Pada tahun 1990 kota Densen mempunyai detektif berbakat yang bernama John seorang detektif yang pandai dan dinilai sangat baik di kepolisian, kasus sesulit apapun ia dapat pecahkan. Ia pun juga dapat memecahkan kasus pembunuhan yang unsolved selama bertahun-tahun.
Sampai pada hari dia dimana di uji oleh kasus misterius.
Pada malam itu bulan Mei di Tahun 1990 John sedang berkeliling santai di sekitaran kota dengan mobil sedan tua berwarna merah keluaran 1970. Di saat hujan John menepikan mobil nya sebentar untuk menyalakan rokok, ketika menyalakan rokok radio polisi pun berbunyi bahwa telah terjadi pembunuhan kepada pasangan suami istri di Distrik 305 Kota Densen.
John pun bergegas ke lokasi pembunuhan. Sesampainya di lokasi pembunuhan terlihat rumah sudah digaris polisi. John masuk ke rumah tersebut terlihat rumah dengan keadaan berantakan dan tergeletak dua mayat di ruang tamu. Terlihat terdapat luka tembak di bagian dada si suami dan kepala si istri. Mayat si suami tergeletak dengan membawa tongkat baseball.
"Cabut pelurunya dan selidiki peluru tersebut" kata John.
Peluru tersebut bertuliskan b-127. Menurut John tulisan itu tipe peluru nya.
"Siap sersan" jawab anggota tim forensik.
"Kita sudah mengambil sidik jari si pelaku sersan, karena banyak barang berantakan pasti itu ulah si pelaku" kata anggota tim forensik
"Kasih tahu saya besok hasilnya dan jangan lupa ambil darah yang ada di tongkat baseball itu pasti si suami ini memukul bagian tubuh pelaku hingga berdarah test DNA darah tersebut karena saya ingin cepat tahu pelaku nya" kata John
Para wartawan pun banyak berdatangan ke lokasi pembunuhan untuk meliput berita.
Disaat John keluar sambil menghisap rokok nya yang belum habis John langsung ditodong pertanyaan oleh para wartawan.
"Apa penyebab pembunuhan tersebut detektif?" tanya seorang wartawan.
"Suami istri tersebut di tembak oleh pelaku dan asumsi sementara adalah motif perampokan karena isi rumah banyak yang berantakan kita akan ketahui pelaku nya secepatnya tim forensik sudah mengambil sidik jari dan sampel darah yang ada di tkp" jawab John dengan rokok yang menempel di sudut bibirnya.
John pun pulang menuju rumah nya untuk beristirahat dan menemani Ana istri nya yang sedang hamil besar.
Keesokan harinya disaat John ganti baju dan segera ke kantor karena ingin tahu mengenai laporan tim forensik. Bunyi telepon berbunyi.
"Sersan hasil dari tim forensik sudah keluar dan pasti kau ingin tahu akan hal ini" kata polisi yang menelepon tersebut.
"Aku akan segera kesana" Jawab John sambil teburu buru memasukkan tangan nya ke lengan kemeja.
John pun langsung berangkat ke kantor Polisi. Setibanya John ke kantor salah satu anggota forensik mendatangi John.
"Sersan hasil dari sidik jari tersebut tidak ditemukan alias tidak ada orang yang memiliki sidik jari tersebut dan peluru tersebut tidak terdaftar"
"Ini tidak mungkin pasti dia seorang gelandangan yang tidak pernah membuat kartu identitas maka dari itu jarinya tidak ditemukan di data tapi mengapa ia mempunyai pistol" Jawab John dengan sedikit bingung.
"Sudah kau tanyakan peluru tersebut mungkin dibuat di perusahaan senjata mana" tanya John.
"Sudah semua perusahaan senjata kita tanya tapi jawaban mereka semua belum pernah atau tidak pernah mengeluarkan peluru tersebut." Jawab anggota forensik.
"Emm sangat aneh" John sambil menyalakan api untuk merokok.
Terlihat beberapa wartawan berdatangan ke kantor polisi untuk menanyakan kasus pembunuhan itu.
John pun terlihat bingung dan ia memutuskan keluar menemui wartawan.
"Bagaimana perkembangan kasus pembunuhan kemarin detektif apakah pelaku sudah ditemukan dengan hasil sidik jari atau peluru tersebut?" tanya wartawan.
John menghisap rokok sebentar lalu menjawab.
"Sidik jari pelaku dan barang bukti peluru belum bisa menjawab siapa pelaku itu jadi pelaku belum ditemukan"
"Pelaku belum ditemukan? Jadi pelaku masih berkeliaran di kota ini detektif?" tanya wartawan.
"Kurang lebih seperti itu, sekian dari saya karena saya ada urusan" jawab John sambil membelah kerumunan wartawan.
Kasus pembunuhan tersebut menjadi perhatian utama kota karena detektif yang dikenal hebat di kota itu belum bisa menemukan pelaku.
Tidak ada kasus yang lebih diberitakan selain kasus pembunuhan tersebut.
John mengemudikan mobil nya dengan sedikit melamun. Dan John pun menelepon salah satu polisi yang sudah menanyakan saksi. Dari telepon tersebut bahwa para tetangga tidak ada yang melihat pelaku karena terjadi di malam yang larut. John pun menutup telepon dengan sedikit putus asa karena tidak ada bukti terbaru.
Disaat John melamun dengan menyetir mobil tiba-tiba ada pria yang menyebrang jalan dengan sedikit berlari John pun menarik rem mobil dan hampir menabrak pria tersebut. Pria tersebut sedikit terdiam dan kaget melihat John.
"Maafkan saya hampir menabrak mu karena saya melamun" teriak John dari dalam mobil.
"Tidak apa-apa pak saya yang salah karena menyebrang sambil berlari" jawab pria tersebut dengan badan gemetar dan tatapan sedikit tajam ke kearah John.
Lalu pria tersebut berlari lagi melewati seberang jalan. Dan John pun sedikit aneh melihat pria tersebut. Karena pelaku masih berkeliaran di kota John memutuskan pulang karena istrinya sendirian.
Disaat malam hari ada orang telepon ke John orang tersebut mengatakan pada saat dini hari kemarin melihat seorang pria berjalan dengan sedikit bercak darah di baju nya sambil membawa kantong kresek hitam dan mengantongi pistol di saku belakang nya. Disaat John mau bertanya lebih lanjut telepon itu langsung mati.
John pun berpikir bahwa itu pembunuh nya karena kejadian kemarin terjadi pada dini hari. Tapi belum ada perkembangan lebih lanjut tentang kasus tersebut.
Keesokan harinya John menggunakan sampel DNA dari darah pelaku untuk perkembangan lebih lanjut. John meminta kepolisian melakukan tes DNA ke seluruh warga kota tak terkecuali kepada para gelandangan juga karena asumsi John pelaku nya tidak terdaftar di data kepolisian kota.
Berita tersebut pun menjadi besar karena menurut John ini bisa menjadi kemajuan dalam kasus pembunuhan yang belum terpecahkan selama berhari-hari.
Sekitar satu minggu test DNA berlangsung ke seluruh warga kota belum ada satupun DNA yang cocok dengan darah yang ada di TKP yang artinya pembunuh nya belum ditemukan. Sampai akhirnya tes DNA berakhir hasilnya tetap nihil tidak ada warga kota dan semua gelandangan yang menjadi pelaku.
John pun tidak putus asa dia mengajukan tes DNA ke seluruh warga provinsi tersebut. Padahal warga kota Densen sudah banyak apalagi warga provinsi. Kepala kepolisian pun mengizinkan ide John. Terlihat rumit tapi John berpikir ini bisa menjadi kemajuan kasus nya.
Namun setelah satu bulan lebih tidak ada DNA yang cocok dengan darah yang diambil di TKP. Berita ini menjadi lebih besar karena detektif John dianggap gagal karena sudah beberapa bulan pelaku belum ditemukan.
Beberapa hari kemudian John memutuskan menutup kasus ini karena belum ada kemajuan sedikit pun. Dan ia ingin fokus pada kelahiran istrinya yang sebentar lagi.
YOU ARE READING
Unknown Shooter
Mystery / ThrillerPada tahun 1990 kota Densen mempunyai detektif berbakat yang bernama John seorang detektif yang pandai dan dinilai sangat baik di kepolisian. Dia dapat memecahkan kasus pembunuhan yang unsolved selama bertahun-tahun. Sampai pada hari dia dimana di u...
