Desire

142 10 0
                                        

Summary
Chanyeol  adalah seorang penerus mutlak klan vampire dan menemukan sosok yang menggairahkan

Sepasang bola mata menatap jengah ke arah sosok tegap yang tengah duduk dengan gagahnya di sebuah kursi dengan ukiran di setiap sisinya. Sesekali bola mata itu mengerjap bosan dan liar menatap ke sembarang arah. Bibirnya tampak menggumamkan kata-kata tak jelas sebagai lambang dari protes yang tidak sempat keluar dari kedua belah bibirnya. Bola mata indah dengan warna kehijauan itu akhirnya fokus menatap sosok yang masih setia duduk di depannya ketika sebuah teriakan tegas terdengar olehnya.

"Berhenti bersikap kekanakan dan dengarkan ucapanku Park!" hardik sosok tegas itu geram. Sedari tadi dia hanya membiarkan sikap bosan dan acuh tersebut, namun nyatanya dia tidak cukup sabar menghadapi bocah yang sedari tadi menatapnya dengan pandangan jengah itu.

Sosok yang dipanggil Park itu hanya membuang nafas panjang sebagai respon. Dia sudah terlalu malas meladeni hal ini. Sudah terlalu sering pembicaraaan serupa ini terjadi dalam rentang waktu 20 tahun terakhir dan dia selalu muak.

"Kau tahu, meskipun abadi aku tetap akan mengalami yang namanya kehancuran. Tidak bisakah kau membuat hidupku tenang dan nyaman kali ini? Aku sudah terlalu pusing melihatmu bersikap seperti ini terus. Klan kita membutuhkan penerus dan sebagai keturunanku, maka itu adalah tanggung jawabmu."

"Jika Ayah memintaku untuk meneruskan kepemimpinan pada klan ini, baiklah aku setuju. Tapi tolong jangan paksa aku untuk memiliki seorang inang untuk keturunan. Aku sangat malas untuk memilki sebuah ikatan."

"Park Chanyeol…"

"Keputusanku sudah bulat. Aku tetap akan menolak dijadikan sebagai penerus jika kau masih saja memaksaku untuk memiliki seorang inang." dengan langkah acuh, pemuda dengan nama Chanyeol itu pergi meninggalkan sang ayah yang masih saja duduk di kursinya dengan pandangan penuh amarah.

"Shit! Anak kurang ajar. Bisa-bisanya dia bersikap seperti itu kepadaku." geramnya seraya membanting gelas kuningan yang sedari tadi dia pegang. Oke, kesabarannya sudah habis saat ini.

Sosok bernama Chanyeol tadi adalah salah seorang yang telah dianggap sebagai anak oleh sang raja vampire. Sosok tinggi dengan kulit putih pucat dan rambut ikal berwarna perak itu memang tampak memiliki karisma pemimpin yang kuat. Masa lalu yang keras sudah cukup untuk menjadi modalnya menjadi seorang pemimpin bagi klannya. Sudah sejak lama pemimpin vampire itu telah mempersiapkan Chanyeol menjadi penerusnya. Semenjak peristiwa perubahan Chanyeol menjadi seorang vampire, sang pemimpin sudah yakin dan mantap bahwa dia adalah sosok yang cocok untuk mengemban jabatan sebagai pemimpin.

"Sial! Kalau memang rencananya seperti ini, lebih baik aku tidak pernah berubah menjadi vampire saja. Oke, menjadi pemimpin memang tidak masalah asalkan dia juga tidak mengharuskanku memilih seseorang untuk menjadi inangku.  Menjalin sebuah komitmen dan memilki sebuah ikatan itu sangat memuakkan." gerutu Chanyeol sambil melempar batu-batu kerikil ke tengah danau.

Menemukan seorang omega bagi Chanyeol bukanlah sebuah masalah besar. Dia, seorang alpha dengan tubuh tinggi, otot yg terbentuk sempurna serta wajah yang tampan. Dijamin siapapun akan dengan senang hati menyerahkan hidupnya untuk Chanyeol. Tapi Chanyeol sama sekali tidak tertarik dengan apapun hubungan yg membuatnya terikat dengan sosok lain. Terlalu melelahkan.

Sejenak, Chanyeol menghembuskan napas panjang. Yah, meskipun kegiatan bernafas saat ini memang sudah bukan lagi menjadi keharusannya, rasanya sekali-kali menarik nafas panjang juga cukup membuatnya sedikit tenang. Matanya menerawang jauh, tiba-tiba dia merindukan kempung halamannya. Korea Selatan. Negara itu sudah cukup lama dia tinggalkan. Saking lamanya, Chanyeol seakan sudah tidak lagi ingat berapa lama jumlah tahun yang dia lewatkan di luar negara itu.

Pursuit of PassionStories to obsess over. Discover now