Madam Giselle berjalan meninggalkan apartemen sederhananya yang dinamai Minneapolis. Kakinya bergerak lambat menuju ke bangunan sebelah, sebuah hotel bertingkat lima bernama Brisbane. Di depan gedung tersebut, terdapat sekelompok orang yang sedang mengelilingi sesuatu.
Wanita yang telah berusia lanjut itu berusaha menyusup ke dalam kerumunan. Orang-orang di sekitarnya menampilkan berbagai macam ekspresi. Ada yang memandang dengan iba, ada yang berbisik dengan temannya, dan ada juga yang hanya mengintip sekilas kemudian berlalu.
Ternyata, di tengah keramaian, terkapar seorang wanita yang sudah tidak bernyawa. Darah terus mengalir dari tubuhnya dan beberapa organnya hancur lebur.
Dari bentuk fisiknya, terlihat jelas bahwa dia bukanlah orang lokal, melainkan turis yang datang untuk berlibur. Rambut pirang, kulit putih, hidung yang membengkok, ciri-ciri tersebut sangat kontras dengan penduduk di sekitar sini.
Madam Giselle menggeleng prihatin melihat kondisi wanita itu. Terdapat garis polisi yang membatasi dirinya dengan si mayat. Di dekat situ, berdiri seorang polisi yang bertugas untuk menjaga TKP. Pria itu dipanggil James, dilihat dari bordiran nama di seragamnya.
Tiba-tiba, seorang wanita paruh baya yang berdiri di samping Madam Giselle melontarkan pertanyaan.
"Pak, apakah ini pembunuhan?" tanyanya.
James menjawab dengan mantap. "Maaf, kami belum bisa memutuskan, madam. Tapi sejauh ini dianggap sebagai kasus bunuh diri,"
Pernyataan itu menimbulkan seruan-seruan kaget yang saling bersahutan.
"Sayang sekali, dia wanita yang cantik,"
"Mengherankan, mengapa bunuh diri menjadi sebuah tren?"
"Padahal umurnya masih muda. Dia masih punya kesempatan untuk sukses,"
Dan ucapan-ucapan lainnya. Ketika masing-masing individu sedang sibuk dengan pikirannya, Madam Giselle melambaikan tangan sembari memanggil petugas.
"Ada apa, madam?" kata polisi jaga itu.
"Wanita ini tidak bunuh diri, dia dibunuh," ujar Madam Giselle secara lugas.
Spontan, kalimat ini membuat orang-orang terdiam dan menatap ke arahnya.
Bahkan James pun tidak bisa menyembunyikan rasa kagetnya. Namun, lantas pria itu mengulas senyum. Ia berusaha menghargai pemikiran Madam Giselle.
"Apakah ada buktinya, madam?"
"Posisi tubuh wanita ini telentang, bukan telungkup," Madam Giselle memaparkan alasannya.
James tersenyum simpul. "Gagasan yang bagus sekali. Tapi, ada baiknya kita menyerahkan hal ini kepada yang berwajib, madam,"
Madam Giselle mengimbuhkan, "Petunjuknya berada di tempat asalnya."
#
YOU ARE READING
Minneapolis
Mystery / Thriller"Pak, apakah ini pembunuhan?" tanyanya. James menjawab dengan mantap. "Maaf, kami belum bisa memutuskan, madam. Tapi sejauh ini dianggap sebagai kasus bunuh diri," Pernyataan itu menimbulkan seruan-seruan kaget yang saling bersahutan. Ketika masing...
