann♡♡
YOU ARE READING
NAYARA
Teen FictionNayara yang saat ini menjadi 'perawat' seorang pria yang dikurung di ruangan pengap, terjebak dalam labirin yang diciptakannya sendiri. Dipertemukan dengan Damian, pria yang dituduh melakukan kesalahan yang sangat fatal, dan berakhir di ruangan semp...
