"Sudah SMA, belajar yang rajin. Biar nanti ngga susah masuk kuliah. Buat Ayah dan Bunda bangga" -Bunda Naya
"Semua usahamu ga akan sia-sia. Di setiap pengorbanan pasti ada hasil yang baik" -Ayah Naya
"Dek, kamu nanti di sekolah jangan malu-maluin kakak ya. Semua guru di sekolah itu kenal kakak, kamu tau kan? Mereka juga nanti pasti kenal kamu karena lihat bunda dan ayah waktu ngantar kamu ke sekolah. Jadi, kamu harus jadi anak baik-baik, oke? I love you sistaa" -Kak Zaid
Kalimat itu tidak pernah terlepas dari ingatannya. Selalu teringat tanpa ada arahan untuk mengingat. Melamun sambil menatap keluar jendela mobil, ia menarik nafasnya dalam-dalam, dan membuangnya dengan lembut.
.
Tahun ajaran baru telah dimulai. Hari ini, siswa siswi baru mulai datang ke sekolah. Disambut oleh senyuman dari para pengurus OSIS di depan gerbang sekolah, dan guru-guru yang ikut serta menjaga pintu masuk bersama para pengurus OSIS. Seorang murid baru terkagum-kagum melihat bangunan sekolah yang megah, pohon-pohon palm yang menjulang tinggi menambah suasana asri di Sekolah.
"Untuk seluruh peserta didik baru SMA Negeri Leangue, untuk segera berkumpul di aula sekarang, terima kasih."
Setelah mendengar pengumuman, para murid baru segera pergi ke aula dengan didampingi orang tua mereka masing-masing. Sampai di aula, mereka duduk di kursi yang telah disediakan. Di dalam aula yang mewah, ada beberapa guru yang ikut dalam acara pembukaan dan juga para anggota OSIS. Tanpa berlama-lama, acara pun dimulai.
"Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua"
Beberapa pasang mata tersorot ke arah lelaki yang berada tepat di atas mimbar yang sedang memberikan kata sambutan. Sepatah dua patah kata yang terlontar dari mulut pak Kepala Sekolah membuat satu diantara ratusan murid yang hadir di aula merasa mengantuk. Yang benar saja, baru beberapa menit acara ini dibuka, dia sudah tidak bisa menahan rasa ingin tidurnya.
Aneh? Tidak, itulah dia. Zaura Edrice Kanaya adalah seorang wanita yang suka tidur. Mungkin tidur yang menjadi kebutuhan malah dijadikan hobi oleh Kanaya. Dia pun kadang kewalahan mengatasi rasa kantuknya yang berlebihan dan seringkali datang disaat yang tidak tepat. Seperti sekarang ini, bisa-bisanya dia mengantuk disaat Kepala Sekolah barunya sedang berpidato.
"Hei," sontak Naya terkejut ketika ada seseorang yang menepuk bahunya dan membuat Naya terbangun dari tidur singkatnya. Naya hanya membalas sapaan orang tadi dengan senyuman, dia merasa kesadarannya belum kembali sepenuhnya.
"Kenalkan, nama aku Hira Zia Lestari, panggil aja Zia," sambil mengulurkan tangannya ke Kanaya "oh, iya. Nama aku Zaura Edrice Kanaya, biasa dipanggil Naya," sambil tersenyum dan menjabat tangan seseorang yang mungkin akan menjadi teman akrabnya nanti.
"Kamu tidur?" Tanya Zia kepada Naya dan itu membuatnya sedikit malu. Sambil tertunduk malu Naya menjawab pertanyaan Zia, "hmm, cuma memejamkan mata," padahal ia sempat sedikit bermimpi saat itu. Mendengar jawaban dari Naya, Zia hanya tersenyum sambil menatap Naya yang sedang malu. Oh iya, sekolah baru Naya ini berbasis asrama.
.
Acara pembuka telah selesai. Sekarang adalah waktunya bagi para orang tua mengantar anak nya ke asrama. Saat di perjalanan dari aula menuju asrama, Naya melihat satu orang diantara empat orang lelaki yang membuat dia jatuh hati. Tak habis pikir, bagaimana bisa hanya dalam satu kali lihat Naya sudah bisa jatuh hati kepada lelaki yang bahkan belum pernah berbincang dengannya? Dan juga, mungkin tidak tau bahwa ada seorang wanita bernama Zaura Edrice Kanaya hidup dimuka bumi ini.
"Waaw, ganteng banget kakak itu," batinnya. Arah mata Naya tidak terlepas dari lelaki tadi sampai akhirnya dia sampai di asrama dan kehilangan jejak si lelaki. Naya cemberut karena lelaki yang ia dambakan tak lagi tampak oleh matanya. "Cari apa, nay?" Tanya bunda Naya. Naya terkejut ketika sang bunda mengetahui bahwa dia sedang mencari-cari seseorang, "haa..ooh.. nggak bun, hehe," sambil memijat pelipis matanya.
Disaat Naya menurunkan barang-barangnya, ada seseorang yang mendekat ke arahnya. Itu adalah kakak OSIS yang bertugas membantu murid baru mengangkat barang-barang pribadi mereka. "Hay, adik. Kakak bantu ya," kakak OSIS tersenyum sambil mengangkat barang milik Naya menuju asrama. Banyak pertanyaan yang dilontarkan oleh kakak OSIS kepada Naya. Naya bukanlah orang yang banyak cakap kepada orang yang baru ia kenal. Jika ada orang asing yang bertanya padanya, maka dia hanya menjawab sesuai dengan pertanyaan yang dilontarkan tanpa tambahan basa basi.
Naya juga bukan tipe orang yang bisa menyapa orang asing duluan. Dia tidak akan menyapa seseorang jika ia tidak disapa terlebih dahulu. Meskipun mereka dalam ruangan yang sama, dia tetap tidak akan menyapa orang terlebih dahulu. Karena itu, tidak sedikit orang yang menganggap Naya adalah orang yang sombong. Namun, jika sudah mengenal Naya dengan baik atau akrab dengan dirinya, dia bisa menjadi teman baik yang dapat menghibur dikala sedih dengan tingkah konyol nya.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Zaid Eshaq Kasyafani
Lulusan terbaik SMA Negeri Leangue,
Nakal, tapi pinter,
Sayang banget sama Kanaya,
Jomblo akut, padahal banyak cewek yang naksir,
Mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi.
Enjoy guys, maaf kalo banyak salah huhuu.. aku juga baru pertama kali nulis.. Makasih uda baca🥰