Meski bibir ini tak terucap
Pahami mataku dan tatap
Ada segurat luka yang tertancap
Dan segores kesedihan yang melahap
Walau kau tak melakukannya
Menoleh pun tidak, meski seadanya
Kau tak mau jua tahu diriku
Juga, tak mau dengar lukaku
Bodohnya aku yang selalu melukis senyummu
Aku ... Menantimu menyapa padaku
Selalu membayangmu tiap waktu
Terus memegang harap, akan kenangan terjadi lagi seperti dulu
Untukmu yang kian dingin
Mungkin, rasamu yang perlahan diterpa angin
Dariku yang menyapamu lewat angin sendu
Aku mencintaimu dalam doaku
ESTÁS LEYENDO
Sajak Patah
PoesíaIni; sajak perihal kamu. Kisah-kisah usang yang pernah menggores waktuku.
