"Ibu,"panggil Lala yang sedang sibuk memasukkan pakaian ke dalam koper.
Hari ini adalah hari terakhir Lala di rumah karena esok pagi ia harus berangkat ke Bandung untuk melanjutkan studinya dan juga persiapan menjalankan ospek pertama di kampusnya.
"Iya Lala," sahut Lily berjalan menghampiri lala.
Lyli merupakan Ibu Lala yang usianya sudah berkepala empat, mempunyai dua anak kembar akan tetapi saudara Lala tidak bisa terselamatkan ketika dilahirkan.
"Benar, Ibu sama Ayah besok tidak ikut mengantar Lala sampai Bandung?"
"Iya La, Ibu sama Ayah hanya bisa mengantar sampai stasiun. Kan lala sudah tahu bahwa besok Ibu sama Ayah juga mau ke Jogja menjenguk paman yang sedang sakit," jawab Ibu sambil mengusap kepala Lala.
Lala menundukkan kepala, sedih, mengingat besok berangkat sendiri ke Bandung dan merupakan perjalanan pertama Lala ke Bandung.
"Tapi ibu, apakah tidak bisa ditunda sebentar?"
"Tidak bisa Lala. Lala tidak usah khawatir, Ibu sudah menelepon teman Ibu di Bandung untuk menjemput Lala ketika sudah sampai di stasiun Kiaracondong nanti."
"Tapi ini ibu, Lala kan langsung ke kosan tidak menginap di rumah teman Ibu."
"Iya Lala, langsung diantar ke kosan dan tidak menginap, nanti akan aman Lala, dikarenakan ibu sama Yessi adalah teman satu kelas ketika kuliah dulu."
"Iya ibu, terimakasih," Lala memeluk erat Lily yang telah mempersiapkan semua untuknya.
"Tadi ibu sudah beli lanting sama jipang emping buat Lala dan yang totebag biru, nanti kasih ke teman ibu ya, soalnya nitip lanting sama emping."
"Iya ibu siap, " hormat Lala kepada ibunya.
"Ibu tinggal dulu, selesaikan menata kopernya ya, dan segera tidur."
"Iya, bu," balas Lala.
Lala melanjutkan menata kopernya, memilih barang-barang yang memang sangat penting untuk dibawa dan meninggalkan yang tidak dibutuhkan. Akhirnya selesai juga, waktunya tidur, takut kesiangan besok. Batin Lala.
****
Ayam sudah berkokok pertanda matahari hendak muncul memancarkan sinarnya. Gelap pun berganti terang. Tampak Lala sedang sibuk mengeluarkan koper dan 2 tas totebag berisi barang-barang yang hendak dibawa, keluar dari kamar. Kemudian beranjak pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badan.
Segarnya sudah mandi, mmm inilah style ku, mengenakan celana jeans hitam dipadukan dengan kaos putih dan kemeja warna kuning, serta topi hitam kesayanganku ini.
"Lala, ayo sarapan, takut telat nanti ke stasiunnya," panggil Ayah dari meja makan.
"Baik ayah," sahut Lala kemudian berjalan menuju meja makan.
"Tumben sekali ibu memasak ikan, biasanya daging ayam."
"Takut Lala ga bisa makan ikan disana."
"Ahh... Ibu bisa saja"
"Ibu juga sudah membuat bekal buat Lala, jangan lupa di makan ya."
"Siap ibu"
"Sudah-sudah ceritanya nanti lagi, kita makan dulu takut telat ke stasiunnya," sambung ayah.
Setelah makan, Lala kembali ke kamar untuk menyisir rambutnya, diikat, dan mengenakan topinya.
Selamat tinggal kamar kesayangan, aku mau pergi menuntut ilmu, aku pasti bakalan kembali kok, bye bye.
ESTÁS LEYENDO
Still Together
Novela JuvenilSinopsis: Keputusan yang sulit untuk tetap bersama, bagaikan berjalan melawan arus. Harus mampu melewati berbagai rintangan di depan yang memang sulit untuk dijalankan. Berbagai tekanan batin datang, menguras pikiran dan juga hati. Seperti inilah ki...
