Berita Terkini
Berita terkini di kabarkan ada seorang pelajar sekolah menengah atas yang membunuh dirinya dengan meloncat dari atap gedung yang berlantai 15, pihak dari kepolisian masih menyelidiki kasus ini. Terimakasih
Ucap ketua polisi di bandar kepolisian Korea Selatan.
Pip~
Jimin sedang termenung di dalam kamarnya mencoba memikirkan apa yang akan terjadi dengan pelajar yang ingin membunuh dirinya itu, ia tak habis pikir dengan anak itu. Bisa-bisanya ia menyia-nyiakan hidupnya yang begitu berharga konyol sekali.
"Jimin turun sayang~"
Jimin langsung melempar remote tv begitu saja dan turun ke bawah menghampiri sang eomma, Jimin melihat eomma dan appa nya yang sudah rapi dengan jas kerja mereka. Aih Jimin lupa kalau hari ini mereka akan pergi ke luar negeri selama beberapa bulan.
"Appa dan eomma jadi pergi?"
Tuan dan nyonya Park terkekeh begitu melihat ekspresi anaknya, mereka tahu betul kalau Jimin paling tak bisa di tinggal sendiri. Lalu kenapa tak mengajaknya? Malah mereka telah berkali-kali mengajak Jimin pergi bersama namun jawaban Jimin membuat mereka menghela nafas.
"Aku tak mau appa, pasti disana membosankan karena kalian akan lebih sibuk bekerja. Aku tak mau sendiri! Kalian tega meninggalkan ku huh! Nanti kalau Jimin bosan bagaimana?"
Dan akhirnya mereka meninggalkan Jimin di rumah toh mereka juga menyuruh sahabat Jimin untuk menemaninya.
"Kami sudah meminta agar temanmu untuk menjaga mu Jimin, jadi kau tak sendiri sayang" jelas nyonya Park
"Huft~ baiklah kalau begitu, kapan dia akan datang?"
"Mungkin sebentar lagi" jawab tuan Park
Ting.. Tong..
Tak beberapa lama bel rumah berbunyi dan dengan senyum merekah nyonya Park membuka pintu mempersilahkan teman Jimin untuk masuk, Jimin yang melihat siapa yang datang menganga tak percaya lalu menatap appa nya.
"Apa-apaan ini appa? Kenapa harus dia yang akan menemaniku?" Protes nya pada sang appa
"Astaga kamu itu Jim, kamu bilang gak bisa sendiri di rumah ya jadi appa minta tolong teman kamu"
"Ya kenapa harus si Jeon Jungkook?!"
Jungkook yang melihat Jimin hanya memutar bola matanya malas, sebenarnya ia juga tak mau menemani Jimin tapi karena kedua orangtuanya yang memaksa dan mengancam akan membuang serta merusak barang berharga miliknya jadi Jungkook bisa apa.
"Ck jangan membantah perkataan appa Jim"
Jimin mengangguk menutup mulutnya kembali lalu melihat Jungkook malas kenapa ia harus berhadapan lagi dengan bocah sialan seperti Jeon Jungkook itu.
"Baiklah Jungkook kami akan pergi beberapa bulan, kami harap kau mengurus Jimin dengan benar dan baik. Kalau ia membantah hukum saja, mau hukum seperti apapun itu" kata nyonya Park
"Iya imo"
Kedua pasangan suami pasutri itu langsung pergi meninggalkan sang anak dengan temannya tanpa mengetahui kalau mereka tengah memandang satu sama lain.
"Huft.. Kajja kita ke kamar mu"
Jungkook mengangguk mengekori Jimin dari belakang ia malas berdebat sekarang karena ia telah lebih dulu berdebat dengan kedua orangtuanya sebelum sampai disini.
•••
Hari sudah sore jarum jam sudah menunjukkan pukul lima sekarang Jungkook dan Jimin tengah menonton film bersama sambil memakan berondong jagung, tadi Jimin yang meminta Jungkook menemaninya menonton dan Jungkook tak bisa menolak karna itu ide yang bagus.
"Kapan orang tua mu akan pulang?" Tanya Jungkook di tengah-tengah film
"Molla, aku malas memikirkan nya. Sudah biasa aku di tinggal seperti ini"
"Kalau sudah biasa mengapa kau meminta ku untuk menemanimu ha!? Membuang waktu ku saja"
"Aku juga tak mau kau menemaniku! Tapi karna aku yang sudah bosan di tinggal sendiri jadi aku meminta appa untuk membawa seseorang untuk menemaniku. Dan ternyata orangnya itu kau!"
Jungkook memutar bola matanya malas, Jungkook juga sebenarnya kasihan dengan Jimin yang terus-menerus di tinggal.
"Apa jangan-jangan kau itu anak pungut Jim, jadi mereka selalu pergi terus"
Jimin membulatkan matanya tak percaya dengan omongan Jungkook itu, hei yang benar saja! Kalau memang dia anak pungut untuk apa mereka mengajak Jimin terlebih dahulu? Langsung ditinggal saja kan bisa.
"Cih perkataan macam apa itu?! Aku ini lebih tua darimu,enak saja berkata seperti itu"
"Kalau memang benar bagaimana?"
Dan sore hari itu pun dihabiskan oleh Jungkook yang merintih kesakitan karena Jimin memukul kepalanya menggunakan remote.
TBC
Gimana?
Gaje gk? Maap baru bisa up segini
Sorry for typo ya
Jan lupa vommen!
See you
ČTEŠ
Love You
NezařaditelnéJeon Jungkook sangat menyukai sahabat nya Park Jimin, ia tak akan membiarkan satu pun lelaki yang merebut Jimin darinya. Karena Jimin hanya milik nya seorang.
