1. Prolog

26 10 68
                                        

Reffina Abraham

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Reffina Abraham

Reffina memulai harinya dengan penuh ceria, iya memang Reffina selalu bahagia setiap hari karena ia adalah gadis yang periang. Tapi, dibalik periangnya Reffina ia juga menyimpan sifat yang sangat menjengkelkan, seperti ia selalu memerintah orang disekolahnya untuk menuruti semua permintaannya layaknya seorang putri.

Sifatnya timbul karena ayahnya adalah konglomerat terkenal di kotanya, dan ia sangat dimanja.
Dihari itu Reffina berangkat ke sekolah dengan mobil barunya. Mobil baru hadiah ulang tahun Reffina, yang tepat kemarin malam usia Reffina genap 16 tahun. Ia terlihat sedang mencari kunci mobil barunya itu diatas meja riasnya.

"Duh, dimana nih kuncinya! Udah tau ini jam berapa pakek hilang segala! Kesel deh gue!" Ucapnya yang sambil mencari kunci mobilnya.

Tok! Tok! Tok! Terdengar suara ketukan pintu dari kamarnya.

"Reffina, kok belum keluar sayang? Ayo sarapan sama mami dan papi," ucap mami Lena dari bilik pintu kamarnya.

Mendengar ucapan itu Reffina langsung menjawab dengan nada yang jengkel. Karena ia sangat tidak suka dengan mami tirinya itu.

"Udah deh ya, nggak usah ajak-ajak gue sarapan! Nggak usah sok perhatian!" Jawab Reffina dengan nada tinggi.

Setelah mendengarkan ucapan itu mami Lena langsung pergi dari kamarnya Reffina. Mami Lena sudah terbiasa dengan sifat Reffina yang kasar padanya. Tetapi, ia selalu menyayangi Reffina layaknya anak kandungnya sendiri.

"Mana Reffina mi? Kok belum turun juga?" Tanya seorang lelaki yang sedang duduk di kursi makan dan siap ingin menyantap sepotong roti. Laki-laki itu adalah papi nya Reffina, seorang pebisnis terkenal dan siapa lagi kalau bukan Rey Abraham.

"Iya Pi, Reffina belum turun kayaknya dia masih beres-beres." Jawab mami Lena sambil mengangguk.

"Ohiya udah mi, kita duluan aja sarapannya." Ucap papinya Reffina. Dan mami Lena menjawab dengan anggukan setelah itu ia duduk disamping papinya Reffina.

Reffina yang tadi sibuk mencari kunci mobilnya yang entah kemana, dan akhirnya kunci mobilnya ketemu. Reffina sangat kesal bagaimana tidak kunci tersebut ternyata udah ada didalam tas sekolahnya yang sudah ia siapkan tadi malam.

"Ya ampun! Kok dalem tas sih? Ohiya gue lupa kan gue semalem naroknya, kok gue pikun banget ya?"  Ocehnya sendiri yang sambil memegang kunci mobil.

Ia langsung memasangkan tasnya dan turun kebawah untuk izin pergi ke sekolah dengan ayahnya tapi tidak dengan ibu tirinya. Baginya, ibu tiri hanyalah orang jahat yang hanya ingin menghabiskan harta ayahnya.

"Halo Pi, good morning!" Ucap Reffina kepada papinya yang dari atas tangga.

"Eeh anak papi udah keluar, yok sarapan sama mami!" Ucap papinya.

ReffinaWhere stories live. Discover now