Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.

Blurb

25 2 0
                                        

   
Bismillahirrahmanirrahim... Cerita baru yang aku publish semoga bisa memikat para pembaca ya 😊 semoga bermanfaat dan senantiasa mengingatkan khususnya aku sendiri pada cinta yang sesungguhnya😊 Don't forget to vote, comment and share.. selamat membaca ❤

.

.

.

.

==============================
   

Gadis belasan tahun itu menuruni anak tangga dengan buru-buru, hijab dan seragam yang di pakai nya tak beraturan, tangan kanannya memegang tas sekolahnya dan ditangan kirinya ia menenteng sepasang sepatu nya.

"Pelan-pelan atuh Al, nanti kamu jatuh nenek yang pusing kan." Ucap wanita paruh baya di ruang makan. Usianya yang lanjut tidak memperlihatkan Halimah lansia, justru wanita itu masih terlihat umur 30 an. Memang belum sebegitu tua karena Halimah dulunya menikah muda.

"Kesiangan nemud. Bisa-bisa Al kena hukum sama kakak-kakak osis yang menyebalkan itu." Oceh nya sambil memasangkan sepatunya.

Nemud adalah panggilan sayang Alia pada nenek nya, Nemud yang artinya Nenek Muda.

Halimah pernah bilang pada Alia, bahwa dirinya tak semuda yang dia pikir tapi cucunya itu kekeh ingin memanggil dirinya dengan sebutan Nemud.

"Nih bekelnya." Halimah memberikan sekotak wadah kemudian Alia memasukkannya ke dalam tas.

"Paman tampan dimana? Kok enggak keliatan?" Tanya nya sambil memutarkan bola matanya mencari seseorang yang dimaksud nya.

"Paman mu sudah pergi, hari ini dia tidak bisa mengantar mu ke sekolah. Katanya pagi sekali dia harus sudah meeting dengan beberapa partner kerjanya." Jelas Halimah.

"What!!? Gimana ceritanya sih, kenapa enggak bilang dari malam. Aku kan bisa bangun pagi kalo malam nya di niatin dulu mah." Cerca Alia.

"Makanya permpuan itu tidurnya jangan malam terus, jadi nya kan.." Belum selesai Halimah bicara Alia sudah memotong ucapannya.

"Al berangkat. Assalamualaikum." Ucapnya setelah mencium punggung tangan Halimah secara tiba-tiba.

Halimah memutar-mutar kepalanya jengah, ia menjawab salam cucu semata wayang nya itu.

"Awas ya tuh paman muda, gue kerjain deh nanti pas pulang. Ini pasti dia sengaja ninggalin gue karena kemaren dia gue jodoh-jodohin sama tetangga sebelah." Oceh nya sepanjang jalan.

***

Tunggu next chapter nya yaa.

Follow ig : aisyaisyah01

AliAndraStories to obsess over. Discover now