----------
U-u-u-u, kuingin bersamamu.
U-u-u-u, menyelami rasamu.
U-u-u-u, apa mungkin untukku?
Ooh-ooh-ooh
Jantungku berdebar kencang karenamu.
Ingin segera ku arungi hatimu.
Habiskan waktu berdua denganmu.
Inilah isi hatiku untukmu.
Misellia - Isi Hati
----------
"Nih bos, dari pujaan hati lo", Renjun memberikan sekotak coklat untuk Heachan.
"Apaan nih?"
"Buta mata lo, ini namanya C.O.K.L.A.T. kampungan apa gimana?", ucap Renjun setengah berteriak.
"Skalian aja lo umumin di toa mushollah, Jun", jawabnya santai.
"Heran gue, kenapa temen kelas Chenle yang satu itu demen sama undelan kaya Haechan"
Haechan bangkit dari duduknya, mengambil ancang-ancang seolah ingin memukul Jisung adik kelasnya ini sekaligus anggota club musik yang diketuai oleh Jeno.
Ya, mereka berenam. Jeno ketua club musik yang merambat menjadi bassis, Renjun vocal, Jaemin gitaris, Chenle kibordis + vocal, Jisung Drummer dan yang terakhir Haechan gitaris + vocal.
"Tahan gue, Jun. Plis tahan gue", Haechan menahan tangannya dipinggir Meja sambil membusungkan dadanya.
"Gue gak peduli", katanya sambil mengangkat tangan.
Satu cubitan tepat dipipi kanan Jisung. Haechan tertawa merasa dirinya menang dipertandingan kali ini. Ia kembali duduk karena keributan mereka sedang disaksikan banyak orang dikantin.
"Gue juga bertanya-tanya sih. Sejak kapan sih dia ngejar-ngejar lo?", akhirnya Chenle angkat suara mengenai teman kelasnya yang menyukai Haechan.
"Sejak gue lahir kali. Kan gue ganteng dari lahir"
"Uuuekk", mendengar kalimat yang diucapkan Haechan, ketiganya memalingkan wajah seraya berakting seaakan jijik dengan perkataan Haechan.
"Sini sini", ujar Haechan menyuruh temannya untuk mendekat. "Mending gue daripada Jaemin galau mulu".
"Iya juga sih", Jisung tidak mau kalah.
"Miris bangetkan?", tanyanya lagi.
"Kenapa Jaemin?"
Haechan mengusap wajahnya kasar. "Renjun, udah gue bilang kalo kesekolah tuh telinga lo dibersiin dulu budek banget jadi orang"
"Dih ngapa jadi gue?", semua berbalik ke Renjun, dan tak kalah terkejut ketika mendapati Jaemin sudah ada berdiri disebelah Renjun sambil melipat tangannya didepan dadanya.
Haechan berdiri mendekati Jaemin seraya bernyanyi. "Selamat hari lebaran, minal aidin wal faidzin. Mari bersalam salaman, mari bermaaf maafan"
"Apaan tadi?"
"Gada apa-apa kan guys?"
"Loh bukannya tadi---", kata Jisung terpotong.
